Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Pompa Air Tambak Garam

E-mail Print PDF

Jakarta, 13 September 2019. Sebagai salah satu upaya mempermudah para petambak garam di Madura dalam memproduksi garam, Instalasi Pengembangan Sumberdaya Air Laut (IPSAL), Pusat Riset Kelautan, BRSDMKP yang terletak di Kabupaten Pamekasan, Madura  berhasil membuat inovasi teknologi tepat guna yakni Pompa Air Tambak Garam ( Aplikasi Kincir Angin Sumbu Vertical). Kincir tersebut berfungsi sebagai alternative pengganti kincir kayu konvensional yang digunakan untuk memindahkan air ke tambak/petak garam. Kincir angin sumbu vertikal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan kincir konvensional, yakni efektif untuk menambah air secara perlahan dan terus menerus tanpa merusak kolom air dan dasar tambak.

Informasi detail dapat diunduh pada link Pompa Air Tambak Garam


Last Updated on Friday, 13 September 2019 14:54
 

The 29th Workshop South China Sea

E-mail Print PDF


The 29th Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea had been held in Harmoni One Hotel, Batam, Indonesia,  11-12 September 2019. The Workshop was co-organized by the Policy Analysis and Development Agency of the Ministry of Foreign Affairs of the Republic Indonesia and the Center for the Southeast Asia Studies. The Workshop was attended by 54 participants from China, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, The Philippines, Chinese Taipei, and Viet Nam. The Indonesian delegation from Marine Research Center, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, who are attended in this workshop i.e.: Dr. Widodo Pranowo, Dr. Budhi Gunadharma Gautama and Nicolaus Naibaho, S.H., M.ILIR.

Dr. Widodo Pranowo of Indonesia presented the Hydrodynamics and Transports in the Natuna Sea and South China Sea as Transboundary Pollution Analysis Reference. In his presentation, he elaborated that seawater mass in the Natuna Sea and the South China Sea are estimated to be composed by seawater mass originated from Bay of Bengal, as well as the North Pacific Subtropical and Intermediate Water. The seawater mass and current circulation in the Natuna Sea and South China Sea are strongly influenced by monsoonal wind. The unique Natuna Offself Current is presented to be likely transporting pollution intyo Natuna Sea and South China Sea, and then into related coastal waters.

His presentation proposed following recommendations: (1) The necessity to understand the relationship between the characteristic of seawater mass, hydrodynamics, and transport in Natuna and the South China Sea; (2) The needs to establish a joint research (consortium) to develop the science plan related to hydrodynamics and transport study on the Natuna Sea and South China Sea; (3) The need institute the working group to develop anticipatory measures of transboundary pollution in the Natuna Sea and the South China Sea.

Sumber berita : Link



Last Updated on Friday, 20 September 2019 07:05
 

Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Presiden Ke-3 Prof. BJ Habibie

E-mail Print PDF





Last Updated on Friday, 13 September 2019 13:54
 

Ini Rute Hiu Blacktip Menuju Nusa Dua, Bali

E-mail Print PDF

Jakarta - Viralnya gerombolan hiu blacktip di Nusa Dua menarik perhatian wisatawan. Kemunculan hiu-hiu ini menimbulkan pertanyaan, dari manakah mereka berasal?

Media sosial ramai dengan kemunculan gerombolan hiu blacktip di Pantai Peninsula, Nusa Dua, Bali, sejak Selasa (20/5). Menurut pakar, gerombolan hiu ini muncul karena adanya upwelling di Nusa Dua, Bali.

Upwelling adalah pengangkatan massa air dari lapisan dalam ke lapisan permukaan laut. Pengangkatan massa air ini kaya akan nutrisi dan mineral.

Kelimpahan nutrien dan mineral akan menarik ikan-ikan pelagis. Rantai makanannya pun berlanjut dengan kedatangan hiu blacktip di Pantai Peninsula.


Selain itu, diketahui pula ada dua pertemuan air bersuhu dingin dan panas di sekitar perairan Nusa Dua Bali. Hal ini bisa menjadi pedoman dalam meninjau rute perjalanan hiu yang datang ke Nusa Dua, Bali.

