Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

BRSDM meluncurkan Aplikasi Aquarium Indonesia

E-mail Print PDF


Jakarta – Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Maman Hermawan  mewakili Kepala BRSDM meluncurkan aplikasi Aplikasi Aquarium Indonesia, dalam gelaran Pameran dan Kontes Ikan Hias 2019 yang bertemakan ‘Bangun Industri Ikan Hias di Era 4.0’, Minggu, 4 Agustus 2019, di Plaza Kalibata.

"Persoalan mendasar di Indonesia adalah  pendataan yang kurang akurat. Data ikan hias Indonesia belum dapat ditelusuri, tentu ini adalah masalah yang besar dalam perindustrian ikan hias Indonesia. Tentu, peluncuran Aplikasi Aquarium Indonesia harua dijadikan momentum kita bersama untuk memecahkan  persoalan data spesies ikan yang beragam antar kementerian, lembaga, hingga pembudidaya.  Platform ini merupakan ide dan semangat baru proses pendataan ikan hias Indonesia dan merupakan platform pertama dengan data termasiv di Indonesia," tutur Maman Hermawan.

Lebih lanjut Maman Hermawan menyampaikan bahwa Aplikasi Aquarium Indonesia didesain untuk mendokumentasikan semua spesies biota akuatik ornamen dan tanaman hias Indonesia dalam bentuk repositori spesies, serta mewadahi para pembudidaya, pedagang, eksportir dan konsumen aquaria di tanah air dalam bentuk bursa komersial online.

Ketua STP Jakarta Mochammad Heri Edy, menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Aquarium Indonesia dapat diunduh di Google Play Android. Selain itu, ciptaan HAKI-Copyrights nya telah didaftarkan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

“Aplikasi teranyar ini diinisiasi, dikontruksi dan dikembangkan oleh Dosen STP Kadarusman dan himpunan taruna Prodi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan STP Angkatan 53 yang dikoordinatori oleh Achmad Naufal Athallah dan Nurhadiah,” tutur Heri Edy.

Dalam laporannya, Dosen STP Kadarusman menjelaskan bahwa Repositori spesies pada Aplikasi Aluarium Indonesia memuat potensi sumberdaya biota akuatik ornamen, baik yang telah diperdagangkan secara luas maupun yang berpotensi sebagai biotop hias. Biotop dibagi ke dalam grup taksa ikan, krustasea, tortoise, karang-kerang, tanaman air dan biota/produk akuarium lainnya. Turut Hadir dalam acara pameran dari Pusriskel Kasubbid Perekayasaan Teknologi Donald Daniel, M.T.

Sumber : Humas BRSDM


Last Updated on Wednesday, 07 August 2019 21:27
 

Sosialisasi Sistem Informasi Kenelayanan di Kabupaten Tulungagung

E-mail Print PDF


Tulungagung (31/07/19) - Pada tanggal 31 Juli 2019 bertempat di Ruang Aula Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung dilaksanakan implementasi sistem informasi kenelayanan di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan sosialisasi di Tulungagung merupakan lokasi ke-8 pada tahun ini atau ke-88 selama kegiatan ini berlangsung sejak tahun 2015. Pada tahun anggaran 2019 ini sebanyak 20 lokasi sentra nelayan menjadi target pelaksanaan sosialisasi Sistem Informasi Kenelayanan atau yang biasa disebut dengan aplikasi Nelayan Pintar (Nelpin). Sehingga pada tahun ini target 100 lokasi sesuai dengan RPJM 2015-2019 akan dapat dicapai.

Sosialisasi aplikasi kenelayanan ini dilaksankan oleh tim dari Pusat Riset Kelautan yang terdiri dari Dr.Ifan R Suhelmi selaku Kabid Teknologi Kelautan, Penny Dyah Kusumaningrum, Adi Darmawan dan Redi Wibowo. Peserta sosialisasi yang menghadiri kegiatan ini meliputi perwakilan kelompok nelayan, perwakilan penyuluh perikanan dan jajaran bidang perikanan tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tuungagung. Dalam sambutanya, kepala dinas yang diwakili oleh kasi perikanan tangkap menyatakan nelayan membutuhkan teknologi yang memberikan berbagai informasi yang mudah diakses untuk mendukung dalam usaha kegiatan penangkapan ikan secara efisien. Kepala Bidang Riset Teknologi Kelautan dalam sambutannya menyatakan bahwa di era digital ini akses untuk mendapatkan informasi secara mudah dari berbagai macam sumber. Salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan bisa diperoleh melalui aplikasi Sistem Informasi (SI) Kenelayanan di platform Android. Sebab aplikasi ini berisi informasi daerah penangkapan ikan (Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan atau PPDPI) yang dihasilkan oleh Balai Riset Observasi Laut di Prancak Bali, informasi cuaca seperti angin dan tinggi gelombang serta fitur lain seperti lapor tangkapan, harga ikan dan perhitungan kebutuhan BBM.

