Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Pusriskel dan Universitas Bengkulu Pasang PUMMA di “Celah Seismik”

E-mail Print PDF

Pesisir Barat Sumatera merupakan salah satu kawasan yang rentan akan bencana gempa bumi dan tsunami. Wilayah Provinsi Bengkulu bersama-sama dengan Provinsi Sumatera Barat merupakan kawasan yang juga dikenal sebagai “celah seismik” yang memiliki potensi besar untuk terjadinya gempa besar yang juga berpotensi membangkitkan tsunami di masa yang akan datang. Sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kesadaran akan bencana gempa bumi dan tsunami di Bengkulu dan dalam upaya mengembangkan kemandirian akan penguasaan teknologi peringatan dini tsunami di tingkat lokal, Pusriskel dan Universitas Bengkulu bekerjasama memasang PUMMA yang dapat dimanfaatkan untuk deteksi awal tsunami di kawasan ini.

PUMMA atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air merupakan sebuat tidegauge realtime yang dilengkapi dengan CCTV camera dan dapat dibekali peringatan dini untuk deteksi anomali di perairan seperti kondisi pasang atau surut akibat tsunami. Selain itu, di masa tidak ada tsunami, alat ini dapat dimanfaatkan untuk monitoring perairan dan Sumber Daya Ikan dengan menambahkan beberapa sensor yang diperlukan.

PUMMA untuk Bengkulu berhasil terpasang pada tanggal 19 Feb. 2021 masing-masing di Pulau Enggano (Pelabuhan Malakoni) dan Pelabuhan Pulau Baii (Dermaga AL) berkat kerjasama yang baik antara Tim Pusat Riset Kelautan-BRSDMKP-KKP, Tim Universitas Bengkulu (LPPM, Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik), Tripika Kecamatan Enggano, Danlanal Pulau Baai serta Kemenko kemaritiman dan investasi, Asdep Infrastruktur Dasar dan SDA yang berperan fasilitator. Keberhasilan pemasangan PUMMA ini akan sangat membantu dalam monitoring celah seismik pantai barat sumatera serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.


Last Updated on Monday, 01 March 2021 08:37
 

Sinkronisasi Kegiatan Lingkup Kelompok Peneliti Mitigasi Adaptasi Kebencanaan Pesisir & Laut (MAK P&L)

E-mail Print PDF

Pada Jumat 26 Februari 2021 dilaksanakan secara daring Brainstorming dan sinkronisasi kegiatan lingkup kelompok penelii Mitigasi Adaptasi Kebencanaan Pesisir & Laut (MAK P&L).

Diskusi dibuka oleh Dr. Tubagus Solihuddin sebagai penanggung jawab output (PJO) keltian MAK P&L dan dihadiri oleh: 1. Dr. M. Ramdhan sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan (PJPK) Strategi mitigasi penurunan tanah dan banjir ROB Pantura Jawa; 2. Dr. Marza Marzuki sebagai PJPK Penataan ruang wilayah pesisir di daerah paska bencana menggunakan metoda cellular automata; 3. Dr. Ing. Semeidi Husrin sebagai PJPK  Kajian terintegrasi penanganan Rob dan Abrasi Pantura Jawa, dan; 4. Dino Gunawan, MT  sebagai PJPK Rekomendasi pemanfaatan sumberdaya airtanah di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Diskusi menghasilkan beberapa poin Diantaranya 1. Strategi mitigasi penurunan tanah dan banjir ROB pantura jawa  diarahkan untuk menjawab  permasalahan banjir rob dan penurunan tanah dalam jangka panjang yang muaranya adalah pengelolaan lahan pesisir dan sumberdaya air (land and water management); 2. Penataan ruang wilayah pesisir di daerah paska bencana menggunakan metoda cellular automata diarahkan untuk melakukan memprediksi perkembangan permukiman di daerah paska bencana berbasis GIS modelling dengan fokus lokasi di area perikanan budidaya di Pandeglang dan Lampung Selatan; 3. Kajian terintegrasi penanganan Rob dan Abrasi Pantura Jawa diarahkan untuk menjawab permasalahan abrasi dan banjir rob dengan strategi adaptasi atau penanganan short-term (jangka pendek) melalui opsi pembuatan tanggul, struktur pantai, submerged breakwater (Pegar, KGM HE) dll. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan perhitungan kerugian daerah terdampak banjir rob dan land subsidence.; 4. Rekomendasi pemanfaatan sumberdaya airtanah di pesisir dan pulau-pulau kecil diarahkan untuk memberikan strategi pemanfaatan airtanah di pesisir dan pulau-pulau kecil (P3K) sbg respon terhadap pertumbuhan pariwisata, perkembangan kampung nelayan, dan bahaya intrusi air laut.



