Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Kerjasama Pusriskel-JICA Untuk Peningkatan Pemanfaatan Satelit

E-mail Print PDF

Jakarta, 15 Agustus 2019. Bertempat di Ruang Rapat Yellow Fin Tuna Gedung BRSDMKP 2 Lantai 6,  pada hari ini Kamis, 15 Agustus 2019 ini telah berlangsung penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) oleh Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki dan Ketua Tim Survei JICA Mr. Satosi Chikami yang disaksikan oleh Perwakilan Kedutaan Besar Jepang Mr. Nakamura dan Kepala BROL Dr. I Nyoman Radiarta.

Balai Riset Observasi Laut (BROL) yang merupakan salah satu Satker  Pusat Riset  Kelautan menjalin kerjasama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) untuk proyek kerjasama teknis yang berjudul The Project for Enhancement of Satellite Utilization for Monitoring Illegal, Unreported And Unregulated (IUU) Fishing Activity. JICA telah membentuk Tim Survei Detail Perencanaan pada tanggal 5 hingga 15 Agustus 2019 dengan tujuan membahas kerangka kerja proyek kerja sama teknis proyek Peningkatan Pemanfaatan Satelit Untuk Memantau Kegiatan IUU Fishing. Tim JICA juga melakukan serangkaian diskusi dan bertukar pandangan dengan tujuan menyusun kerangka kerja dan isi project dengan pihak berwenang yang terkait. Pelaksanaan project rencananya akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun berlokasi di Bali.

Setalah acara penandatangan MoM, tim JICA bersama Kepala Pusriskel, Kepala BROL, Peneliti Senior Pusriskel Dr. Aulia Riza Farhan dan perwakilan dari Ditjen Pengelolaan Tata Ruang Laut (DJPRL) KKP membahas beberapa hal detail terkait project diantaranya Project Design Matriks, Plan of Operation, serta Project site(s) and beneficiaries.  Keseluruhan detail tersebut merupakan bagian dari Record of Discussion yang rencananya akan ditandatangani oleh Kepala BRSDMKP Prof. Sjarief Widja dan Chief Representatif JICA Indonesia


Last Updated on Thursday, 15 August 2019 15:25
 

Rekomendasi Ahli Nasional Tentang Perlindungan Pesisir Palu Terhadap Ancaman Tsunami

E-mail Print PDF

Jakarta, 12 Agustus 2019, Peneliti Pusriskel Dr. Semeidi Husrin bersama beberapa ahli di bidang tsunami menghadiri acara Diskusi Panel Ahli ke-3 Mengenai Penentuan Sumber Tsunami Dan Level Keamanan, pada tanggal 7-9 Agustus 2019 di SwissBel Hotel, Palu. Acara tersebut juga digelar dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sulawesi Tengah. Tujuan utama acara adalah untuk mendapatkan rekomendasi ahli nasional tentang perlindungan pesisir Palu terhadap ancaman tsunami.

Para ahli menyimpulkan bahwa sistem mitigasi bencana tsunami di Palu harus berdasarkan pada hasil-hasil riset ilmiah karena masih banyak hal-hal teknis yang belum diketahui terutama sumber-sumber tsunami yang akan datang. Selain itu, upaya non-struktural jauh lebih penting dan harus diutamakan untuk melindungi kawasan pesisir Palu dari bencana gempa dan tsunami yang akan datang. Upaya-upaya non-struktural dimaksud adalah diantaranya: pengelolaan tata ruang, perlindungan pantai berbasis ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat. Lebih jauh lagi, infrastruktur penuinjang perekonomian Kota Palu tetap harus dibangun kembali dengan mempertimbangkan aspek mitigasi bencana.

Beberapa ahli yang hadir pada acara tersebut diantaranya adalah Gegar S. Prasetya, Abdul Muhari, Radianta Triatmadja, I Gde Widiadnyana Merati, Widjo Kongko, Dinar Catur Istiyanto, Andojo Wurjanto, Teuku Faisal Fathani, Iswandi Imran, Masyhur Irsyam, Rahman Hidayat, Danny Hilman Natawijaya, Wilham G. Louhenapessy, Mudrik Daryono dari IPB, IATsI, Bappenas, LIPI, UGM, BPPT, Kemenkomar, dan praktisi.