Sosialisasi diakhiri dengan praktek penggunaan aplikasi, diawali dengan mendownload aplikasi dari playstore, dilanjutkan dengan praktek sekaligus pengenalan fitur-fitur yang ada pada aplikasi dan bagaimana memanfaatkannya. Pada sesi pelatihan dipandu oleh tim dari Pusat Riset Kelautan. Informasi dari fitur ini dirasa sangat membantu para nelayan sebelum mereka pergi ke laut untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan.



Last Updated on Thursday, 01 August 2019 07:17
 

Pusriskel Aktif Dalam Kegiatan Workshop Tanggap Bencana Tsunami

E-mail Print PDF

Jakarta, 29 Juli 2019. Peneliti Pusriskel Dr. Semeidi Husrin kembali diundang sebagai Pembicara terkait tanggap bencana Tsunami pada acara Workshop ‘’Membangun Masyarakat Tanggap Bencana Tsunami Selat Sunda (Gunung Anak Krakatau)’’. Workshop yang  disponsori oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Pemda Lampung, UNILA dan Ikatan Alumni – ITB ini berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Sabtu 27 Juli 2019.  Acara dihadiri oleh WAGUB Lampung, SEKDA Provinsi Lampung, Dr. Ridwan Djamaluddin (Deputi Infrastruktur  Kemenkomaritim), Rektor Universitas  Lampung,dan Ketua IA ITB Lampung. Para Pembicara lainnya yang turut hadir diantaranya adalah Dr. Muhammad Sadli (Deputi Geofosika, BMKG), Ir. Wisnu Wijaya, M.Sc (Deputi Mitigasi Bencana – BNPB), Dr. Ir. Wahyu Pandoe, M.Sc. (Deputi Bidang Teknologi  Industri Rancang), Kasbani, M.Sc (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,  ESDM), DR. Parluhutan Manurung ( BIG ), Mulyanto, Y.S., S.E. (Kemenpar), Mona Arif Muda Batubara, S.T., M.T. (UNILA), Kelik Hendro Basuki, S.T., M.T. dan Dr. Citra Persada (IA-ITB  Lampung).

Dr. Semeidi Husrin mempresentasikan performa alat IDSL dan status terkini serta beberapa kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihan alat IDSL ini adalah sudah diadopsi IOC sea level monitoring station, BMKG INA-TNT Program, BOM Australia dan kerjasama dengan BIG. UNILA saat ini juga sedang mengembangkan alat serupa dengan IDSL. Kegiatan Riset Pusriskel di Pangandaran (PIAMARI) yang direncanakan untuk  mereproduksi IDSL ini dapat dikerjasamakan dengan UNILA, karena mereka sudah ke tahap ujicoba langsung. BMKG dalam presentasinya juga telah memasukan IDSL Pusriskel dalam sistem terbaru peringatan tsunami bernama INA-TNT atau Peringatan dini Tsunami Non Tektonic.


Last Updated on Monday, 29 July 2019 13:18
 

Kunjungan Delegasi Rusia ke Pusriskel untuk Penjajakan Kerjasama Riset Laut Dalam

E-mail Print PDF


Jakarta, 23 Juli 2019. Pada hari Senin, tanggal 22 Juli 2019 kemarin Delegasi Rusia yakni Dr. Vasily Bublik dan Dr. Sergey Sokolov dari Geological Institute of The Russian Academy of Science of the Russian Federation berkunjung ke Kantor Pusat Riset Kelautan dengan tujuan penjajakan kerjasama riset  geodinamika laut dalam yang berlokasi di Laut Andaman. Diterima oleh Kepala Pusat Riset Kelautan, Drs. Riyanto Basuki, M.Si. mereka menyampaikan paparan rencana risetnya sekaligus berdiskusi tentang skema kerja sama riset dengan Pusriskel. Dalam sesi  kunjungan tersebut juga  dijadwalkan untuk  courtesy call dengan Kepala BRSDMKP Prof. Sjarief Widjaja, PhD FRINA.
Rencananya lingkup kerjasama yang akan dilakukan adalah Studi terintegrasi tentang karakteristik geodinamika dan dasar laut Laut Andaman, Eksplorasi dan penelitian Deepsea pada akuisisi, prosesing data seismik, interpretasi, dan analisis geologi-geofisika kelautan, serta program peningkatan kapasitas (capacity building), kegiatan ilmiah dan simposium kerja sama penelitian
Peneliti Madya Pusriskel  Dr. Widodo Pranowo pada sesi rapat dan diskusi dengan Delegasi Rusia menyampaikan prosedur pelaksanaan riset dengan negara lain di Indonesia, meliputi persyaratan,  perijinan dan kompetensi peneliti asing (FRP).
Kerjasama dengan Rusia ini sedang intensif dijajaki Tim Peneliti pada Bidang Sumberdaya Laut dan Kewilayahan yang dikomandani Kabid SDLK Erish Wijanarko, S.T, Kasubbid Kewilayahan Eko Triarso, M.Si., Korgiat  Rainer Arief Troa, M.Si., Dr. Ira Dillenia, dan Aida Heriati, MT. Direncanakan agenda hari Selasa 23 Juli 2019 Delegasi Rusia didampingi Rener dan Eko Triarso melawat ke Pusat Survey Geologi (PSG) Badan Geologi KESDM, P3GL dan Pusat Penelitian Geoteknologi  (P2G) LIPI di Bandung, dalam rangka penjajagan kolaborasi yang lebih luas. Pada  hari rabu tanggal 24 Juli 2019 direncanakan  Delegasi Rusia akan melakukan diskusi dengan Kepala BRSDM dan Kapusriskel di Gedung Mina Bahari III lantai 7.


