Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Sjarief Widjaja Kunjungi BROL

E-mail Print PDF

Perancak (03/07). Kunjungan dari kepala BRSDM KKP RI, Prof. Sjarief Widjaja pada Selasa (03/07) lalu di Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) berisi kegitan yang ditujukan untuk memberi arahan dan motivasi dalam memajukan program-program BROL yang telah tersusun. Pada kesempatan tersebut, Prof. Sjarief Widjaja didampingi oleh Riyanto Basuki, M.Si (Kepala Pusat Riset Kelautan) serta Rektor Politeknik KP Jembrana.

“BROL memiliki sebuah potensi yang cukup besar dan sangat layak  untuk  dikembangkan, kesempatan untuk menjadi sebuah sentra riset kelautan terbaik sangat terbuka lebar” ujar Prof. Syarief  Widjaya saat memberikan arahan di Aula Gedung Observasi Laut Nasional BROL.

Susunan program yang dibuat oleh pegawai BROL terdiri dari 7 (tujuh) program riset prioritas dinilai cukup baik untuk dijalankan Program-program ini dinilai cukup baik seperti menghidupkan Ground Station ( Bali Radar Satelit ), mengidentifikasi mitra pengguna fasilitas Bali, dan melakukan kerja sama dengan mitra Nasional.

“Permasalahan mikroplastik merupakan salah satu hal yang hangat dibicarakan, hal ini  dikarenakan Indonesia mendapatkaan peringkat kedua didunia sebagai penghasil sampah plastik terbesar” ungkap Syarief dalam sambutannya.

Demi mengurangi dampak dari sampah plastik tersebut, Syarief berharap semua program dapat berjalan sesuai harapan dan dibuatkan matriks yang jelas.

“Saya berharap kunjungan beliau mampu meningkatkan kinerja pegawai BROL agar lebih maksimal  dan mampu  melihat potensi sekitar yang memilliki nilai potensial”, ujar Dr. I Nyoman Radiarta di akhir acara kunjungan.

Pewarta : Nicho Aliqfan & Shodik Widyatmoko



Last Updated on Monday, 13 August 2018 13:25
 

Peneliti Pusris Kelautan dan LIPI Olah Data Potensi Stok Karbon Pesisir Indonesia

E-mail Print PDF

Jakarta, 5 Juli 2018. Peneliti senior Pusat Riset Kelautan (Pusris Kelautan), Dr. Novi Susetyo Adi dan Dr. Agustin Rustam, diundang oleh Pusat Penelitian Oseanografi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI) dalam rangka konsiyering lanjutan untuk integrasi data karbon pesisir milik Pusris Kelautan dan P2O LIPI. Konsinyering yang pertama telah dilakukan pada tanggal 26-28 Februari 2018. Konsiyering yang kedua juga dilakukan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, selasa-kamis tanggal 26-28 Juni 2018 di Babakan, Bogor. Rangkaian acara konsinyering P2O LIPI ini dilaksanakan dalam rangka pengolahan data dan penyusunan Summary for  Policy Maker pada kegiatan penelitian “Potensi Stok dan Serapan Karbon di Kawasan Pesisir Indonesia".  Pada pertemuan tersebut secara khusus dilakukan penyusunan potensi cadangan dan serapan karbon ekosistem mangrove dan padang lamun untuk cakupan Nasional. Kegiatan yang dilakukan mencakup kompilasi sebaran data dan riset karbon biru Indonesia, pembahasan layanan ekosistem biru untuk menyerap karbon, dan peran program konservasi dan rehabilitasi ekosistem vegetasi peisisir untuk mendukung pembangunan rendah karbon.  Sebaran data primer yang dilakukan dua instansi, yaitu P2O-LIPI dan Pusris Kelautan-KKP tersebut  diolah sebagai dasar penyusunan Summary for  Policy Maker untuk aspek karbon biru.


Last Updated on Friday, 06 July 2018 07:56
 

Perubahan Nomenklatur BRSDM Tahun 2019 Dibahas

E-mail Print PDF


Jakarta, 03 Juli 2018. Bertempat di Ruang Rapat Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) Gedung 2 BRSDMKP pada hari Senin, 02 Juli 2018 berlangsung Rapat Perencanaan Program Anggaran Tahun Anggaran 2019, yang dipimpin oleh Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si., Rapat  dihadiri oleh para pejabat Eselon 3 dan 4 lingkup Pusat Riset Kelautan,  diantaranya Kepala Bidang Sumber Daya laut dan Kewilayahan Erish Wijdanarko, S.T.,  Kepala Bidang Perekayasaan dan Pengkajian Teknologi Kelautan Dr. Ifan Ridlo Suhelmi, Kepala Bagian  Keuangan Ir. Theresia Lolita, M.Si., Kepala SubBidang Sumber Daya laut  Yenung Secacari, M.Sc., dan Kepala SubBidang Kewilayahan Eko Triasro, M.Si., Kepala SubBidang Konservasi Joko Hardono, M.E., Kepala SubBidang Perekayasaan Teknologi Kelautan Donal Daniel, MT., Kepala Subbagian Keuangan B. Realino, M.Si., dan Kepala Subbagian Umum Dra. Yayah Shobariyah.  Hadir pula perencana muda Indra Hermawan, M.Si dan peneliti lingkup Pusriskel, yakni  Dr. Novi Suseno Adi,  Dr. Agustin Rustam, Rainer Arief Troa, M.Si., Dr. Dwiyoga Nugroho, dan  La Ode Nurman Mbay, M.Si.

