Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Kemenkomarves, Bappenas, dan KKP Implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden

E-mail Print PDF

Sekitar 2,5 jam sebelum waktu sunset, bertempat di lokasi Waha Tourism Community, Jumat (28/2), sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (KomenkoMarves) melakukan implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden.

Kegiatan implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden disebut dengan kegiatan Memoarial Planting. Combbity Garden merupakan akronim dari Community Based Biodiversity (Combbity) Garden, suatu kawasan yang diinisiasi untuk restorasi karang yang berlokasi di Desa Waha dan Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi.

Acara dimulai dengan foto bersama seluruh peserta implementasi Wakatobi Sea Bamboo, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti untuk penanda lokasi deployment substrat bambu laut, yang diwakili oleh Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi KemenkoMarves), Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas), dan Akhmatul Ferlin (Kepala LPTK BRSDM KP).

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan prasasti yang berisi daftar nama peserta implementasi Wakatobi Sea Bamboo, khususnya Tim dari KomenkoMarves dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Setelah penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan penyerahan bibit bambu laut oleh Tukul Rameyo Adi mewakili Tim KemenkoMarves dan Bappenas kepada Pihak Waha Tourism Community (WTC) untuk selanjutnya ditanam di lokasi Combbity Garden.

Sunarwan Asuhadi, Ka Keltiyasa LPTK yang mendampingi Akhmatul Ferlin pada kegiatan ini mengatakan bahwa Teknologi Wakatobi Sea Bamboo merupakan hasil kegiatan perekayasaan LPTK BRSDM KP dalam rangka menindaklanjuti Kepmen KP No. 46/KEPMEN-KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas bambu Laut (Isis spp.), yang saat ini telah berubah status perlindungannya menjadi status perlindungan penuh melalui Kepmen KP No. 8/KEPMEN-KP/2020 tentang Perlindungan Penuh Bambu Laut (Isis spp.).

“Perekayasaan tersebut menerapkan Metode integrasi ex-situ dan in-situ (Migrasi), yang disebut dengan Wahana Perekayasaan Teknologi Konservasi Biota Sea Bamboo atau Wakatobi Sea Bamboo yang berlokasi di Laboratorium Konservasi LPTK BRSDM KP sebagai lokasi ex-situ dan lokasi blue hole Ou Ntooge, dengan luas ± 8,5 ha, meliputi 2 desa, yakni Desa Waha dan Desa Koroe Onowa Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi sebagai lokasi in-situ,” bebernya. Implementasi Wakatobi Sea Bamboo diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di lokasi kegiatan in-situ. Demikian harapan dari LPTK BRSDM KP.

“Lokasi blue hole Ou Ntooge yang dijadikan sebagai lokasi Combbity Garden merupakan salah satu lokasi yang pernah mengalami eksploitasi, yakni destructive fishing berupa pengeboman ikan pada tahun 1980 – 1990-an. Dengan demikian implementasi Combbity Garden merupakan upaya nyata LPTK BRSDM KP dan masyarakat Desa Waha – Koroe Onowa untuk memulihkan kondisi ekosistem Ou Ntooge melalui restorasi berbasis kawasan,” tambah Sunarwan. “Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai jasa lingkungan Combbity Garden, LPTK BRSDM KP telah menginisiasi paket riset eko-eduwisata melalui implementasi Memorial Planting Wakatobi Sea Bamboo di Lokasi Combbity Garden,” tutupnya.

Sumber berita : Publiksatu.co


Last Updated on Monday, 02 March 2020 10:07
 

Realitas Perairan Kepton Dibeber di Hadapan Pejabat Kemenkomarves

E-mail Print PDF

Dalam paparannya di hadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (KemenkoMarvest), Akhmatul Ferlin, Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK BRSDM KP) menyebutkan bahwa setidaknya ada enam permasalahan Pulau-Pulau Kecil.

Apa saja? Kemiskinan masyarakat dan keterbatasan Sumber Daya Manusia, akses transportasi dan komunikasi, infrastruktur dasar, pengawasan dan penegakan hukum konflik pengelolaan, rentan rusak dan daya dukung terbatas, degradasi lingkungan dan sumberdaya, serta biaya pembangunan tinggi.

Acara yang dihelat di Aula Patuno Resort tersebut, mengambil tema “Pembangunan Kemaritiman dan Investasi Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia”, selain dihadiri oleh peserta dari lingkup KemenkoMarvest, juga dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, Jumat (28/2)

Acara FGD kali ini merupakan bagian dari Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi tahun 2020 – 2024, dihadiri oleh hampir seluruh pejabat teras lingkup KemenkoMarvest, di antaranya: Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi), Dedy Miharja (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim), Andri Wahyono (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa), Rahman Hidayat (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur), Elvi Wijayanti (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim), Tito Setiawan (Kepala Biro Umum), dan Arif Rahman (Kepala Biro Perencanaan dan Informasi), serta Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas).

