Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Kepala Pusriskel Dampingi Kepala Badan Riset dan SDM Tinjau ROV

E-mail Print PDF

Jakarta, 28 Juni 2018. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Prof. Sjarief Widjaja bersama dengan Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si., dan Kepala Pusat Riset Perikanan Dr. Ir. Toni Ruchimat, M.Sc. tinjau Remotely Operated Vehincle (ROV) di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta pada hari Senin, 25 Juni 2018. ROV memiliki kemampuan untuk melakukan  observasi, survey, ekplorasi bawah laut hingga kedalaman 600 m. ROV tersebut adalah salah satu peralatan observasi bawah laut didalam Kapal Riset Bawal Putih III milik BRSDM KP. Dimana pengelolaannya berada di  Pusat Riset Perikanan.



Last Updated on Friday, 06 July 2018 10:14
 

Pusris Kelautan Kebanjiran Mahasiswa Magang Pasca Lebaran

E-mail Print PDF

Jakarta, 26 Juni 2018. Pusris Kelautan sebagai Marine Science and Technology, Center of Excelent, pasca lebaran tahun ini kembali kedatangan mahasiswa magang dan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Senin, 25 Juni 2018 sebanyak 17 (tujuh belas) orang mahasiswa datang untuk mulai melaksanakan magang dan PKL. Mereka berasal dari universitas negeri dan swasta dengan berbagai  bidang ilmu diantaranya, Universitas Sriwijaya Program Studi Oseanografi sebanyak 4 (empat) orang, Universitas Brawijaya program studi Ilmu Kelautan sebanyak 4 (empat) orang, Universitas Negeri Padang program studi Geografi sebanyak 4 (empat) orang, Universitas Padjajaran program studi Perikanan sebanyak 2 (dua) orang, Politeknik Karawang program studi Teknik Kelautan sebanyak 2 (dua) orang dan Institut Bisnis Nusantara program studi Manajemen Perusahaan  sebanyak 1 (satu) orang. Ketujuh belas mahasiswa tersebut akan dibimbing oleh para peneliti Pusris Kelautan yakni Dr. Widodo Pranowo, Dr. Dwiyoga Nugroho, R. Bambang Aditya Nugraha, Spi, MAppSc,, La Ode Nurman Mbay, M.Si, Handy Chandra, M.T, dan Kepala Subbagian Umum Dra. Yayah Shobariyah.


Last Updated on Tuesday, 26 June 2018 11:57
 

DISAKSIKAN MENRISTEK DIKTI, IPSAL DENGAN PERGURUAN TINGGI SE-PAMEKASAN BERSEPAKAT BEKERJASAMA MEMAJUKAN DUNIA PERGARAMAN

E-mail Print PDF


Dimulai dengan langkah kecil Instalasi Pengembangan Sumber Daya Air Laut (IPSAL) berupa pelayanan perbaikan perangkat produksi petambak garam dan nelayan, Kerja Praktek Mahasiswa, serta Prakerin siswa SMK, keberadaan  IPSAL semakin dikenal di masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan besarnya keinginan Perguruan tinggi dan SMK mengirim mahasiswa dan siswanya untuk melakukan Kerja Praktek Lapang di IPSAL. Atas dasar hal tersebut, untuk mewadahi pengembangan pemanfaatan air laut secara lebih luas, perlu adanya wadah kerjasama yang lebih formal. Untuk itu  lima Perguruan Tinggi  di Kab. Pamekasan, Kab. Sampang dan Kab. Bangkalan sepakat melakukan penandatanganan Piagam Kesepakatan Kerjasama dalam acara Kunjungan Kerja Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Pamekasan.

Kunjungan Kerja Menristekdikti dilakukan pada Senin 11 Juni 2018 bertempat di Instalasi Pengembangan Sumber Daya Air Laut (IPSAL) di Pamekasan. Kunjungan tersebut dalam rangka Orasi Ilmiah tentang “Pengembangan Potensi Produksi Garam Melalui Optimalisasi Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi Untuk Pengabdian Masyarakat. Selain melakukan orasi ilmiah, dalam kunjungan kerja ini Menristekdikti juga menyaksikan penandatanganan Piagam Kesepakatan Kerjasama dalam rangka penguatan kelembagaan penelitian untuk pengabdian masyarakat. Kesepakatan tersebut ditandatangani Oleh 1 Instansi Riset dan 5 Perguruan Tinggi. Penanda tanganan dilakukan oleh: Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDMKP, Rektor Universitas Madura, Rektor Universitas Islam Madura, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Ketua STIE Bakti Bangsa dan Direktur Politeknik Negeri Madura. Piagam kesepakatan ini juga disaksikan dan ditandatangani oleh Menristek Dikti Bapak Mohamad Nasir.