Last Updated on Monday, 01 March 2021 10:27
 

Kapusriskel Memberikan Arahan Kegiatan Datinev dan Molap Pusriskel Tahun 2021

E-mail Print PDF

Jakarta, 24 Februari 2021. Pada hari Rabu, 24 Februri 2021 bertempat di Ruang Rapat Pusriskel Gedung BRSDMKP 2 Lantai 4, Kepala Pusriskel I Nyaman Radiarta, M.Sc. memberikan arahan kepada Kelompok Kegiatan Data, Informasi, Evaluasi (Datinev) dan Monitoring Pelaporan (Molap) yang dikoordinatori oleh  Erish Widjanorko, S.T.  terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut ditahun 2021. Turut hadir pada saat arahan, yakni Subkoordinator Datinev, Hikmat Jayawiguna, M,Si. dan Subkoordinator Molap Joko Hardono, M.E beserta seluruh staf Kelompok Kegiatan  Datinev dan Molap.

Dalam arahannya Kepala Pusriskel menjelaskan tugas dan fungsi Kelompok Kegiatan  Datinev dan Monlap yang akan diemban selama satu tahun kedepan. Tugas tersebut tidak hanya dilakukan sendiri namun akan diperlukan juga koordinasi-koordinasi dengan Kelompok Kegiatan lainnya yang saling mendukung seluruh fungsi dan tugas masing-masing kelompok, sehingga seluruh kegiatan yang ada di Pusriskel dapat berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Pusriskel, pada awal Maret 2021 mendatang akan dilaksanakan pertemuan terkait kegiatan Datinev dan Molap bersama seluruh Koordinator Kelompok Kegiatan dan Koordinator Riset lingkup Pusriskel.


Last Updated on Wednesday, 24 February 2021 21:17
 

Workshop “Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Layanan Perkantoran (E-Layar) Dan Tata Naskah Dinas” Lingkup Pusat Riset Kelautan.

E-mail Print PDF

Selasa, 23 Februari 2021 - Menghadapi perkembangan teknologi Informasi, dengan berdasar pada program Nawa Cita Pemerintah untuk membangun e-Government yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, salah satu bentuk komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni melakukan pengembangan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE) seperti penggunaan aplikasi layanan perkantoran (E-Layar) sebagai aplikasi untuk mengelola informasi persuratan di lingkungan kementerian. Pusat Riset Kelautan dalam kesempatan ini menyelenggarakan workshop penggunaan aplikasi e-Layar yang dilaksanakan secara luring di Auditorium Yellow Fin Tuna gedung 2 BRSDM Ancol Lt. 6.

Workshop dibuka oleh Koordinator Tata Usaha Pusat Riset Kelautan Ir. Theresia Lolita N, M.Si, dan dibawakan oleh Narasumber dari Sekretariat Jenderal, Biro Umum dan Pengadaan Jasa Ari Ruhimat, S.Pi, M.M., dan Pusat data, Statistik dan Informasi, Andetta Yulnanda, S.T. Workshop dihadiri oleh seluruh pegawai lingkup Pusat Riset Kelautan dan UPT-UPT seperti LRDSKP, BROL, LPSTK, unit rintisan PIAMARI dan MIAMARI.

