Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Kegiatan Ekspose Satker Calon BLU dan Sosialisasi PermenPanRB No. 34/2018

E-mail Print PDF

Jakarta, 12 November 2018. Acara dilaksanakan Di Ruang Auditorium Tuna, GMB IV Lantai 15 pada hari Jumat, 09 November  2018 dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Pusat Riset dan Satker-Satker BRSDMKP. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Sekretaris BRSDM.  Hadir Kepala Badan Riset dan  SDM KP Prof. Sjarief Widjaja yang membuka secara resmi acara Ekspose Satker Calon PK-BLU dan Sosialisasi PermenPan RB No. 34 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti  dan  sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam arahannya Beliau  mengajak kepada seluruh peserta untuk meng-eksplore dan menampilkan sesuatu yang baru yang bisa dimanfaat oleh masyarakat. Acara berikutnya adalah paparan dari beberapa Satker yang potensial sebagai calon Badan Layanan Umum (BLU), yakni diantaranya : 1). Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, 2). Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluha Perikanan (BRPBAPPP) Maros, 3). Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, 4). Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) WaiHeru Ambon, 5). Politeknik Sidoarjo, dan  6) Politeknik Sorong.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan oleh narasumber dari Pusbindiklat LIPI tentang peraturan LIPI No.14 tahun 2018, dan dilanjutkan dengan pemaparan PermenPan RB No. 34 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti yang dibawakan oleh Asdep Standarisasi  Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Aparatur (Kemenpanrb), serta  pemaparan ketentuan pelaksanaan PermenPan RB No. 34 Tahun 2018 dengan narasumber dari BKN.

Tampak hadir pada saat acara tersebut, yakni Kepala Bagian Tata Usaha Lolita Theresia, M.Si, Kepala Subbagian Umum Dra. Yayah Shobariyah beserta staf kepegawaian dan beberapa penlti Pusat Riset Kelautan, diantaranya adalah Dr. Budi Gunadharma, Dr. Dini Purbani, Dr. Ira Dillenia, dan Herlina Ika Ratnawati, M.Si.


Last Updated on Friday, 23 November 2018 07:10
 

Wakatobi AIS : Memantau Lalu Lintas Pelayaran dan Memitigasi Kecelakaan Nelayan

E-mail Print PDF




Last Updated on Monday, 12 November 2018 11:46
 

Pusris Kelautan Bersama BMKG dan PT. Garam Persero Diskusikan Prediksi Produksi Garam Nasional

E-mail Print PDF

Jakarta, 09 November 2018. Cuaca ekstrim berupa kemarau basah yang terjadi pada tahun 2010, 2013 dan 2016 sangat mempengaruhi produksi garam di Indonesia, sehingga  mengakibatkan tidak tercapainya target produksi garam sesuai yang diharapkan. Pada tahun 2018 ini Pusat Riset Kelautan sedang mendesain sebuah  sistem prediksi produksi garam yang kedepannya dapat dijadikan sebagai panduan bagi pemangku kepentingan didalam menetapkan target produksi garam nasional yang realistis. Sistem yang akan dibangun ini sagnat membutuhkan informasi spesifik terkait cuaca dan aspek lingkungan lainnya yang secara empiris terbukti memberikan perbedaan produksi garam di Indonesia.

Terkait pembuatan sistem tersebut, Pusat Riset Kelautan menggelar  kegiatan diskusi panel  bersama dengan BMKG, dan PT. Garam (Persero),  UP2KM STMKG dan beberapa pihak terkait lainnya  guna membahas kebutuhan data yang diperlukana. Dengan mengambil  tema "Urgensi Prediksi Produksi Garam Sebagai Faktor Pengendali Neraca Garam Nasional" acara diskusi dilaksanakan pada hari Kamis, 08 November 2018, bertempat di Ruang Rapat Yellow Fin Tuna, Gedung BRSDMKP2, Ancol Timur.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan Dr. Ifan Ridlo Suhelmi, mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan yang berhalangan hadir. Dilanjutkan dengan paparan yang disampaikan secara berurutan, yakni oleh Peneliti Pusat Riset Kelautan Rikha Bramawanto,  perwakilan Pusat Layanan Informasi Iklim BMKG Bpk Siswanto,  perwakilan PT. Garam Persero Bpk EKo, serta perwakilan dari Praktisi Garam Bpk Sanusi.