Akhmatul Ferlin dalam bagian dari paparannya, mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kab. Wakatobi 2016-2020 mendefinisikan potensi kemaritiman, meliputi 3 potensi kemaritiman, yang pertama adalah potensi bagian permukaan, yang terdiri dari dari adat dan budaya bahari, jasa lingkungan, lokasi riset dan adaptasi bencana, wisata pantai dan panorama, energy angin dan matahari, transportasi dan konektivitas, dan perdagangan antar pulau.

Last Updated on Monday, 02 March 2020 10:01 Read more...
 

Pejabat Kemenkomarves dan Bappenas Sambangi LPTK

E-mail Print PDF


Jumat (28/2) sejumlah pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (KomenkoMarves) melakukan kunjungan ke Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) BRSDM KP. Hadir pada kunjungan tersebut, di antaranya Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi), Dedy Miharja (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim), Andri Wahyono (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa).

Hadir pula Rahman Hidayat (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur), dan Elvi Wijayanti (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim), Tito Setiawan (Kepala Biro Umum). Sementara itu, dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), hadir Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas). Pada kunjungan tersebut, rombongan Tim KomenkoMarves diterima oleh Akhmatul Ferlin selaku Kepala LPTK, didampingi oleh Cecep A. Hatori (Kasubsie TO), Aliruddin (Kaur TU), Nelly Hidayanti Sarira (Plh Kasubsie Peltek), dan Sunarwan Asuhadi (Ka Keltiyasa).

Setelah mendapatkan penjelasan terkait sejumlah informasi tentang fakta Kabupaten Wakatobi, Akhmatul Ferlin memperkenalkan sejumlah capaian kegiatan riset LPTK BRSDM KP. Dalam penjelasannya, Akhmatul Ferlin memperkenalkan Wahana Perekayasaan Teknologi Konservasi Biota Sea Bamboo yang disingkat dengan Wakatobi Sea Bamboo yang merupakan kegiatan perekayasaan yang dilakukan LPTK dalam menindaklanjuti Kepmen KP No. 46/KEPMEN-KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas bambu Laut (Isis spp.). Bahkan saat ini bambu laut telah berubah status perlindungannya menjadi status perlindungan penuh melalui Kepmen KP No. 8/KEPMEN-KP/2020 tentang Perlindungan Penuh Bambu Laut (Isis spp.).

Setelah mengenalkan Teknologi Wakatobi Sea Bamboo, Ferlin melanjutkan penjelasannya mengenai Teknologi Wahana Keselamatan dan Pemantauan Obyek Berbasis AIS yang disebut dengan Wakatobi AIS. Pada kesempatan tersebut, Akhmatul Ferlin didampingi Arief Rahman, Perekayasa LPTK. “Saat ini, Wakatobi AIS dalam tahap persiapan uji sertifikasi di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Ditjen Perhubungan Laut RI,” tutur Arief.

Arief, pria kelahiran Bima ini menambahkan bahwa hasil sertifikasi ini akan digunakan untuk persyaratan bagi produksi massal WakatobiAIS sehingga bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, khususnya nelayan. Pada kunjungan tersebut, Tim KemenkoMarves berkesempatan menyaksikan secara langsung traffic pelayaran di Perairan Wakatobi melalui layar display stasiun center Radar – AIS LPTK BRSDM KP. Pihak KemenkoMarves memberikan apresiasi terkait pencapaian LPTK dan berharap bisa bersinergi dalam mengimplementasikan teknologi WakatobiAIS.

Sumber Berita : Publiksatu.co


 

Kepala LPTK Paparkan Potensi dan Pemanfaatan IPTEK Maritim Kepulauan Buton

E-mail Print PDF

Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK BRSDM KP) Akhmatul Ferlin, M.T., menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang  Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (KemenkoMarvest) di Resort Patuno, Wakatobi, 28 Februari 2020.

Tema FGD tersebut adalah “Pembangunan Kemaritiman dan Investasi Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia”.

Selain dihadiri peserta dari KemenkoMarvest, juga dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Pemda Wakatobi.

Sosok yang kerap disapa Ferlin tersebut menjelaskan bahwa setidaknya ada 6 permasalahan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia meliputi aspek kemiskinan masyarakat dan keterbatasan Sumber Daya Manusia, akses transportasi dan komunikasi, infrastruktur dasar, pengawasan dan penegakan hukum konflik pengelolaan, rentan rusak dan daya dukung terbatas, degradasi lingkungn, serta biaya pembangunan tinggi.

FGD ini merupakan bagian dari Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi tahun 2020 – 2024, dihadiri oleh hampir seluruh pejabat teras lingkup KemenkoMarvest.

Mereka yang hadir di antaranya Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi), Dedy Miharja (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim), Andri Wahyono (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa).

Lalu hadir pula Rahman Hidayat (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur), Elvi Wijayanti (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim), Tito Setiawan (Kepala Biro Umum), dan Arif Rahman (Kepala Biro Perencanaan dan Informasi), serta Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas).