Dalam kunjungan kerja ini,  Menristekdikti menyampaikan bahwa peranan pendidikan dan teknologi amatlah strategis dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani garam dan nelayan didalam memanfaatkan sumberdaya laut Indonesia yang cukup besar. Dengan pendidikan kita mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan. Oleh sebab itu peranan perguruan tinggi dan lembaga riset sangat penting dan strategis karena lembaga-lembaga ini dapat menghasilkan atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas sehingga memberikan multiplier efect khususnya terhadap pembangunan perekonomian masyarakat pesisir.

Adapun Kepala Pusat Riset Kelautan dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Instalasi Pengembangan Sumberdaya Air Laut (IPSAL) di Pamekasan. yang dimulai sejak tahun 2013 telah memiliki beberapa fasilitas dan menghasilkan beberapa produk hasil penelitian khususnya dibidang garam, antara lain :

1. Demplot garam, untuk pengembangan metode produksi garam di lahan.

2. Workshop, sebagai sarana rancang bangun dan mekanisasi produksi garam

3. Laboratorium uji, untuk menganalisa sampel garam, serta

4. Gedung Pertemuan, sebagai wahana desiminasi hasil riset kepada masyarakat.


Adapun hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan yaitu menciptakan rancang bangun alat dan prototipe berupa: 1) selep garam bergerak, 2) pompa air tenaga angin sistem sumbu vertikal 3) Pengembangan alat pemisah magnesium dengan gaya sentrifugal, 4) Diskmill pelembut garam genersi ke 4, dan 5) Alat Rekristalisasi garam sistem spray drayer dan sistem rebus. rancang bangun alat dan prototype tesebut sebagian besar  sudah dilakukan uji ketahanan dan uji efisiensi dan siap untuk diimplementasikan kepada masyarakat.



Last Updated on Friday, 22 June 2018 13:58
 

Lokakarya & Pelatihan : Banda ITF Dynamics Experiment

E-mail Print PDF


Last Updated on Tuesday, 26 June 2018 11:33
 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H / 2018

E-mail Print PDF


Last Updated on Friday, 22 June 2018 13:16
 

Nagai Sensei Gaungkan Geospatial Challenges di BROL

E-mail Print PDF


Perancak (06/06). Penginderaan Jauh (Remote Sensing) menjadi bagian terpenting dalam kemajuan teknologi di bidang sains. Banyak hal yang dapat diinterpretasikan secara lebih mudah. Didukung dengan kajian ilmiah, penginderaan jauh tentu mampu menambah nilai efisiensi dalam perkembangan penafsiran hasil riset, terutama riset-riset bertajuk ilmu kebumian.

Rabu (06/06) lalu, bertempat di Aula Gedung Observasi Laut Nasional BROL, Dr. Masahiko Nagai, ahli Penginderaan Jauh dari Universitas Yamaguchi, Jepang, memberikan kuliah umum mengenai kemudahan pengaplikasian penginderaan jauh dalam bidang sains kebumian. Tema yang digaungkan Nagai Sensei ialah “Geospatial Challenges by Using Space Infrastructure” dihadapan puluhan peserta yang terdiri dari pegawai BROL, akademisi, dan praktisi di sekitar Kabupaten Jembrana.

“Isu mengenai disaster management itu penting, dengan teknologi kita dapat menciptakan langkah-langkah mitigasinya. Pemerintah seyogyanya berkolaborasi dengan masyarakat dalam implementasinya” ujar Dr. Masahiko Nagai di sela kuliah umum.

Di awal acara, Dr. I Nyoman Radiarta (Kepala BROL) menyampaikan paparan singkat mengenai Sistem Informasi Predikasi Kelautan (SIDIK) yang saat ini sedang dikembangkan oleh BROL.

“Dalam SIDIK, ada data dan informasi (datin) yang diperbaharui secara rutin harian, ada prediksi yang diperbaharaui dalam kurun waktu tertentu. Datin SIDIK akan selalu berkembang seiring dengan hasil riset BROL” ungkap Dr. I Nyoman Radiarta usai pemaparannya.



Last Updated on Monday, 13 August 2018 13:27