Last Updated on Monday, 12 November 2018 12:03
 

Peneliti Pusris Kelautan Presentasikan Hasil Riset Dalam Acara PIT ISOI XV

E-mail Print PDF

Jakarta, 05 November 2018. Pada hari Kamis-Sabtu, 01- 03 November 2018 bertempat di Eastparc Hotel, Jogjakarta beberapa peneliti Pusat Riset Kelautan menghadiri acara Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan XV Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT XV ISOI). Acara dengan tema “Ilmu dan Teknologi Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan”  ini merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan ISOI yang dihadiri oleh pemangku kepentingan seperti Instansi Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, pendidikan menengah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat dan industri dari berbagai daerah Indonesia dan luar negeri.

Acara hari pertama, Kamis 01 November 2018, dimulai dengan registrasi pemakalah dan peserta pada pagi hingga sore hari, dan dilanjutkan dengan acara Gala Dinner, yakni Dinner talk oleh Dr. Safri Burhanuddin (Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman) dengan para undangan dan pemakalah, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus ISOI KOMDA Jogjakarta.

Acara hari kedua, Jumat 02 November 2018, dimulai dengan acara pembukaan yang didahului dengan penyampaian laporan ketua panitia, dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur DIY Jogjakarta dan Sambutan Ketua Umum ISOI.  Acara berikutnya adalah paparan dengan Keynote Speaker oleh Perwakilan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Perwakilan Menteri PPN/Bappenas dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Selanjutnya dibagi menjadi 2 (sesi), yakni  Sesi Pleno yang menghadirkan pembicara ahli, yakni  Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kemenko Bidang Maritim, dan para ahli/peneliti baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Dr. Arif Satria (Rektor Institut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Makoto Watanabe (Universitas Tsukuba, Jepang) dan Dr. Kwan Soo Lee (Korean Institue for Ocean and Technology, Korea) dan Dr. I Made Andi Arsana sebagai moderator. Sesi berikutnya adalah Sesi Presentasi, yang dilaksanakan setelah Sholat Jumat, presentasi dilakukan sesuai bidang kajian ilmu masing-masing. Tercatat terdapat sebanyak 247 abstrak dari peneliti dan praktisi kelautan di Indonesia yang dipresentasikan dalam bentuk oral presentation, flash presentation dan poster. Beberapa peneliti Pusat Riset Kelautan yang hadir dan mempresentasi hasil riset yang telah dilakukan, diantaranya adalah Dr.rer.nat Agus Setiawan yang dengan Judul makalah “Model Numerik Rendaman Rob di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat”, Dr. Budhi Gunadarma dengan judul makalah “ Analisa Sumber Cemaran  Tumpahan Minyak Perairan laut Batam dan Bintan dengan Simulasi Numerik 2D Lagrangian”, dan Nur Azmi Ratna Setia Widati, M.Sc. dengan judul makalah “Potensi Pemanfaatan Rumput Laut  Pesiir Selatan Jawa: Biodiversitas dan Bioaktivitas”. Serta penyampaian flash presentation oleh Tim Riset Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak dibawah Koordinator Dr. Widodo Pranowo, yakni oleh Joko Subandriyo, S.T dengan judul makalah “Verifikasi Kualitas Air dan Temuan Residu Minyak Di Pulau Bintan Batam, Kepulauan Riau”, dan  Armyanda Tussadiah, S.Kel dengan judul Makalah “Eksperimen Penyusunan Indeks Kepekaan Lingkungan Perairan  Laut Batam dan Bintan Terhadap Pencemaran Tumpahan Minyak”. Hadir pula peneliti UPT Pusat Riset Kelautan yakni Camelia  Kusumo Tito, M.Si., Adi Wijaya, M.Si., Wingking Era, M.Si dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Perancak, Jembrana-Bali.

