Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

YEM Symposium 2018

E-mail Print PDF



Pendaftaran/Registrasi Online

Sumber : YEM2018.org


Last Updated on Thursday, 22 March 2018 13:38
 

Pusat Riset Kelautan Berkontribusi Sebagai Penyusun Informasi Geospasial (IG) Untuk Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI)

E-mail Print PDF

Jakarta 21/03/18.-Guna mendorong penggunaan informasi geospasial dalam rangka pelaksanaan kebijakan Satu Peta (KSP) sesuai Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016, pada hari Rabu, 21 Maret 2018 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, berlangsung Rapat Koordinasi Nasional tentang Informasi Geospasial (Rakornas IG). Rakornas ini dihadiri oleh tidak kurang dari 70 instansi pemerintah Pusat yang masing-masing tergabung dalam pokja-pokja yang telah ditetapkan dan menjadi walidata untuk output IG yang dihasilkan oleh instansinya.

Tujuan pelaksanaan Rakornas IG ini adalah untuk mengetahui adanya gap terhadap pemenuhan RPJMN dan kebijakan presiden lainnya, utamanya yang terkait percepatan kebijakan satu peta dan penyusunan rencana aksi untuk pemenuhannya. Selain itu Rakornas ini juga dilaksanakan dalam rangka menyongsong RPJMN IV 2020-2024 dimana BIG dan BAPPENAS akan mempersiapkan penyusunan bahan untuk kebijakan pembangunan nasional bidang IG yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri terlibat sebagai walidata IG untuk Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPP NRI) dimana Pusat Riset Kelautan berkontribusi sebagai penyusunnya. Hadir mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan dalam hal ini adalah Kepala Bidang Riset Mitigasi Adaptasi dan Konservasi Triyono ST.MT dan Kasubbid riset Mitigasi dan Adaptasi Hikmat Jayawiguna, M.Si Yang memang sudah terlibat aktif bersama koodinator pokja (BIG) dalam setiap proses penyusunan, validasi hingga finalisasi peta yang dihasilkan.


Last Updated on Friday, 23 March 2018 12:25
 

PKMBRP Undip dan FPIK Jalin Kerjasama dengan SATREPS – BlueCares Jepang & Pusat Riset Kelautan, BRSDM, KKP

E-mail Print PDF


Demak – Jumat (16/03/18) PKMBRP Undip dampingi SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development)  Japan dalam kunjungannya ke daerah penanganan erosi di Timbulsloko, Kab. Demak, Jawa Tengah.

Salah satunya di Laboratorium Alam yang dikembangkan oleh PKMBRP Undip pada tahun 2017 di Timbulsloko, Kab. Demak, laboratorium alam ini merupakan salah satu laboratorium alam yang sering dikunjungi dan dikaji baik dari dalam dan luar negeri, dimana di Timbulsloko terdapat juga disain bangunan dari tim Peneliti PKMBRP Undip yang telah diaplikasikan untuk mitigasi bencana dan rehabilitasi pesisir. Kunjungan lapangan ini juga diikuti oleh delapan peneliti dari Jepang, tujuh peneliti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan lima peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Dr. Muhaammad Helmi sebagai ketua peneliti di PKMBRP Undip yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menjelaskan banyak hal, terkait terjadinya erosi dan cara menanggulangi serta merehabilitasinya secara baik seperti yang telah dikerjakan oleh PKMBRP Undip di Timbulsloko, Kab. Demak.

Sumber Berita : Website COREM




Last Updated on Thursday, 22 March 2018 13:10
 

PKMBRP Undip Menggelar Workshop “Sistem Carbonate Chemistry di Perairan & Metode Analisisnya”

E-mail Print PDF


Semarang – (15/03/18) Bertempat di Gedung B Ruang Seminar FPIK Undip, PKMBRP Undip bersama FPIK Undip menggelar acara Workshop “Sistem Carbonate Chemistry di Perairan dan Metode Analisisnya”. Acara yang berjalan dengan baik ini diisi oleh pemateri Dr. Atsuhi Watanabe dari Tokyo Institute of Technology, Japan dengan diikuti sekitar tiga puluh peserta baik dari mahasiswa megister ilmu kelautan, peneliti PKMBRP Undip serta dosen pengajar FPIK Undip. Selain memaparkan materi secara oral, Dr. Atsuhi Watanabe juga memaparkan secara langsung cara penggunaan beberapa instrument untuk penelitian kimia karbonat.