"Air dingin (23-24 derajat celsius) dari upwelling muncul di selatan Selat Bali dan selatan Pulau Bali. Air bersuhu dingin terus masuk ke Selat Bali," ujar Widodo Pranowo, Peneliti Madya Bidang Oseanografi Terapan, Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (22/8/2019).

Setelah itu, suhu air akan naik sedikit menjadi 26-27 derajat celsius. Air akan bergerak keluar dari Selat Lombok menuju ke selatan, menuju Samudera Hindia Timur.


"Suhu air ini kemungkinan berasal dari Laut Bali dan Selat Makassar," ujar Widodo.

Melalui pemodelan yang dilakukan selama 3 hari (20-22 Agustus) terlihat pertemuan kedua massa air tadi (dingin dan hangat) di sekitar Perairan Nusa Dua. Biasanya di daerah pertemuan tersebut terdapat banyak plankton dan mikronekton.

Banyaknya plankton dan mikronekton akan menarik ikan-ikan pelagis. Ikan-ikan pelagis kemudian menjadi pemikat kedatangan hiu.


"Dari gambar pemodelan, bisa dilihat pada simbol (X) adalah penampakan ikan hiu blacktip yang pernah tercatat. Terlihat bahwa Nusa Dua memang dulunya pernah pula dikunjungi hiu," ungkap Widodo.

Tampak di Selat Lombok tercatat 3 lokasi penampakan hiu tersebut. Yang di Selat Lombok ada di sekitaran timur Nusa Penida, di Timur laut Pulau Bali, dan di barat laut Pulau Lombok. Bisa disimpulkan, rute hiu menuju Nusa Dua adalah dari Selat Lombok dan Selat Bali.

"Hiu ini hidup di kedalaman 25-75 meter, masih dangkal. Kemungkinan hiu-hiu tersebut berasal dari Selat Bali atau Selat Lombok," jelas Widodo.

Sumber Berita : Detik.com





Last Updated on Friday, 20 September 2019 08:57
 

National Expo for Science and Technology (NEST) 2019

E-mail Print PDF





Last Updated on Monday, 19 August 2019 12:56
 

Kerjasama Pusriskel-JICA Untuk Peningkatan Pemanfaatan Satelit

E-mail Print PDF

Jakarta, 15 Agustus 2019. Bertempat di Ruang Rapat Yellow Fin Tuna Gedung BRSDMKP 2 Lantai 6,  pada hari ini Kamis, 15 Agustus 2019 ini telah berlangsung penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) oleh Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki dan Ketua Tim Survei JICA Mr. Satosi Chikami yang disaksikan oleh Perwakilan Kedutaan Besar Jepang Mr. Nakamura dan Kepala BROL Dr. I Nyoman Radiarta.

Balai Riset Observasi Laut (BROL) yang merupakan salah satu Satker  Pusat Riset  Kelautan menjalin kerjasama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) untuk proyek kerjasama teknis yang berjudul The Project for Enhancement of Satellite Utilization for Monitoring Illegal, Unreported And Unregulated (IUU) Fishing Activity. JICA telah membentuk Tim Survei Detail Perencanaan pada tanggal 5 hingga 15 Agustus 2019 dengan tujuan membahas kerangka kerja proyek kerja sama teknis proyek Peningkatan Pemanfaatan Satelit Untuk Memantau Kegiatan IUU Fishing. Tim JICA juga melakukan serangkaian diskusi dan bertukar pandangan dengan tujuan menyusun kerangka kerja dan isi project dengan pihak berwenang yang terkait. Pelaksanaan project rencananya akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun berlokasi di Bali.

Setalah acara penandatangan MoM, tim JICA bersama Kepala Pusriskel, Kepala BROL, Peneliti Senior Pusriskel Dr. Aulia Riza Farhan dan perwakilan dari Ditjen Pengelolaan Tata Ruang Laut (DJPRL) KKP membahas beberapa hal detail terkait project diantaranya Project Design Matriks, Plan of Operation, serta Project site(s) and beneficiaries.  Keseluruhan detail tersebut merupakan bagian dari Record of Discussion yang rencananya akan ditandatangani oleh Kepala BRSDMKP Prof. Sjarief Widja dan Chief Representatif JICA Indonesia


Last Updated on Thursday, 15 August 2019 15:25