Acara hari ketiga, Sabtu 03 November 2018, adalah kegiatan ekskursi atau Field trip yang dilaksanakan oleh seluruh audience PIT ISOI XV, baik pemakalah, peserta maupun panitia. Terdapat 3 (tiga) tujuan field trip, diantaranya adalah Ekowisata Hutan Mangrove Baron, Bantul; Technopark Baron, Gunung Kidul; dan Geopark Gunung Sewu.


Last Updated on Tuesday, 06 November 2018 08:36
 

Indonesia Siapkan Rp 7,5 T untuk Lestarikan Laut

E-mail Print PDF

Jakarta - Pemerintah Indonesia turut ambil bagian dalam komitmen untuk melestarikan laut. Untuk program-program pelestarian ini, pemerintah telah menyiapkan dana hingga ratusan juta dolar.
"RI sudah punya 23 komitmen dari semua area laut (6 isu OOC), dari tahun lalu sejumlah 10 komitmen. Jumlah total secara USD sekitar 500 juta," kata tim Badan Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Anastasia saat jumpa pers di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018). Ana mengatakan meningkatnya jumlah komitmen ini menunjukkan Indonesia mulai mengambil bagian dan aksi nyata untuk pelestarian laut. Meski diakui komitmen ini tak sebanyak seperti Konferensi Laut Dunia di Malta, namun kualitas komitmen tahun ini dinilai semakin membaik."Komitmen yang disampaikan empat tahun ini kebanyakan dari pemerintah, kemudian diikuti komitmen yang dilakukan orang dan privat sektor. Di tahun 2017, kami juga menerima komitmen yang disampaikan negara atau foundation itu tahun ini memang tidak sebanyak yang disampaikan seperti di Malta tapi jauh lebih baik," urainya.Dia menambahkan pada tahun ini komitmen pelestarian laut ini juga semakin melibatkan partisipasi warga. Apalagi komitmen ini sudah mulai memikirkan perikanan maupun pelestarian laut yang keberlanjutan.
"Untuk 2018 komposisi berimbang tidak lagi didominasi pemerintah, tapi semakin banyak organisasi dan privat sektor yang menyatakan kepeduliannya terhadap laut. Jumlah total per hari ini 287 komitmen. Menurut saya orang tidak hanya memperhatikan apa yang sedang dihadapi tapi juga terkait keberlanjutan sehingga semua aspek itu dilakukan untuk menjaga kelestarian laut," urainya.

Sumber : finance.detik.com


Last Updated on Monday, 12 November 2018 11:01
 

Ini Komitmen yang Dihasilkan di Our Ocean Conference 2018

E-mail Print PDF

Gelaran Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali telah usai. Pertemuan yang membahas soal keberlangsungan laut ini menghasilkan serangkaian komitmen dari berbagai negara yang hadir. Analis Komitmen OOC Anastasia mengatakan, ada 287 komitmen baru yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.“Secara keseluruhan ada 287 komitmen baru. Untuk Marine Protected Area 62, climate change 40, maritim security 41, maritim pollution 61, Sustainable Fisheries 39, suistainable blue economy 44,” ungkap Ana di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (30/10).
Menurut Ana, secara umum jumlah komitmen per poin tersebut tidak ada yang mendominasi. Artinya, semua jumlah komitmen di tiap poinnya hampir merata. Menurut Ana hal tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Dari 287 komitmen baru tersebut, Ana mengatakan nilai komitmen mencapai USD 10,7 miliar.
Masa berlaku setiap komitmen tersebut beragam. Namun, rata-rata komitmen berlaku untuk 3-4 tahun. Ada pula yang berkomitmen untuk jangka waktu 10 tahun, meskipun jumlahnya tidak banyak.Ana juga melaporkan, dalam OOC ini Indonesia membuat 23 komitmen baru. Jumlah ini naik pesat dibandingkan komitmen yang dibuat Indonesia tahun lalu. “Tahun ini ada 23 komitmen. Ini jumlahnya naik. Tahun lalu Indonesia hanya membuat 10 komitmen,” ujarnya. Sedangkan untuk nilainya mencapai sekitar USD 500 juta. “Angka pastinya saya tidak terlalu ingat tapi sekitar segitu,” tandasnya.
Sumber : Kumparan.com



Last Updated on Monday, 12 November 2018 10:55