Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Jurnal Kelautan Nasional Peroleh Akreditasi 5 Tahun SINTA Ristekdikti

E-mail Print PDF


Jakarta, 17 Juli 2018. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersinergi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk memberikan akreditasi kepada seluruh jurnal ilmiah di Indonesia. Berdasarkan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah, lembaga akreditasi jurnal telah bergabung di bawah Kemenristekdikti melalui Sistem Akreditasi Jurnal Ilmiah (ARJUNA) dan Science and Tecnology Index (SINTA). Dalam pembukaan sosialisasi, Dr. Laksana Tri Handoko selaku Kepala LIPI menyambut baik proses penggabungan ini. ” Mulai Juni 2018, LIPI tidak lagi melakukan akreditasi jurnal ilmiah bagi lembaga litbang. Seluruh proses akreditasi jurnal ilmiah secara nasional sudah menjadi kewenangan Dikti”, tegasnya. Sejalan dengan hal tersebut Dr. Muhammad Dimyati selaku Direktur jenderal Penguaan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti juga menjelaskan bahwa semua jurnal ilmiah terakreditasi LIPI dan masih berlaku masa akreditasinya secara otomatis diakui oleh Kemenristekdikti sampai habis masa berlaku akreditasinya. Kemenristekdikti menerbitkan sertifikat baru bagi jurnal ilmiah yang telah diakreditasi oleh LIPI. Pengajuan akreditasi jurnal ilmiah menurut peraturan baru dimulai pada 1 Juni 2018. Masa pendaftaran jurnal ilmiah melalui ARJUNA dibuka sepanjang tahun, demikian pula proses penilaian akreditasinya yang akan ditetapkan setiap dua bulan. Diharapkan proses sinergi ini dapat berjalan dengan baik demi peningkatan mutu jurnal nasional.

Sumber :



 

Bioreeftek untuk Terumbu Karang Jawa Timur

E-mail Print PDF


Probolinggo (04/07). Bioreeftek, salah satu jenis terumbu buatan yang telah dikembangkan BROL sejak tahun 2008. Media penempelan larva planula karang berasal dari tempurung kelapa. Selain efisien, tempurung kelapa ini juga sangat mudah diperoleh mengingat sepanjang pesisir Indonesia banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa. Pemanfaatan ‘limbah’ tempurung kelapa untuk terumbu buatan ini merupakan upaya untuk mendorong dan merangsang masyarakat pesisir berpartisipasi menjaga dan merehabilitasi ekosistem terumbu karang dengan metode yang mudah diaplikasikan dan tidak memerlukan biaya yang banyak.

Rabu (04/07), bertempat di Hotel Bromo View Kota Probolinggo, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Teknis Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (UPT-PTPSDKP) Kabupaten Probolinggo mengadakan pelatihan pembuatan dan pengaplikasian Bioreeftek untuk kawasan pesisir Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut, inventor Bioreeftek dan juga pakar terumbu karang BROL (Dr. Eghbert Elvan Ampou) sebagai narasumber.

“Kami sebagai pelaksana kegiatan berharap agar materi yang disampaikan dapat memicu semangat para peserta yang hadir mengingat proses pembuatan dan pengaplikasian Bioreeftek sangatlah mudah”, ujar Ir. Pratiwi Sulistiyani, MM, Kepala UPT-PTPSDKP Kab. Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Pokmaswas dan kelompok nelayan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur (Situbondo, Banyuwangi, Malang, Bondowoso, dan Probolinggo) ini akan menjadi salah satu momentum untuk mengajak masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

“Praktek cara membuat Bioreeftek kali ini berjalan lancar. Para peserta sangat kooperatif dan antusias. Semoga ilmunya bermanfaat dan kerja sama ini bisa terus berlanjut”, ungkap Dr. Ampou.



Last Updated on Monday, 13 August 2018 13:24
 

Pererat Sinergi Riset Kelautan, Jepang Kunjungi BROL

E-mail Print PDF


Perancak (11/07). Kunjungan tim Jepang ke BROL Rabu lalu bukan merupakan kunjungan pertama. Hal ini dirasa menjadi apresiasi yang membanggakan karena Jepang gandeng BROL dalam riset kelautan. Pada kunjungan kali ini, pihak Jepang diwakili oleh Prof. Sei-Ichi Saitoh (ARC-Hokkaido University), Dr. Masafumi Kamachi (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology/JAMSTEC), Dr. Hiromichi Igarashi (JAMSTEC), dan Shinichi Sekioka (Remote Sensing Technology Center of Japan/RESTEC), membahas kerjasama riset terkait dengan Potential Fishing Ground (PFG), IUU Fishing, dan Coastal Zone Management (CZM). Diskusi yang dilaksanakan di gedung utama BROL lantai 2 ini dihadiri oleh Kepala Balai, para peneliti, serta tim pelayanan teknis. Dalam pertemuan tersebut, tim Jepang juga memaparkan ruang lingkup project riset yang akan dilakukan bersama-sama dengan BROL.