Last Updated on Thursday, 15 August 2019 14:07
 

Potensi Pemurnian Garam Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Garam Krosok di Pamekasan

E-mail Print PDF

Pamekasan (07/08/19) - Bertempat di Ruang Pertemuan IPSAL Pamekasan Madura diadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Potensi Pemurnias Garam untuk Meningkatkan Nilai Tambah Garam Krosok. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala BidangTeknlogi Kelautan Dr. Ifan Ridlo Suhelmi sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya disampaikan beberapa hal yaitu Perlunya pengaturan kuota import garam adar harga garam krosok di kalangan petani  tidak terlalu jatuh. Oleh sebab itu perlu adanya prediksi produksi garam sebagai bahan masukan kebijakan pengaturan kuota import, perlunya dilakukan kajian minimal harga garam dari petani yang layak (saat ini harga garam tergolong masih sangat rendah) serta dibutuhkan riset dan inovasi untuk menaikkan nilai garam krosok. Kemudian Paparan dari Kepala IPSAL Aris Widodo, S.T. beberapa hal disampaikan diantaranya sesuai dengan kebijakan pemerinta daerah, Pamekasan merupakan pusat kawasan ekonomi garam di Pulau Madura. Kegiatan budidaya garam diharapkan bisa menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja, harus ada pembaruan aturan impor yang melarang garam impor datang saat musim panen karena menyebabnya membludaknya persediaan garam sehingga harganya terus menurun, namun dengan kenyataaan rendahnya harga garam krosok di kalangan petani, perlu upaya peningkatan nilai tambah. Salah satu cara peningkatan nilai tambah ini dengan dilakukan pemurnian garam. Ada dua teknik yang bisa dilakukan yaitu sistem mekanis dan rekristal. Kelebihan pengolahan garam rekristal adalah tidak membutuhkan modal tidak begitu banyak dan tidak memerlukan wlayah yang seperti halnya pengolahan garam mekanis. Proses garam rekristal sangat cocok untuk produksi garam rumahan (petani garam skala kecil).

FGD dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan yang meliputi  Bapak Camat dan jajarannya, Kepala Desa dan perangkat, Dinas Perikanan, Universitas, Sekolah Menengah Perikanan, Perwakilan BNI, Penyuluh pegawai IPSAL  dan kelompok petani garam.


Last Updated on Wednesday, 14 August 2019 07:28
 

Diseminasi Sistem Informasi Kenelayanan di Kabupaten Blitar

E-mail Print PDF


Blitar (1001/08/19) - Setelah sosialisasi di Kabupaten Tulungagung pada tanggal 31 Juli 2019 sebagai lokasi ke 88, penyebaran informasi mengenai sistem informasi kenelayanan dilanjutkan di Kabupaten Blitar. Acara sosialisasi dilaksanakankan di Ruang Aula Pertemuan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar pada tanggal 1 Agustus 2019. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Adi Andaka dan dilanutkan dengan paparan dari tim Pusat Riset Kelautan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Blitar menekankan bahwa acara ini sangat berguna bagi nelayan untuk membantu mendapatkan informasi yang diperlukan seperti cuaca, daerah penangkapan. Diharapkan undangan yang hadir menjadi pionir dalam penyebaran informasi sistem kenelayanan ini.

Dalam sosialisasi disajikan materi (1) pengenalan aplikasi sistem kenalayanan, (2) Pengenalan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dan (3) Pengenalan penentuan posisi dengan menggunakan peta dan GPS. Peserta sosialisasi dihadiri oleh perwakilan kelompok nelayan, perwakilan penyuluh perikanan dan jajaran bidang perikanan tangkap Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.

Sistem informasi kenelayanan ini merupakan aplikasi yang berisi informasi daerah penangkapan ikan (Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan atau PPDPI) yang dihasilkan oleh Balai Riset Observasi Laut di Prancak Bali, informasi cuaca seperti angin dan tinggi gelombang serta fitur lain seperti lapor tangkapan, harga ikan dan perhitungan kebutuhan BBM. Dengan fitur yang ada diharapkan dapat membantu nelayan dalam usaha penangkapan ikan yang ekeftif dan efisien. Efektif karena sudah memperoleh informasi lokasi yang akan dituju yang diperkirakan terdapat banyak ikan dan efisien karena dapat menghemat biaya operasional.

Sosialisasi diakhiri dengan praktek penggunaan aplikasi, diawali dengan mendownload aplikasi dari playstore, dilanjutkan dengan praktek sekaligus pengenalan fitur-fitur yang ada pada aplikasi dan bagaimana memanfaatkannya. Pada sesi pelatihan dipandu oleh tim dari Pusat Riset Kelautan.


