Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Peneliti Pusat Riset Kelautan Dalam Today's Lettalk

E-mail Print PDF

Jakarta 03 April 2018. Peneliti Pusat Riset Kelautan Dr. Anastasia Rita Tisiana D.K  dalam #Lettalk oleh Arletta Danisworo.

“Sibuk meneliti dan hobi menari, membawa Anastasia Tisiana terpilih menjadi salah satu perempuan peneliti Indonesia ke Antartika. Tidak banyak orang Indonesia yang berkesempatan untuk pergi ke sana, tapi Ana terpilih menjadi 1 dari 4 perempuan Indonesia yang pernah ke sana. Selama 8 minggu di sana banyak pengalaman berkesan, yang dibagi pada #Lettalk tanggal 03 April 2018. Ana juga akan bercerita tentang perubahan iklim yang terjadi di Indonesia saat ini yang perlu diwaspadai." Tonton Video : Peneliti Pusat Riset Kelautan Dalam Today's Lettalk

Sumber : Arletta Danisworo#Lettalk


Last Updated on Wednesday, 04 April 2018 14:01
 

Sinergitas Riset Sampah Plastik Di Teluk Jakarta Segera Dilakukan

E-mail Print PDF

Jakarta, 03 April 2018. Isu sampah laut sejak awal tahun 2018 makin menguar di Indonesia. Hal serupa juga lebih spesifik kepada sampah plastik. Bertempat di Aula Sofyan Ilyas di Petamburan Jakarta, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan Perikanan (BBRP2BKP), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Riset Keamanan  Produk Perikanan dari Polutan Organik dan Marine Debris Mikroplastik. FGD yang dilaksanakan pada 29 Maret 2018 dibuka oleh Prof.Dr.Ir. Hari Eko Irianto selaku Kepala BBRP2BKP.

Dr. Ir. Singgih Wibowo, M.Sc sebagai moderator FGD menekankan akan pentingnya sinergitas riset antar instansi riset di lingkup KKP maupun di lingkup nasional agar output dan outcome menjadi lebih tajam dan lebih luas outreachnya.

Dr. Dwi Yitno, peneliti bidang bioteknologi dan keamanan pangan memaparkan terkait rencana melakukan sampling ikan di kawasan Teluk Jakarta untuk kemudian dibedah daging dan isi perutnya, dianalisa keberadaan mikroplastiknya.

Pada kesempatan tersebut Reza Cordova ,M.Si peneliti kimia lingkungan dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI memberikan wawasan tentang potensi dan bahayanya mikroplastik. Bersama rekannya Dede Falahudin, M.Si, dipaparkan juga roadmap survey sampah plastik yang akan dilaksanakan P2O LIPI hingga 2019. Salah satu area studinya pada 2018 adalah Teluk Jakarta.

Dr. Widodo Pranowo, peneliti bidang oseanografi terapan Pusat Riset Kelautan memaparkan tentang model hodrodinamika dan angkutan sampah mikroplastik dan juga sampah organik di Laut Jawa. Dr. Rinny Rahmania, dari pusat riset yang sama, selaku koordinator riset sampah plastik pada tahun 2018, menanggapi positif, dan bersedia memindahkan lokasi risetnya yang semula di Teluk Banten menjadi Teluk Jakarta, dalam rangka sinergitas kegiatan riset.

Saat ini, Tim Laboratorium Data Laut dan Pesisir bekerjasama dengan Tim Riset Sampah Laut Universitas Padjadjaran yang dipimpin oleh Noir Primadona Purba, M.Si sedang melakukan persiapan berbagai skenario simulasi pemodelan angkutan sampah plastik di Teluk Jakarta.

Berita terkait :


Last Updated on Tuesday, 03 April 2018 15:02
 

Lautan Plastik Mengancam

E-mail Print PDF


Sumber Berita : Harian Kompas 3 April 2018 Hal. 14


Last Updated on Tuesday, 03 April 2018 13:34
 

Kunjungan Kepala BRSDMKP ke LPTK Wakatobi dan Akademi Komunitas Wakatobi

E-mail Print PDF

Jakarta, 02 April 2018. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (Ka BRSDMKP) M. Zulficar Mochtar pada hari Kamis 29 Maret 2018 lalu melakukan kunjungan ke Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi  dan  Akademi Komunitas (A.K) Wakatobi. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka peninjauan dan diskusi umum dengan seluruh pegawai Lingkup BRSDMKP di Wakatobi. Pada saat kunjungan Kepala LPTK Wakatobi Akhmatul Ferlin memaparkan beberapa kegiatan riset yang telah dikerjakan oleh LPTK  dan yang saat ini sedang dilaksanakan dan dilanjutkan dengan sesi diskusi umum.