“Kami telah mempersiapkan data dan informasi hasil riset juga Ocean Forecast Information System (OCEFISH) yang akan diluncurkan bulan depan (Agustus). OCEFISH nantinya diharapkan mampu menjadi sistem yang terintegrasi untuk mendistribusikan hasil kerja sama riset yang akan dilakukan” ungkap Dr. Radiarta, Kepala BROL.

“Kolaborasi yang akan dilakukan bersama BROL ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana” ujar Prof. Saitoh.

Bentuk kerjasama riset kedua negara direncanakan akan dimulai pada September 2018 hingga Maret 2021. Dengan demikian, hubungan kerjasama dari kedua negara diharapkan bisa memberikan feedback yang positif bagi keduanya. Pemanfaatan teknologi dan ilmu sains bisa dijadikan langkah terbaik dalam mencapai kemajuan dibidang perikanan dan kelautan Indonesia.

Pewarta : Nicho Aliqfan & Shodik Widyatmoko



Last Updated on Monday, 13 August 2018 13:23
 

Arahan Kepala BRSDM: Lima Center of Excellence Harus Dibangun Pusat Riset Kelautan

E-mail Print PDF


Jakarta, 13 Juli 2018. Kepala Badan Riset dan SDMKP Prof. Sjarief Widjaja pagi tadi,  Jumat 13 Juli 2018 mengundang seluruh jajaran Pusat Riset Kelautan dan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan, para pejabat eselon 3 dan 4 serta para peneliti,  guna mendiskusikan road map kegiatan riset BRSDM untuk 5 (lima)  tahun kedepan. Hadir mendampingi Kepala Badan yakni Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si. dan Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan, Prof. Hari Eko Irianto. Acara dibuka dengan penyampaian hasil rapat Kepala Pusris Kelautan dengan Kemenristekdikti terkait anggaran riset BRSDM yang tidak sepenuhnya dialokasikan untuk riset, dimana sebagian besar digunakan untuk anggaran penyuluh. Kemudian dilanjutkan dengan paparan company profile Pusat Riset  Kelautan, beberapa hasil riset yang mensupport Eselon 1 KKP lainnya, jumlah peneliti Pusat Riset Kelautan serta beberapa isus-isu Iptek Kelautan Nasional. Pada sesi diskusi, Kepala Badan berharap BRSDM yang merupakan  Center of Excelent bukan hanya mensupport KKP tapi juga harus mensupport Nasional dan Internasional. Urntuk mewujudkan hal tersebut, Pak Sjarief meminta kepada seluruh peneliti untuk membuat road map kegiatan riset untuk jangka waktu tahun 2019-2023.  Pada kesempatan tersebut, Pak Sjarief menekankan 3 (tiga)  pilar BRSDM yakni Research Excelent, Research Education dan Public Center, untuk menjadikan BRSDM sebagai pusat riset yang akan dikenal secara Nasional dan Internasional. Kedepan direncanakan dapat dihasilkan beberapa center of excelent seperti : Blue Carbon Center di Jakarta, Coastal Vulnerability & Maritime Archaelogy di LRSDKP Bungus, Indonesian Salt Institute di Pamekasan,  Marine Technology di PIAMARI, dan Deep Water Research di MIAMARI. Acara diskusi dilanjutkan dengan paparan Company Profile Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan oleh Kepala Balai Besar Bioteknologi, Prof. Hari Eko, yang memaparkan hasil riset bioteknologi yang telah dicapai hingga tahun 2018 ini.


Last Updated on Friday, 20 July 2018 06:58
 

Penyusunan Company Profile Pusat Riset Kelautan Pun Dikeroyok Bareng

E-mail Print PDF


Jakarta, 13 Juli 2018. Setelah berumur dua tahun, Pusat Riset Kelautan pun akhirnya mulai menyusun company profile. Namun bukanlah berarti start from zero, karena sudah banyak bahan-bahan dan company profile terdahulu saat zaman bernomenklatur Pusat Litbang Sumber Daya Laut dan Pesisir, yang dapat digunakan. Bahan-bahan tersebut ada yang dalam bentuk power point, text word, maupun video. Kepala Pusat Riset Kelautan, Bapak Riyanto Basuki, M.Si, memimpin langsung penyusunan company profile tersebut, yang berlangsung di ruangannya. Hadir Kepala Bagian Tata Usaha, Ibu T. Lolita, M.Si, Kepala Bidang Riset Teknologi Kelautan Dr. Ifan Suhelmi, Kepala Sub Bidang Konservasi Joko Hardono, M.Si, Kepala Sub Bidang Sumber Daya Laut Yenung Secasari, M.Sc, Kepala Sub Bidang Kewilayahan Eko Triarso, MT, Kepala Sub Bagian Program dan Anggaran Dr.-cand. B. Realino, M.Si .Penyusunan company profile tersebut juga dikeroyok bersama oleh para peneliti seperti Dr. Rudy Akhwadi, Yulius Chaniago, M.Si, Dr. Ratnawida, Rizal Abida, ST., dan Dr. Widodo Pranowo.