Sumbeer Berita : Website COREM



Last Updated on Thursday, 22 March 2018 12:53
 

Peneliti Pusat Riset Kelautan Berikan Masukan Terkait Rencana Reklamasi Bandara Ngurah Rai

E-mail Print PDF

Jakarta, 21 Maret 2018. Pusat Riset Kelautan selama beberapa tahun ke belakang telah memberikan masukan terkait rencana reklamasi yang sedang berlangsung khususnya di wilayah Jakarta dan Bali. Pada selasa kemarin 20 Maret 2018, Dr. Semeidi Husrin dan Dr. Syahrial Nur Amri menghadiri  undangan rapat yang diadakan oleh  Direktorat Jasa Kelautan guna membahas perizinan rencana reklamasi penambahan fasilitas parkir pesawat di Bandara Ngurah Rai Bali.  Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan parkir pesawat delegasi Annual Meeting Bank Dunia-IMF, yang akan dilangsungkan pada bulan Oktober 2018 mendatang. Rencana lokasi reklamasi yang akan dibangun lengkap dengan fasilitas parkir pesawat untuk acara puncak pertemuan WB-IMF tersebut terletak di utara eksisting runway bagian barat hingga Pantai Jerman (sebelum Patrajasa) seluas 9 Ha dari total luas lahan 47,9 Ha yang akan direklamasi.

Secara umum lokasi reklamasi sebagian besar berada pada zona B7 yakni zona kelautan perikanan, transportasilaut dan pariwisata, tetapi juga beririsan dengan zona L3 (kawasan lindung), di mana terdapat zona transplantasi karang yang cukup baik dengan tutupan karang mencapai 50% dibanding area sekitarnya (hasil observasi P3SDLP  bekerjasama dengan Universitas Dhyana Pura Denpasar tahun 2015). Peneliti Pusat  Riset Kelautan Dr. Semeidi Husrin mengusulkan adanya alternatif luas dan bentuk area reklamasi yang tidak beririsan dengan L3 dan menjamin keberlangsungan L3 (misal: penggantian luasan kawasan yang terganggu) dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, fisik dan sosial ekonomi. Lebih lanjut diperlukan adanya kajian amdal yang lebih komprehensif seperti potensi bencana sampah laut, sebaran cemaran akibat peningkatan aktivitas bandara dan mitigasinya.


Last Updated on Wednesday, 21 March 2018 16:57
 

Indonesia : Graveyard Kapal Perang Asing

E-mail Print PDF

kiri: Peserta Rapat; kanan: Rekaman Side Scan Sonar Shipwreck Hasil Tim Geodinamika Laut Dalam, Pusriskelkiri: Peserta Rapat; kanan: Rekaman Side Scan Sonar Shipwreck Hasil Tim Geodinamika Laut Dalam, Pusriskel

Jakarta, 16 Maret 2018 – Indonesia yang semenjak dahulu bertanah subur, menjadi incaran berlabuhnya kapal-kapal asing. Dan posisinya yang strategis, diapit oleh dua samudera dan beberapa Benua, menjadikan Indonesia sebagai tempat titik temu dari berbagai negara. Tak ketinggalan, Indonesia pun acap kali menjadi medan tempur negara-negara maju dahulu kala demi memperebutkan kekuasaan. Hal ini menjadikan perairan Indonesia sebagai ‘graveyard’ bagi kapal-kapal perang negara asing yang kalah bertempur ataupun diterpa badai dan tenggelam. Pusriskel bersama Ditjen PRL, PSDKP, Pushidrosal, Kemenlu dan instansi terkait berdiskusi tentang tindak lanjut kapal perang asing yang tenggelam di perairan Indonesia. Menurut data laporan yang ada saat ini, ada lusinan kapal perang asing yang tenggelam di perairan Indonesia. Status kapal-kapal tersebut yang masih menjadi PR besar bagi ‘tim laut’ untuk dijadikan dasar kebijakan selanjutnya. Kebijakan ini akan menentukan penetapan lokasi tersebut menjadi Kawasan Konservasi Maritim (KKM) atau pariwisata sampai penggunaan bebas oleh masyarakat sekitar. Beberapa negara pemilik bangkai kapal tenggelam tersebut, seperti Inggris, menginginkan kapal miliknya ‘dijaga’ oleh negara pemilik eksklusif perairan dimana kapal tersebut tenggelam. Namun semestinya, negara pemilik kapal tidak bisa lepas tangan dalam dukungan dana kegiatan penjagaan kapal yang sudah ‘merepotkan’ Indonesia karena tenggelam di perairan nusantara. Kemenlu menyatakan kesiapannya sebagai ‘jembatan penerima tamu asing’ apabila dilakukan komunikasi terkait hal tersebut, karena hal ini berkaitan dengan urusan antar negara. Kedepan, pertemuan yang bertempat di Ruang Rapat Direktur PRL, lantai 11 GMB 3 ini menyepakati akan dibentuk SOP dalam menangani klaim permasalahan diatas agar jalurnya jelas melalui 1 (satu) pintu yang sama sehingga tidak sporadis yang menyebabkan simpang siurnya informasi dan data yang ada. Turut serta hadir mewakili Pusriskel Ira Dillenia, S.S., M.Hum dan Tonny Adam Theoyana, S.Kel.


Last Updated on Wednesday, 21 March 2018 11:55