Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

FGD Kajian Kebijakan Penataan Pesisir Barat Sumatra Berbasis Mitigasi Bencana

E-mail Print PDF

Pusat Litbang Sumberdaya Laut dan Pesisir bersama (P3SDLP) dengan Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir (LPSDKP) Teluk Bungus telah dua kali mengadakan acara Forum Group Discussion tentang "Kajian Kebijakan Penataan Wilayah Pesisir Provinsi Sumatra Barat Berbasis Mitigasi Bencana". FGD seri pertama telah dilaksanakan di Padang pada 6 September 2012, sedangkan yang kedua adalah di Jakarta pada 4 Oktober 2012. Pada FGD ke-2 tersebut, Koordinator Peneliti, Dr. Ir. Dini Purbani, M.Si (Peneliti Muda Bidang Geologi Kelautan) memaparkan hasil kemajuan litbangnya berdasarkan hasil survey, wawancara dengan stake-holder dan penduduk, analisis kegempaan, serta hasil pemodelan tsunami yang ditampilkan secara informatif geografis bersama data-data lain. Pada kesempatan tserebut, peneliti dari LPSDKP, Sdr. Semeidi Husrin, M.Sc (Ph.D candidate dari Universitas Hannover) memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul "Tsunami Vulnerabilityof Critical Infrastructures in The City of Padang, West Sumatera". Kedua serie FGD tersebut cukup mendapatkan respon positif dari para peserta undangan dan narasumber terkait.

Last Updated on Friday, 12 October 2012 18:17
 

Peneliti P3SDLP berpartisipasi di The 4thWESTPAC-ROSE Cruise 2012 di Laut China Selatan

E-mail Print PDF

Peneliti dari P3SDLP, Sdr. Hari Priatno, M.Sc (Peneliti Muda Bidang Oseanografi Fisik) dan Sdr. August Daulat, ST. (Calon Peneliti) selama hampir 1 bulan (31 Agustus – 28 September 2012) berpartisipasi aktif didalam pelayaran bertopik “Responses of Marine Hazards to Climate Change in the Western Pacific” (WESTPAC-ROSE) di Laut China Selatan. Kegiatan ini bernaung dibawah koordinasi IOC-WESTPAC, dan merupakan juga hasil kerjasama Indonesia - China dalam kerangka ICCOC. Pelayaran ini melakukan pemantauan-observasi dan pengukuran data untuk mempelajari variabilitas dari bahaya laut, termasuk angin topan/siklon tropis, gelombang badai, kenaikan permukaan laut, dan HAB(Harmful Algae Bloom) di Pasifik Barat dalam konteks pemanasan global.

Wahana yang digunakan adalah Kapal Riset “XIANGYANG HONG 09” yang diberangkatkan dan berakhir di Pelabuhan Qingdao, China.Terdapat 35 stasiun pengukuran insitu (Oseanografi, Biologidan Kimia) dengan mengoperasikan peralatan survey berupa CTD Deck Unit 911, Turbulence Instrument, XBT Deployment, Secchi Disk,  pengoperasian Plankton Net, serta analisis biologi dan analisis kimia. Selain itu juga dilakukan pengukuran serta pengambilan data meteorologi berupa arah dan kecepatan angin, radiasi gelombang panjang dan radiasi gelombang pendek, kelembaban relatif, serta temperatur udara yaitu dengan mengoperasikan Li 7500, GPS Sounding Baloon.

Last Updated on Thursday, 04 October 2012 08:41
 

Kolokium keltibang SDLP 26 September 2012

E-mail Print PDF

Pada tanggal 26 September 2012 telah dilaksanakan kolokium keltibang yang merupakan kegiatan rutin P3SDLP dalam rangka mengupdate hasil penelitian para peneliti P3SDLP. Kolokium keltibang tersebut dilaksanakan di ruang rapat lantai 4 gedung Balitbang KP. Selain para peneliti P3SDLP sendiri, turut hadir pula para undangan yaitu peneliti dari Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP), dan peneliti dari instansi lain seperti Puslit Oseanografi (P2O) LIPI, Dinas Hidro-Oseanografi (Dishidros) TNI-AL, Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut (STTAL) Hidro-Oseanografi, dan Pusdik Hidro-Oseanografi.

