Prediksi Produksi Garam
Up

Prediksi Produksi Garam Nasional

PREDIKSI PRODUKSI GARAM NASIONAL


Produksi garam di Indonesia pada umumnya dikerjakan oleh rakyat secara tradisional dan sangat bergantung pada kondisi iklim-cuaca (Azizi et.al., 2011; Kumala, 2012). Indonesia yang berada di kawasan tropis sekitar ekuator hanya dapat melakukan produksi garam pada musim kemarau, yaitu ketika laju presipitasi atau curah hujan di Indonesia relatif kecil.  Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa produksi garam memiliki hubungan dengan curah hujan sebagai faktor pembatas, El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan fenomena global/regional lainnya (Kumala, 2012; Adiraga & Setiawan, 2014; Bramawanto & Abida, 2017; Herho dkk., 2018).

Kondisi iklim-cuaca dapat diprediksi sehingga produksi garam juga sangat memungkinkan untuk diprediksi. Berdasarkan hal tersebut Tim Riset Garam pada Pusat Riset Kelautan BRSDMKP KKP membuat prediksi produksi garam, didalamnya memuat informasi tentang a) Produksi Garam & Iklim di Indonesia, b) Kondisi Iklim Terkini, c) Prediksi Iklim Global dan Indonesia d) Prediksi produksi Garam di Indonesia. Informasi dalam prediksi tersebut dibuat untuk musim produksi garam tahun berjalan dan akan diperbaharui setiap hari Kamis minggu ke-3.

Sumber data yang diolah untuk menghasilkan prediksi antara lain adalah:

  1. Climate Prediction Center National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) (https://www.cpc.ncep.noaa.gov/products/analysis_monitoring/lanina/enso_evolution-status-fcsts-web.pdf)
  2. Japan Meteorological Agency (https://ds.data.jma.go.jp/tcc/tcc/products/model/index.html)
  3. Bureau of Meteorology Australia (http://www.bom.gov.au/climate/enso/outlook/)
  4. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) (http://dataonline.bmkg.go.id/home)
  5. Kementerian Kelautan dan Perikanan
  6. PT Garam (Persero).

Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para petambak garam sebagai referensi dalam mengambil langkah antisipasi ketika terjadi anomali iklim sehingga dapat mengurangi resiko kerugian yang ditimbulkan. Lebih lanjut, prediksi produksi garam dan rencana impor “seperlunya” dapat dipergunakan untuk estimasi prognosa neraca garam secara lebih cermat agar stok tidak deficit maupun surplus berlebihan.

Disclaimer:

  1. Prediksi ini dibuat untuk kepentingan riset dan penyebaran informasi. Prediksi ini tidak ditujukan untuk mendukung promosi, atau merekomendasikan kegiatan dari institusi/individu lain di luar BRSDMKP dan atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  2. Informasi yang diperoleh atau di-download akan dipergunakan oleh yang bersangkutan/pengguna  secara bertanggung jawab. Pengutipan data dan informasi diijinkan dengan kewajiban menyebutkan sumbernya secara lengkap.

Daftar Pustaka

1. Adiraga, Y. & Setiawan A.H. (2014). Analisis Dampak Perubahan Curah Hujan, Luas Tambak Garam Dan Jumlah Petani Garam Terhadap Produksi Usaha Garam Rakyat Di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Periode 2003-2012. Diponegoro Journal Of Economics, Vol. 3 (1) 1-13.

2. Azizi, A., Kurnawan, T., Manadiyanto. (2011). Analisis Pemasaran Garam Rakyat di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Jakarta. Seminar Nasional Riset dan Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Tahun 2011: 541-552.

3. Bramawanto, R. dan Rizal, F.A. 2017. The Climatology Aspect Review ( ENSO And Iod ) Against The Production Of Salt In Indonesia. Jurnal Kelautan Nasional. Vol. 12 (2) : 91-99.

4. Herho, S.H.S., G.A. Firdaus, P. M. Siregar (2017).  Pengaruh Aspek Meteorologi Terhadap Produksi Garam Air Payau Di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu.  SEMIRATA MIPAnet 24-26 Agustus 2017

5. Kumala, A. R. (2012). Analisis Pengaruh Curah Hujan terhadap Produktivitas Garam. Skripsi. Bogor. IPB.


 

2019_03_22_iklim (358.17 kB)
 hot
Display Num 
Powered by Phoca Download