Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Belajar dari Fenomena Sampah di Bali: Jangan Buang Sampah ke Laut!

E-mail Print PDF

Jakarta - Jangan buang sampah di laut, mungkin kalimat ini sering terdengar. Tapi kenyataannya, sampah jadi masalah besar yang sekarang harus dihadapi, khususnya Bali. Fenomena sampah di Bali memang jadi sorotan. Sampah yang menggunung menghalangi cantiknya Bali. Alat-alat berat pun diturunkan untuk membantu petugas kebersihan.

 Sampah-sampah yang ada di Bali, diduga datang dari lautan. Menurut Dr. Widodo Pranowo, Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan KKP, sampah-sampah tersebut dibawa dari Laut Jawa ke timur. "Saat sampah terangkut masuk ke Selat Bali akibat arus permukaan dari arah barat, maka sampah akan terdorong ke arah ternggara, yakni sampah akan terakumulasi di pesisir barat Bali," jelas Widodo.

Hal ini berkaitan erat dengan kebiasaan kita sebagai Orang Indonsia yang suka buang sampah sembarangan. Sampah-sampah tersebut ternyata tak hanya datang dari daratan, tapi juga lautan. "Selat Bali kan juga padat jalur pelayaran tradisional dan feri penyebrangan. Bisa jadi mereka juga membuang sampah di Selat Bali, karena nggak ada yang mengawasi," ujar Widodo.
Kebiasaan ini juga menjadi momok yang harus diatasi oleh Indonesia. Seringanya ikut-ikutan buang sampah sembarangan akan berakibat fatal bagi negeri ini. "Orang kita kan sukanya latah. Kalau satu orang buang sembarang, lainnya ikut-ikutan. Apalagi kalau nggak disediakan tempat sampah," kata Widodo.

Fenomena sampah sendiri jadi hal juga seringkali kita hadapi. Contohnya saja acara-acara besar seperti malam pergantian tahun. Masyarakat secara sadar membuang sampah semabarang dengan dalih agar petugas kebersihan punya kerjaan. "Mereka sadar sadar-sadarnya membuang sampah secara sembarangan. Lihat saja kalau acara tahun baruan kemarin di Ancol, sampah di mana-mana," terang Widodo.

Apa kita kekurangan tempat sampah? "Mungkin ada, tapi perlu diperbanyak. Kalau bisa perbanyak tempat sampah di tempat wisata," usul Widodo. (bnl/wsw)

Sumber berita : Travel detik.com


Last Updated on Friday, 05 January 2018 09:58
 

BROL Lolos Seleksi Pusat Unggulan Iptek dari Kementerian Ristekdikti

E-mail Print PDF

Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) lolos dalam seleksi Pusat Unggulan IPTEK (PUI), Kementerian Ristekdikti. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Dokumen Masterplan Pembinaan PUI oleh Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta dalam acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 pada Rabu, 13 Desember 2017 di Jakarta. Acara ini merupakan upaya dari Kementerian Ristekdikti dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga litbang yang berkinerja unggul serta apresiasi terhadap badan usaha yang telah memanfaatkan hasil – hasil inovasi unggulan dari lembaga litbang.

BROL terpilih bersama 29 lembaga lainnya, setelah mengikuti serangkaian proses penilaian yang meliputi penguatan kapasitas internal, penguatan kapasitas riset dan pengembangan, serta penguatan kapasitas diseminasi. Dengan adanya penandatanganan Masterplan tersebut, BROL akan mendapatkan pembinaan dari Kementerian Ristekdikti menuju Pusat Unggulan Iptek dengan fokus unggulan Sistem Prediksi Kelautan.

Selain penandatanganan Masterplan,  juga dilakukan deklarasi Pusat Unggulan IPTEK, apresiasi BPPD berkinerja utama, penyerahan sertifikat akreditasi pranata litbang, serta apresiasi industri pemanfaat hasil litbang unggulan PUI. Sebanyak 37 produk hasil litbang PUI juga ditampilkan, sebagai ajang untuk menunjukkan hasil litbang dari lembaga PUI yang memiliki keunggulan masing – masing dibandingkan produk sejenis yang dihasilkan oleh lembaga litbang lainnya.