Last Updated on Friday, 20 July 2018 06:58
 

Partisipasi Pusris Kelautan Dalam Sosialisasi Evaluasi Kinerja Secara Online

E-mail Print PDF

Jakarta, 13 Juli 2018. Selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis tanggal 10-12 Juli 2018, Pusat Riset kelautan (Pusris Kelautan) beserta 43 Satker di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KP (BRSDMKP) menghadiri acara Rekonsiliasi dan Pelaksanaan Aplikasi Bidang Monitoring dan Evaluasi (Monev) dan Penilaian Mandiri SAKIP 2018, yang diadakan oleh Sekretariat Badan Riset dan SDMKP di Hotel Fave, Bogor. Seluruh satker yag diundang meliputi seluruh Pusat Riset, Balai  Besar  Riset, Loka Riset, Politeknik, Sekolah STP dan SUPM se-Indonesia. Acara rekonsiliasi dimulai dengan prakata oleh Kepala Bagian Pogram Set BRSDM, Kusdiantoro M.Si yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh seluruh perwakilan satker untuk dapat hadir pada acara tersebut yang dinilai penting.  Dari 45 undangan yang dikirimkan tercatat sebanyak 42 Satker yang hadir dengan jumlah peserta mencapai 108 orang,  hal ini menunjukkan bahwa satker mulai memahami pentingnya pemantauan, penilaian, dan monitoring secara online yang secara langsung dapat dilihat oleh pimpinan satker maupun APIP KKP.  Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan dan pembukaan acara yang disampaikan oleh  Sekretaris BRSDMKP, Dr. Maman Hermawan. Beliau sangat berharap acara ini dapat berjalan dengan sukses setelahnya, yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja BRSDMKP yang bersifat manajerial dan adapun output keberhasilan yang meliputi : pencapaian penggabungan data (one data) secara online yang valid, akuntabel, efisien, efektif dan aman sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.
Kegiatan hari pertama dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama dimulai dengan sosialisasi  Aplikasi e-Dalwas yang disampaikan  oleh Inspektorat Jenderal KKP sesuai dengan PerMen KP No 29 Tahun 2015 tentang Penerapan Pengendalian dan Pengawasan secara elektronik di lingkup KKP yang dilanjutkan dengan pengisian e-Dalwas secara online. Sesi kedua yakni sosialisasi aplikasi  Smart DJA dengan Pedoman teknis Peraturan MenKeu No 214 Tahun 2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran atas pelaksanaan RKA-K/L oleh Kasubdit Evaluasi Kerja Penganggaran, Direktorat Sistem Penganggaran KemenKeu, Langgeng Suwito yang dilanjutkan dengan praktek pengisian aplikasi Smart DJA dengan kolaborasi pendukung aplikasi SAS. Kegiatan hari kedua, pada sesi pertama penyampaian sosialisasi aplikasi e-Monev Gen III Bappenas oleh Kedeputian Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan, Bappenas. Kemudian dilanjutkan dengan pengisian e-Monev  secara online. Sesi kedua adalah penyampaian sosialisasi  Permen PAN RB No 12 tahun 2015 oleh Kementerian PAN RB, dilanjutkan dengan Sosialisasi aplikasi Dashboard BRSDM dan Penilaian Mandiri SAKIP. Sesi ketiga adalah kelanjutan dashboard BRSDM dan weekly report yang disampaikan oleh Kasubag Pelaporan Set BRSMDKP Bapak Rahmadi dengan mensosialisasikan Dasboard BRSDM 2018 dan Tanya jawab mengenai pengisiannya.
Hari terakhir, kegiatan  masing-masing perwakilan satker menyelesaikan pengisian LKE Mandiri dan kemudian  menyampaikan hasil rekon Aplikasi E-Dalwas, E-monev BAPPENAS, SMART DJA dan Penilaian LKE Mandiri kepada Sekretariat BRSDMKP.Perwakilan dari Pusriskel yang hadir dalam acara tersebut sebagai Kasubag Keuangan B. Realino M.Si dan Koordinator operator e-Monev, E-Dalwas, Dasboard BRSDMKP dan Smart DJA, yakni Perencana Muda Pusriskel Indra Hermawan, M.Si dan staf bagian Tata Usaha Andreas Wahyu N, A. Md. dan Sari Novita, S.T.


Last Updated on Friday, 20 July 2018 06:58