Last Updated on Wednesday, 24 July 2019 09:48
 

BROL Raih Juara 1 Makalah Terbaik Sinas Inderaja 2019

E-mail Print PDF


Jakarta, 18 Juli 2019. Peneliti  Balai Riset dan Obsevasi Laut (BROL) Komang Iwan Suniada meraih Juara 1 makalah terbaik pada acara  Seminar Nasional Penginderaan Jauh (Sinas Inderaja) 2019 yang dilaksanakan di Depok pada tanggal 17 Juli 2019. Dengan judul Penggunaan Metode Rolling Mosaic Untuk Mendukung Pengembangan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Wilayah Pesisir, Komang memaparkan pengkajian metode rolling mosaic untuk mengurangi tutupan awan dalam pembuatan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) yang dipublikasikan oleh BROL.

Seminar Nasional dengan tema Peningkatan Pemanfaatan IPTEK Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tersebut diikuti oleh kurang  lebih 80 pemakalah dari berbagai Kementerian/Lembaga dan Universitas.



Last Updated on Tuesday, 23 July 2019 15:19
 

Kontribusi Peneliti Pusriskel pada Workshop PAUD Berkearifan Lokal dan Tangguh Bencana

E-mail Print PDF


Jakarta, 11 Juli 2019. Beberapa peneliti ahli Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) yakni  Dr.-Ing. Semeidi , Husrin (salah satu anggota Ikatan Ahli Tsunami Indonesia), Dr. Tubagus Solihuddin dan  Dr. Rudy Akhwadi  diundang  sebagai salah satu narasumber oleh Yayasan Permata Ilmu Bunda Angsa dan Sekolah Permata Nusantara dalam acara Workshop Implementasi Kurikulum K13: PAUD Berkearifan Lokal Tangguh Bencana.  Dr.-Ing. Semeidi Husrin membagikan pengalamannya  selama melakukan penelitian di bidang kebencanaan pesisir terutama terkait pentingnya kearifan lokal dalam proses mitigasi bencana alam seperti gempa dan tsunami. Workshop tersebut digelar mengingat banyaknya kejadian bencana terkait gempa bumi dan tsunami di tahun 2018 yaitu Gempa Lombok, Gempa dan Tsunami Palu, Gempa Situbondo dan terakhir adalah Tsunami Selat Sunda yang memakan ribuan korban jiwa. Workshop dilaksanakan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang Banten pada Senin - Selasa, 8-9 Juli 2019 dan dihadiri oleh beberapa aktivis PAUD yang dipimpin oleh Endang Mulyani Putro.

Pendidikan usia dini dinilai berperan penting dalam pengurangan resiko bencana terutama dalam pengurangan korban jiwa jika dikaitkan dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengahadapi bencana alam di daerah masing-masing dapat dipupuk dan ditingkatkan sejak dini. Workshop kali ini merupakan yang kedua bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Avicenna  setelah sebelumnya juga turut aktif saat digelar di Kecamata Sumur Pandeglang Banten. Hadir  pula beberapa narasumber nasional dari Kementerian dan Lembaga terkait,  diantaranya Director for Infrastructures of Shipping, Fishery, and Tourism at Coordinating Ministry for Maritime Affairs (Kemeko Kemaritiman), Dr. Eng. Rahman Hidayat, Chairman Indonesia Tsunami Foundation Gegar S. Prasetya, Ph.D., Peneliti Senior BPPT Bidang Mitigasi Tsunami Dr.-Ing. Widjo Kongko, Kepala Bidang infrastruktur wisata bahari, Kemenko Kemaritiman Velly Asvaliantina, M.Sc.


Last Updated on Monday, 29 July 2019 08:16