Agenda utama rapat tersebut adalah pembahasan mengenai rancangan struktur organisasi perubahan nomenklatur  BRSDM tahun 2019 menjadi Dirjen Aplikasi Riset dan SDM, fokus pada konsep rancangan struktur organisasi Direktorat Implementasi Riset Kelautan. Kemudian dilanjutkan dengan  pembahasan Program Anggaran 2019 Pusriskel yang meliputi, Rekomendasi  kajian kelautan, Citra radar satelit bumi Perancak, Lanjutan Pembangunan Piamari dan Miamari, Hasil Inovasi Kelautan, Sentra Nelayan yang terbangun Sistem Informasi Kelautan dan Perikanan, Kawasan pesisir yang terpetakan sumber dayanya, WPP yang terpetakan karakteristik dan sumber dayanya,  dan Inovasi teknologi adaptif lokasi garam.

Di tahun 2019 kegiatan riset Pusriskel mencakup beberapa tema, diantaranya  Reklamasi, Konservasi, Bangunan Laut, Arkeologi Maritim, Marine Debris dan Oil Spill. Sedangkan di bidang kerjasama akan melanjutkan kerjasama dengan Negara  Korea (KMOUC) dan Jepang (SATREP dan GEF).

Berita terkait :


Last Updated on Wednesday, 04 July 2018 11:48
 

Pelepasan Purna Tugas Pegawai Pusris Kelautan

E-mail Print PDF


Jakarta, 03 Juli 2018. Bertempat di Ruang Theater Blue Fin pada hari Kamis , 28 Juni 2018 lalu Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) mengadakan acara Pelepasan Purna Tugas salah satu pegawai Pusat Riset Kelautan Bapak Samsudin, A.Ma.  Acara  diawali dengan sambutan oleh Kepala Pusriskel Drs. Riyanto Basuki, M.Si serta sambutan  Bapak Samsudin, A.Ma., dan dilanjutkan dengan  penyerahan kenangan-kenangan kepada Bapak Samsudin sebagai rasa terima kasih atas pengabdiannya selama ini.  Pak Encuk, begitu panggilan akrab beliau, yang lahir di Jakarta pada  tanggal 26 Juni 1960 adalah pelaksana Subbidang Riset Kewilayahan, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan SDMKP.  Beliau mulai bekerja di KKP terhitung mulai 01 Maret  1981 dan telah merapungkan tugas terhitung mulai 03 Juli 2018 dengan masa bakti selama 37 Tahun 4 Bulan.


Last Updated on Tuesday, 03 July 2018 09:33
 

Kontribusi Peneliti Pusris Kelautan Pada Symposium SDG 14-Life Below Water di Sri Lanka

E-mail Print PDF

Jakarta, 1 Juli 2018. Pada tanggal 21-22 Juni 2018 di Colombo, Sri Lanka Delegasi RI (DELRI) KKP yang diketuai oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Kelautan, Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA dengan anggota perwakilan dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut  dan Peneliti Pusat Riset Kelautan, BRSDMKP  Dr. Anastasia R. Tisiana, menghadiri Regional Symposium on SDG 14 – Life Below Water (Blue SDG) atas undangan dari Ministry of Fisheries & Aquatic Resources Development and Rural Economy Sri Lanka. Pertemuan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Pemerintah Sri Lanka dan Pemerintah Norwegia dengan tujuan pertukaran informasi capaian tiap negara untuk dalam memenuhi target SDG 14, Life Below Water.

Acara dibuka oleh Minister of Fisheries & Aquatic Resources Development and Rural Economy Sri Lanka dan dihadiri oleh perwakilan dari negara yang termasuk dalam Bay of Bengal Large Marine Ecosystem (BOBLME), yaitu India, Bangladesh, Sri Lanka, Maladewa, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar.

Pada saat symposium Indonesia menyampaikan country report dengan beberapa pokok bahasan, diantaranya Marine pollution, Marine and coastal ecosystems management, IUU fishing and destructive fishing practices, Ecosystem approach for fisheries management, Achieve Aichi targets, Minimize and address the impacts of ocean acidification, dan Adverse impact of climate change. Selain itu juga dibahas pula mengenai tentang formulasi mekanisme kerjasama regional bidang kelautan dan perikanan lingkup BOBLME.