Ferlin menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kab. Wakatobi 2016-2020 mendefinisikan potensi kemaritiman, meliputi 3 potensi kemaritiman.

Yang pertama adalah potensi bagian permukaan, yang terdiri dari dari adat dan budaya bahari, jasa lingkungan, lokasi riset dan adaptasi bencana, wisata pantai dan panorama, energi angin dan matahari, transportasi dan konektivitas serta perdagangan antar pulau.

Last Updated on Monday, 02 March 2020 09:40 Read more...
 

Dual Helix Industri Maritim dan Pusat Riset Kelautan Dijajagi

E-mail Print PDF

Kamis, 27 Februari 2020. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) dikunjungi oleh PT. Raise Indonesia One terkait penjajagan inisiasi kerjasama riset sistem bawah laut peringatan dini tsunami. Rencananya kerjasama akan dilakukan antara Hoseo University Korea dan Pusat Riset Kelautan.
Pertemuan dihadiri oleh 3 orang perwakilan dari PT. RI-One. Sementara dari pihak Pusriskel terdiri dari pejabat struktural dan fungsional di bidang teknologi kelautan dan peneliti kebencanaan, seperti: Dr. Ifan Suhelmi, Yenung Secasari, M.Sc, Dr.-Ing. Semeidi Husrin, Anwar, Donald Manurung, dan Dr.rer.nat Agus Setiyawan. Namun disayangkan, pihak Hoseo University tidak bisa hadir karena adanya travel ban virus Corona.
Direncanakan akan dilakukan ujicoba alat deteksi tsunami di Pangandaran Integrated Aquarium and Research Institute (PIAMARI) Pangandaran.
Perjanjian kerjasama akan dilakukan di bawah payung Memorandum Kesepahaman yang telah terjalin sebelumnya antara KKP dengan Kementerian Maritim Korea Selatan. Pembiayaan direncanakan secara cost sharing kedua negara.
Alat tersebut juga akan diujicoba apakah dapat juga dimanfaatkan untuk monitoring sumber daya ikan atau kepentingan KKP lainnya di saat tidak ada ancaman tsunami.
Alat tersebut nantinya juga akan dibandingkan performance-nya dengan alat pendeteksi tsunami lainnya yakni Inexpensive Device for monitoring Sea Level dynamics (IDSL) yang telah aktif sejak tahun yang lalu. IDSL ini merupakan kerjasama antara Indonesia dan Eropa.

Berita terkait :

Pusriskel Aktif Dalam Kegiatan Workshop Tanggap Bencana Tsunami

RC and the Indonesian Authorities collaborate for the design and implementation of an Emergency Early Warning System for the Krakatoa Volcano

Pemasangan Alat Emergency Peringatan Tsunami IDSL di Perairan Selat Sunda


Last Updated on Monday, 02 March 2020 09:25
 

Mahasiswa PKL Presentasikan Pola Sebaran Pasang Surut di Indonesia Berdasarkan Bilangan Formzhal

E-mail Print PDF


Jakarta, 28 Februari 2020. Kondisi pasang surut di Indonesia sangatlah berbeda pada setiap tempatnya, oleh karena itu pengetahuan akan pasang surut di Indonesia sangatlah penting bagi pengukuran, analisis dan pengkajian data muka air laut di wilayah tersebut. Perairan pantai meliputi perairan di daerah paparan benua dan perairan semi tertutup. Pasang surut di daerah pantai merupakan pasang surut yang menjalar dari laut yang terbuka/ lepas, sehingga di daerah ini komponen pasang surutnya seperti elevasi dan arus pasang surut mengalami perubahan jika dibandingkan dengan perairan dalam.  Setiap wilayah memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Studi perhitungan dan penentuan kondisi pasang surut telah banyak dilakukan baik secara konvensional maupun menggunakan metode admiralty yang bertujuan menentukan komponen dan tipe pasang surut

Pada hari ini, Jum'at, 28 Februari 2020, Nindya Oktaviana, seorang mahasiswi Universitas Jendral Soedirman - Purwokerto semester 6, telah melaksanakan presentasi akhir Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan judul : Pola Sebaran Pasang Surut di Indonesia Berdasarkan Bilangan Formzhal. PKL ini dibawah bimbingan Dr. Muhammad Ramdhan. Adapun sebagai penguji luar adalah Dr. Dini Purbani, Dr. Agustin Rustam dan Nasir Sudirman, M.Ling.  Nindya telah melaksanakan PKL selama 19 hari mulai 10 Februari 2020 sampai dengan 28 Februari 2020. Hasil akhir dari PKL mengenai Pola Sebaran Pasang Surut di Indonesia Berdasarkan Bilangan Formzhal ini adalah tipe sebaran pasang surut di Indonesia ada dua jenis,  yaitu: Tipe pasang surut harian ganda dan Tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda.


Last Updated on Friday, 28 February 2020 13:39