Aplikasi e-Layar diharapkan dapat menyelesaikan masalah persuratan yang sering terjadi di perkantoran. Bapak Ari Ruhimat sebagai pembicara menyampaikan materi pengaplikasian e-Layar dan implementasinya selama periode 2019-2021 beserta tata naskah dinas. “Jadi memang garis besarnya bagaimana memetakan naskah dinas, kemudian yang meliputi persuratan, disposisinya, sampai di pengarsipannya” terangnya. Bapak Andetta Yulnanda dalam sesinya menjelaskan statistik penggunaan e-Layar ditahun 2020 dan penggunaan tanda tangan digital di aplikasi e-Layar. Workshop berjalan baik dengan para narasumber memaparkan dan menjelaskan penggunaan e-Layar hingga step by step dan para peserta memberikan beberapa feedback seperti masalah dalam penggunaan e-Layar, contoh penggunaan e-Layar dan beberapa masalah teknis yang harus dipecahkan dari pusat. Diharapkan setelah workshop ini, pegawai lingkup Pusat Riset Kelautan telah memiliki kemampuan dasar pengoperasian aplikasi  e-Layar dan menjawab masalah-masalah yang terkait dengan penggunaan aplikasi e-Layar. (Reportase : Ismail Adyaksa, Editor : Hikmat JW)


Last Updated on Wednesday, 24 February 2021 09:33
 

Pusriskel Terima Kunjungan Audiensi Dari Pimpinan Komisi D DPRD Kab. Jepara Terkait Pengembangan Teknologi Kapal Insinerator Sampah (KIS) Dan Konsep Tata Kelolanya

E-mail Print PDF

Senin, 22 Februari 2021.- Bertempat di Auditorium BRSDM Ancol Gd.1 lt.4 telah berlangsung pertemuan inisiasi kerjasama antara Pusat Riset kelautan BRSDMKP dan mitra pengguna (Pemerintah Kabupten Jepara, Jawa tengah) terkait pengembangan teknologi Kapal Insinerator Sampah (KIS)beserta konsep tata kelolanya hasil karya para peneliti Pusat Riset Kelautan (Pusriskel).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BRSDMKP Prof. Ir. Sjarief Widjaja,  sekaligus memimpin jalannya  pertemuan yang didampingi oleh kepala Pusat Riset Kelautan Dr. I Nyoman Radiarta, Kepala Pusat Riset Perikanan Yayan Hikmayani, Kepala Pusat Pendidikan KP Dr. Bambang S. dan Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP Dr. Lily Aprilya. Turut hadir dari jajaran pimpinan DPRD Kab. Jepara; Ketua Komisi D  Sutrisno, wakil ketua Fauzi , 1 orang anggota dewan komisi D Sunarto beserta satu orang staf pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama pemerintah kabupaten Jepara, para pimpinan komisi D DPRD Kab.Jepara sangat mengapresiasi adanya inisiasi kerjasama ini. Terlebih lagi pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Jepara beserta jajaran sebagai mitra pengguna. Para anggota komisi D sangat tertarik dengan teknologi kapal pengangkut sampah yang dikembangkan oleh Pusriskel  BRSDM KP yang diyakini mampu membantu mengatasi persoalan sampah laut di wilayahnya. Sebagai komisi yang diberi mandat menangani permasalahan lingkungan hidup, para pimpinan Komisi D sangat prihatin dengan permasalahan sampah laut di wilayahnya  terutama di pulau Karimun Jawa yang menjadi salah satu destinasi wisata nusantara dan memiliki ekosistem mangrove yang masih terjaga kelestariannya.