Seluruh peserta symposium sepakat  untuk menindaklanjuti beberapa hal,  yakni Pertukaran pengalaman dan pembelajaran guna peningkatan efektivitas kerjasama regional dalam mencapai SDG 14; Adopsi pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dan kerjasama regional yang spesifik dalam pengelolaan kelautan yang berkelanjutan; Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengelolaan perikanan lingkup regional; Perlunya aksi bersama untuk mengatasi isu lintas batas, seperti sumberdaya ikan dan pencemaran laut; Koordinasi yang efektif melalui Regional Fisheries Management Organisations (RFMOs) serta kerjasama antar sektor dan antar pemangku kepentingan; dan Penguatan mekanisme kerjasama regional, baik secara formal maupun informal

Indonesia mengusulkan adanya pembentukan EAFM Center di tiap negara. Melalui EAFM Center ini dapat dilakukan pertukaran informasi terkait dimensi sumberdaya perikanan dan ekosistemnya, dimensi pemanfaatan sumberdaya perikanan untuk kepentingan sosial ekonomi masyarakat, dan dimensi kebijakan perikanan itu sendiri. Diharapkan kerjasama ini  dapat bermanfaat  untuk memberantas IUU Fishing di kawasan Samudera Hindia.


Last Updated on Monday, 02 July 2018 13:54
 

Sosialisasi PPDPI Kepada Nelayan Cerdas Pengambengan

E-mail Print PDF


Pengambengan (28/06). Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) merupakan salah satu produk riset unggulan BROL yang didistribusikan secara rutin dan berkala. Makin kesini, distribusi PPDPI makin berkembang. Tak hanya melalui website saja, PPDPI akan didistribusikan melalui beragam platform, salah satunya sosialisasi secara interaktif bersama para pengguna.

Kamis (28/06) lalu, BROL adakan sosialisasi PPDPI untuk nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), PPN Pengambengan, dan Stasiun Klimatologi (Statklim) Kelas I Negara ini dihadiri oleh para pegawai instasi terkait, fishing master di wilayah Pengambengan dan Muncar, serta mahasiswa magang dari BROL dengan jumlah keseluruhan peserta sekitar 50 orang.

Acara dibuka oleh moderator (Afriza Aziz), disambung dengan sambutan pengantar oleh Dr. Bagus Oktori Sutrisno, A. Pi, M.M selaku Kepala PPN Pengambengan, dilanjutkan dengan pengenalan BROL oleh Dr. I Nyoman Radiarta, M. Sc (Kepala BROL), dan terakhir pengenalan tentang Stasiun Klimatologi Kelas I oleh Rakhmat Prasetia, M.Si (Kepala Statklim).

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan antar pihak, terutama ketersediaan informasi-informasi yang mendukung kegiatan perikanan, baik dari pemerintah, maupun keadaan nyata di lapangan”, ungkap Dr. Radiarta.

Menyambung sambutan dan pengenalan tersebut, kegiatan di lanjutkan dengan diskusi interaktif. Materi pertama ialah sosialisasi PPDPI oleh Dr. Denny Wijaya Kusuma, M.Si dari BROL. “Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) merupakan peta yang memuat informasi daerah potensi penangkapan ikan pelagis (tuna dan lemuru) di wilayah perairan Indonesia. Informasi PPDPI diperbaharui secara rutin 3 kali dalam seminggu, setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Inovasi ini merupakan salah satu alat bantu nelayan untuk menentukan lokasi penangkapan ikan, sehingga jumlah tangkapan dapat lebih optimal”, ungkap Dr. Denny.

“Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah tangkapan ikan lemuru yang merupakan primadona di area Selat Bali ini. Selain pengaruh perubahan iklim, pergantian massa air laut, kegiatan penangkapan yang berlebihan juga menjadi faktor penting yang harus kita ubah. Berdasarkan survei lapangan yang pernah kami lakukan pada tahun 2017 lalu, ikan lemuru terdeteksi keberadaanya berada di kedalaman 40 m. Butuh penelitian lebih lanjut terkait keadaan ini”, tambahnya.

Materi kedua adalah tentang prakiraan cuaca dan iklim untuk kegiatan perikanan oleh Wahyu Widodo Putranto, M.S i dari Statklim Negara. “Kami menyediakan informasi prakiraan cuaca dan iklim, yang menjadi salah satu informasi penting untuk membantu kelancaran kegiatan perikanan di wilayah Selat Bali, terutama Pengambengan. Melalui informasi tersebut, para nelayan diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih baik sebelum memutuskan untuk melaut. Informasi dari kami telah tersedia di beberapa lokasi strategis di wilayah PPN Pengambengan yang dapat dengan mudah di akses secara langsung”, ungkapnya.

“Saya berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini. Karena kami tertarik dengan informasi dari materi yang telah disampaikan tadi. Semoga dengan kerjasama yang baik, kami dapat terbantu, begitu juga sebaliknya”, tutur salah satu fishing master yang hadir.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Rencana kedepan dari kegiatan ini ialah menjalin koordinasi dan diseminasi lebih lanjut dengan para fishing master melalui grup Whatsapp “Nelayan Cerdas”.



Last Updated on Monday, 13 August 2018 13:25