Last Updated on Wednesday, 14 August 2019 07:13
 

Sistem Informasi Kenelayanan (Nelpin) Go Internasional

E-mail Print PDF


Tegal (24/08/19) - Pada 23 - 24 Juli 2019 di Aula BPP Tegal diselenggarakan Kegiatan Capacity Building untuk Negara-negara Sahabat di kawawan Afrika dan Asia Pasifik. Dalam acara ini yang prakarsai oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri memberikan materi tentang Sistem Informasi Kenelayanan (Nelpin) dengan narasumber Dr. Sri Suryo Sukoraharjo dan Peny Dyah Kusumaningrum, M.Si (Pusat Riset Kelautan). Pelatihan dihadiri oleh beberapa peserta untuk materi kelautan dari Negara Papua Nugini, Timor Leste, Kepulauan Solomon, Fiji dan beberapa peserta pendamping dari Satker KKP di Ambo,  Medan dan Tegal.

Diterangkan materi mengenai Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan. Mulai bagaimana data diperoleh hingga dianalisa dan dibuat menjadi sebuah peta yang mudah dibaca oleh para pengguna (nelayan). Paparan tentang latar belakang pembangunan aplikasi nelayan pintar (Sistem Informasi Kenelayanan), pencapian kegiatan yang telah dilakukan selama 2015-2018 hiingga rencana pengembengan ke depannya.

Praktek penggunaan aplikasi di smartphone masng-masing peserta, yang dimulai dengan mendownload aplikasi di Play Store, menginstalnya dan melakukan pendaftar. Masing-masing peserta dipandu untuk mencoba berbagai macam fitur di dalamnya termasuk bagaimana cara membaca PPDPI (meski dalam Bahasa Indonesia) namun mereka tetap antusias untuk mencoba.

Berdasarkan hasil pelatihan ini, mereka berharap dapat membangun aplikasi serupa di Negara masing-masing. Hal ini karena para nelayan bisa melakukan kegiatan penangkapan ikan secera lebih efektif dan efisien. Di kesempatan mendatang, para peserta dari Negara sahabat mengharapkan bantuan dari peneliti dari Indonesia untuk membantu pembangunan aplikasi serpa di Negara peserta.




Last Updated on Wednesday, 07 August 2019 21:59
 

SDM Doktor Baru dari Pusriskel

E-mail Print PDF

Bogor, 06 Agustus 2019. Pusat Riset Kelautan mendapatkan tambahan satu Doktor baru di bidang pengelolaan sumber daya air. Pada Senin, tanggal 05 Agustus 2019 telah berlangsung sidang promosi a.n. Muhammad Ramdhan (NIP. 19800716 200912 1 001) bertempat di Ruang Diskusi Senat, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga.

Acara sidang berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Dekan Pascasarjana IPB Prof. Dr. Anas Miftah Fauzi. Selanjutnya diskusi dan pertanyaan disampaikan oleh dewan komisi pembimbing yang diketuai oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (ahli landscape ecology) dan anggota Dr. Yuli Suharnoto (ahli model hidrologi) beserta Dr. Suria Dama Tarigan (ahli Pengelolaan DAS). Adapun sebagai penguji luar adalah Dr. Moh. Hasan (Mantan Dirjen Sumber Daya Air – PUPR) dan Dr. Nora H. Panjaitan (Ketua Departemen SIL-IPB).

Disertasi sdr. Muhammad Ramdhan berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air permukaan secara berkelanjutan. Hal ini sangat aktual untuk diteliti, dimana air merupakan kebutuhan vital bagi manusia. Permasalahan air sering diakibatkan oleh ketidakmampuan para stakeholder dalam mengelola stock air yang berlimpah pada musim penghujan dan menyimpannya untuk keperluan saat kemarau. Dalam disertasinya sdr. Muhammad Ramdhan menyajikan cara penilaian pengelolaan air di suatu tempat melalui Indeks yang disebut sebagai Indeks Kota Ramah Air (IKRA). Indeks tersebut telah coba di terapkan untuk Kota Bogor. Di masa mendatang indeks tersebut juga dapat diterapkan di seluruh kota di Indonesia.  Sehubungan tupoksi Pusriskel yang melakukan riset di wilayah pesisir dan laut. Metoda yang dilakukan dalam disertasi ini  dapat membantu kota pesisir dan pulau-pulau kecil dalam mengelola sumberdaya air yang ada disana.

Proficiat, Dr. Muhammad Ramdhan. Ditunggu kiprahnya untuk kemajuan penelitian di wilayah pesisir dan laut.


Last Updated on Tuesday, 06 August 2019 11:19