Kedua belah pihak berharap penjajakan kerjasama pembuatan kapal insineretaor sampah (KIS) ini dapat terwujud dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pulau Karimun Jawa. “Jika tidak ada refocusing anggaran untuk Covid, pasti Jepara sudah memiliki Kapal insinerator buatan Pusriskel ini”, terang Sutrisno. Lebih lanjut Kepala BRSDM Sjarief Wijaya menyarankan hendaknya jika tidak dapat terimplementasi untuk kapal insineratror dengan kapasitas angkut yang besar , kita dapat memulainya dari kapal pengangkut sampah dengan kapasitas lebih kecil yang nilainya lebih terjangkau, misal 300-400 Juta. “lebih baik kecil-kecil tapi jumlahnya banyak dan lebih efektif menjangkau beberapa titik pulau daripada besar tapi tidak dapat terimplementasi karena refocusing budget.” Terang Sjarief.

untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini, Kepala BRSDM meminta Dr. Nyoman Radiarta selaku Kepala Pusat Riset Kelautan dan ketua tim Teknologi Kelautan Dr. Handy Chandra untuk dapat menyempurnakan konsep desain kapal dengan kapasitas yang lebih kecil dan merumuskan rencana aksi berikutnya  agar kerjasama ini tetap  dapat terimplementasi dan menyesuaikan kemampuan anggaran Pemkab Jepara.

Pertemuan diakhiri dengan pemberian buku ilmiah hasil riset terkait pengelolaan sampah di kepulauan buah karya para peneliti pusriskel yang baru saja terbit di awal tahun 2021.Hk.Red.



Last Updated on Wednesday, 24 February 2021 21:19
 

BRSDM KKP Bakal Bangun Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut di Lombok Tengah

E-mail Print PDF

MATARAM-Potensi kelautan dan perikanan di NTB sangat besar. Sehingga kehadiran investor sangat diperlukan, agar bisa bersinergi dan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di daerah. Ini disampaikan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menerima audiensi Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di ruang kerjanya, Senin (1/2).

Saat ini, Pemprov NTB terus mendukung berbagai program dari pemerintah pusat untuk kemajuan daerah. Salah satunya, BRSDM KKP merencanakan pembangunan technopark sumber daya pesisir dan laut yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya kira technopark salah satu program unggulan dari presiden dan kalau direalisasikan ini akan bagus sekali, karena NTB dengan technopark bukan suatu hal yang baru,” kata gubernur.

Doktor Zul, sapaan akrab gubernur, berharap agar selain fokus pada pengembangan kelautan dan perikanan, technopark yang akan dibangun diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya dan potensi lokal yang ada. “Sektornya bisa diganti dari tambak udang, limbahnya bisa jadi pakan lobster. Rumput laut kemudian nanti bisa menjadi kosmetik,” tutur orang nomor satu di NTB ini.

Peneliti Pusat Riset Kelautan brsdmkp, KKP Taslim Arifin menuturkan, ide awal dari technopark muncul pada tahun 2014-2015. Saat itu ada program blue ekonomi di Lombok di bawah KKP. “Technopark sumber daya pesisir dan laut ini akan menjadi center of excellence di bidang riset. Hal ini untuk mendukung kebijakan-kebijakan kelautan dan perikanan, konsepnya yaitu wilayah lasser Sunda Island yang berpusat di Lombok,” kata Taslim menjelaskan arah dan konsep technopark yang akan dibangun.

Selanjutnya, akan dilakukan proses pembicaraan yang lebih dalam mengenai pembangunan technopark sumber daya pesisir dan laut di Lombok dengan pimpinan terkait agar tahun ini dapat segera dilaunching. “Semoga dengan dukungan gubernur kita dapat memulai dan kami akan melaporkan kepada pimpinan untuk segera memulainya,” katanya.

BRSDM KKP juga menginisiasi berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Khususnya pengoptimalan wilayah-wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di NTB.

Sumber Berita : Jawapos


Last Updated on Monday, 15 February 2021 15:34