Sumber Berita :


Last Updated on Friday, 05 January 2018 09:56
 

Peneliti Perikanan Pun Mengolah Data Oseanografi Di Lab Data Pusat Riset Kelautan

E-mail Print PDF

Jakarta, 04 Januari 2018. Riset bidang perikanan laut tidaklah lepas dari data-data oseanografi. Lingkungan laut yang bersifat dinamis merupakan habitat ikan yang perlu dikaji dalam rangka untuk lebih memahami karakteristik ikan berikut prediksi lokasi keberadaannya.
Bertempat di Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan. Dua orang peneliti Pusat Riset Perikanan diberikan tutorial pengolahan dan analisis data suhu permukaan laut oleh salah satu instruktur Lab Data, Novita Ayu Riyandhini. Dr. Reny Puspasari dan Puput, M.Si saat ini sedang menyusun manuskrip artikel terkait perikanan Lemuru dan hubungannya dengan suhu permukaan laut dan khlorofil. Keberadaan populasi Lemuru yang sempat menghilang dari habitatnya di Selat Bali pada tahun 2010, menjadikan penasaran bagi Reny dan Puput.

Berita terkait : 


Last Updated on Thursday, 04 January 2018 08:12
 

Arahan Strategis 2018 Kepala Pusat Riset Kelautan

E-mail Print PDF

Jakarta, 03 Januari 2017. Hari ini bertempat di Ruang Rapat Yellow Fin, Gedung 2 BRSDMKP Lantai 6, Kepala Pusat (Kapus) Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Theresia Lolita N. M.Si. mengadakan acara pertemuan sehubungan dengan kegiatan Pusat Riset Kelautan tahun 2018. Dalam acara yang dihadiri oleh beberapa Kepala Subbidang Riset dan Pelaksana Subbag Umum serta tenaga kontrak lingkup Pusris Kelautan tersebut, Riyanto Basuki memberikan pengarahan khususnya kepada tenaga kontarak mengenai beberapa hak dan kewajiban tenaga kontrak yang harus dipenuhi. Pada kesempatan tersebut Bapak Kapus juga menyampaikan hasil penilaian kinerja tenaga kontrak untuk periode masa kerja Januari - Desember 2017. Selain itu, di tahun 2018 akan dilakukan reposisi tenaga kontrak yang sebelumnya membantu di struktural bidang riset, terkait adanya penambahan sub bagian data dan informasi dan sub bagian kerjasama di bidang Tata Usaha.


Last Updated on Thursday, 04 January 2018 07:42
 

Pusat Riset Kelautan Dibantu AMAFRAD Press Terbitkan 5 Album Data dan Informasi Pelabuhan Perikanan

E-mail Print PDF


Jakarta, 02 Januari 2018. Laboratorium Data Laut dan Pesisir (Marine & Coastal Data Laboratory) Pusat Riset Kelautan di sepanjang 2017 melakukan "repackaging" data dan informasi untuk pelabuhan perikanan. Repackaging yang dimaksud adalah peng-album-an data dan informasi prakiraan cuaca di pelabuhan perikanan 2016 yang telah didiseminasikan secara online melalui website. Pendokumentasian secara Album ini adalah sebagai back up data, mengingat server utama KKP pernah mengalami peretasan di awal tahun 2017. Sekaligus album tersebut dapat sebagai data referensi bagi riset atau masyarakat yang ingin melakukan reanalisis data.  Lembaga resmi penerbitan buku pertama yang dimiliki oleh KKP, yakni AMAFRAD Press, menyantuni Pusris Kelautan untuk menerbitkan Album tersebut. AMAFRAD Press yang dikelola oleh Sekretariat Badan Riset & SDM KKP tersebut mengeluarkan 5 (lima) Album Prediksi Suhu Permukaan, Curah Hujan, Kecepatan dan Arah Angin, yang masing-masing untuk Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), Pelabuhan Perikanan (PP) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Bagi masyarakat yang menginginkan Album tersebut tentunya dapat menghubungi langsung ke pihak AMAFRAD Press.


Last Updated on Tuesday, 02 January 2018 09:12
 

Selamat Tahun Baru 2018

E-mail Print PDF



Last Updated on Monday, 01 January 2018 08:19