Ada yang istimewa pada kolokium keltibang kali ini, yaitu dari ke-tiga pemapar, semuanya adalah peneliti wanita. Para pemapar tersebut yaitu:

  1. Dr. A. Rita Tisiana D. K. yang mempresentasikan hasil penelitian disertasi beliau  di negeri China yang berjudul “The Development of Wave-Tide-Cirulation Coupled Model and Its Upwelling Simulation Application In Indonesian Seas”.
  2. Restu Nur Afi Ati, M.Si. yang mempresentasikan aktivitas analisa dan data yang dilakukan bersama rekan peneliti Terry L. Kepel, M.Sc di First Institute of Oceanography (FIO), China. Aktivitas tersebut merupakan analisa bersama hasil cruise MOMSEI dan Blue Carbon. Cruise MOMSEI merupakan salah satu kegiatan hasil kerjasama antara P3SDLP dan FIO.
  3. Salvienty Makarim, M.Sc. yang juga mempresentasikan hasil kegiatan penelitian kerjasama bersama China, dengan judul “A Vision From Indian Ocean to Indonesian Seas”.
Last Updated on Wednesday, 24 October 2012 13:13
 

Peneliti P3SDLP Menghadiri The Sixth Expert Workshop on MOMSEI

E-mail Print PDF

Pada 10-12 September 2012, di Yangon, Republic Union of Myanmar, telah diselenggarakan The Sixth IOC/WESTPAC Expert Workshop on the Pilot project of SEAGOOS on the Monsoon Onset Monitoring and Its Social & Ecosystem Impacts (WESTPAC/SEAGOOS-MOMSEI-VI), yang diorganisasi oleh Departemen Meteorologi & Hidrologi (DMH), Kementerian Transportasi Myanmar bersama dengan IOC-UNESCO/WESTPAC Bangkok. Total dihadiri oleh 29 experts, yakni: Myanmar (19 orang), Thailand (2 orang), Malaysia (1 orang), Indonesia (2 orang), China (5 orang).

Dari Indonesia, Dr. Andreas A. Hutahaean mempresentasikan “A Pilot Project on Integrated Blue Carbon Study in Derawan Islands, East Kalimantan-Indonesia”, dan Dr. Widodo S. Pranowo tentang “MOMSEI program contributions to the national program on climate change adaptation & mitigation in Indonesia”.

MOMSEI adalah salah satu kegiatan kolaborasi litbang yang dilaksanakan sejak 2010 antara P3SDLP dengan First Institut of Oceanography (FIO), melalui Indonesia – China Center for Ocean-Climate (ICCOC).

Last Updated on Wednesday, 12 September 2012 09:56
 

Blue carbon: A new hope for Indonesia (The Jakarta Post)

E-mail Print PDF

Andreas A. Hutahaean, Jakarta | Opinion | Tue, August 28 2012

While carbon dioxide emissions reductions are currently at the center of global climate change discussions, the critical role of coastal-marine ecosystems for carbon sequestration or as sinks has been overlooked or even neglected. The reasons are mainly due to the lag of scientific data because of the complexity of coastal-marine ecosystems.

In Indonesia, these ecosystems have not received sufficient attention considering their importance for climate change strategy, as most of the attention has gone to terrestrial ecosystems, such as the forest and agricultural sectors.

Moreover, the Indonesian program on REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) is running slow and its forest moratorium has not worked well, making it unlikely that the Indonesian government will meet its pledge to reduce carbon emissions by 26 percent by 2020.

Tropical coastal-marine ecosystems such as mangroves and seagrass meadows are known as hot spots for biodiversity and for their valuable ecosystem services. Recently, scientists found out about the important functions of the ecosystems as carbon sequestration or sinks. This carbon, captured by coastal-marine organisms through photosynthesis, has been called blue carbon.

In this process, mangrove and seagrass binds carbon dioxide and water, and, with the assistance of sunlight, is converted into sugars and oxygen to support their growth. The remaining excess production of the plant is buried in the sediment, where it can remain stored.

Last Updated on Monday, 03 September 2012 10:09 Read more...
 

SAMPLE & DATA ANALYSIS

E-mail Print PDF

Berdasarkan Material Transfer Agreement “ The Moonson Onset Monitor and its Social and Ecosystem Impacts (MOMSEI)” antara First Institute of Oceanography (FIO) dengan Balitbang KP,  telah dilakukan kegiatan analisis sampel dan data di  Research Center for Marine Ecology, di First Institute of Oceanography (FIO), Qingdao, China. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli – 11 Agustus 2012 oleh 2 orang peneliti dari P3SDLP, Restu Nur Afi Ati, MSi dan Terry L. Kepel, M.Sc.

Kegiatan yang dilakukan meliputi analisis sampel air, sedimen dan biomass mangrove dan lamun dari perairan Indonesia. Hasil yang diperoleh dari analisis sampel air adalah data konsentrasi nutrien, klorofil a, Particulate Organic Nitrogen/ Particulate Organic Carbon (PON/POC) dan efisiensi fotosintesis. Total Karbon dan nitrogen merupakan hasil analisis sampel sedimen dan biomass.

Last Updated on Monday, 03 September 2012 12:16 Read more...