Bpk Zulficar menyampaikan apresiasinya terkait riset alat pemantauan keselamatan nelayan yang sedang digarap oleh LPTK. Pada sesi diskusi Kabadan menyampaikan beberapa masukan untuk kemajuan LPTK, yakni perlunya menyusun road map jangka panjang dan pola kemitraan dengan sejumlah stakeholder terkait, sehingga menjadikan sistem pemantauan laut di Wakatobi dapat menjadi model untuk diaplikasikan dalam skala nasional dan internasional.  Selanjutnya Bpk Zulficar melakukan kegiatan tatap muka dengan seluruh pegawai Lingkup BRSDM yang bertugas di Wakatobi serta seluruh taruna A.K Wakatobi dan unsur perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda). Pada kesempatan tersebut, Bpk Zulficar mengingatkan besarnya potensi kelautan dan perikanan yang ada di wilayah Wakatobi dan mengharapkan sistem riset dan pendidikan di Wakatobi dapat menjawab tantangan dan peluang ke depan.


Last Updated on Monday, 02 April 2018 09:48
 

Peneliti Pusat Riset Kelautan Raih Peringkat Dua Terbaik Diklat Fungsional Peneliti Lanjutan Gelombang II 2018

E-mail Print PDF

Jakarta, 28 Maret 2018. Pada tanggal 18 – 27 Maret 2018 telah dilaksanakan Diklat Jabatan Fungsional Peneliti tingkat Lanjutan Gelombang II yang diselenggarakan di Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Peneliti LIPI-Cibinong. Pada acara diklat tersebut peneliti Pusat Riset Kelautan, Dr. Rinny Rahmania, S.Pi, M.Si meraih peringkat Terbaik Kedua. Terbaik pertama diraih Dr. Fetrina Oktavia dari Pusat Penelitian Karet, Palembang dan terbaik ketiga oleh Dr. Dwiyitno dari Pusat Riset Perikanan. Acara Diklat Peneliti Gelombang II kali ini diikuti oleh 30 peneliti dari berbagai kementerian diantaranya KKP, BMKG, Kementerian Agama, dan Pusat Penelitian Karet. Peneliti yang mengikuti Diklat dari BRSDM KKP adalah 19 peneliti, dan Dr Rinny merupakan satu-satunya peserta dari Pusat Riset Kelautan. Beliau merupakan peneliti dengan bidang kepakaran oseanografi fisik cabang keilmuan ilmu perairan. Dr Rinny Rahmania merupakan doktor bidang ocean remote sensing pada Université de Montpellier II Perancis lulusan tahun 2016, dengan menggunakan program beasiswa Infrastructure Development of Space Oceanography (INDESO – Project).



Last Updated on Wednesday, 28 March 2018 09:06
 

Inisiasi Kerjasama Riset Pusris Kelautan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional

E-mail Print PDF


Jakarta, 22 Maret 2018. Pusat Riset Kelautan (Pusris Kelautan) khususnya  Bidang Riset Mitigasi, Adaptasi dan Konservasi (MAK), Subbidang Konservasi dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berencana untuk mengadakan kerjasama riset/join riset pada tahun 2018 ini. Langkah awal penjajakan kerjasama riset tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Maret 2018, bertempat di Ruang Rapat Pusris Kelautan Gedung BRSDMKP 2 Lantai 4. Tujuan kerjasama riset ini adalah koordinasi kebutuhan data dan analisis yang diperlukan dengan  memanfaatkan dana riset dari IAEA.

Rapat Koordinasi dibuka dengan sambutan oleh Kepala Bidang Riset MAK Triyono, MT yang didamping oleh  Kepala Subbidang Riset Konservasi Joko Hardono, ME, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi riset oleh Peneliti Sub Kelompok Kelautan dan Lingkungan, Pusat Aplikasi lsotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  Dr. Ali Arman Lubis. Dr Ali Arman yang didamping oleh 2 (dua) rekannya yakni Untung Sugiharto dan Dienda Shintianata, memaparkan rencana riset dengan tema Aplikasi Teknologi Nuklir Untuk Kajian Perubahan Iklim Daerah Pesisir Menggunakan Terumbu Karang.

Di akhir paparannya Dr. Ali juga menyebutkan beberapa potensi kerjasama riset yang dapat dilakukan diantaranya adalah Riset Climate change/Paleo-climate dan Pencemaran di CTI dan ITI Area; Kronologi pencemaran logam berat, organik dan mikroplastik; Pencemaran lewat  analisis biota dan air laut dengan ICP-OES; serta Blue Carbon.Setelah pemaparan dari BATAN, dilanjutkan dengan pemaparan rencana kegiatan riset Pusris Kelautan oleh  masing-masing Koordinator Riset Subbidang Riset Konservasi, yakni oleh Dr. Agustin Rustam, M.Si, Dr. Tubagus Solihudin, MT, Dr. Devi Dwiyanti Suryono, S.KM, M.Si dan Yusmiana Puspitaningsih R, S.Kel, M.IL.

Turut diundang pula beberapa peneliti senior Pusris Kelautan untuk memberi masukan positif terkait penjajagan kerjasama riset tersebut, yakni Ketua Kelompok Peneliti Pengelolaan Sumber Daya Laut Dan Pesisir Dr. Taslim Arifin, Dr. Novi Susetyo Adi, Dr. Dini Purbani, dan Yulius, M.Si. Diharapkan kedepannya kerjasama riset ini berjalan lebih intens dapat menghasilkan publikasi bersama ditingkat nasional dan Internasional.


Last Updated on Friday, 23 March 2018 12:22