SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Analisis Sumberdaya Kawasan Mangrove Manggar Kabupaten Belitung Timur Dalam Rangka Pengelolaan Wilayah Pesisir

 

NO          BAGIAN SUNGAI MANGGAR     SAMPEL

1 Hulu                     MG 1                 Buruk/ cemar berat

2 Tengah1              MG 2a               Buruk/ cemar berat

3 Tengah 2             MG 2b               Buruk/ cemar berat

4 Hilir                      MG 3                 Buruk/ cemar berat

 

Latar Belakang :

Secara geografis Kabupaten Belitung Timur  yang beribukota Manggar terletak antara 107o45’ BT sampai 108o18’ BT dan 02o30’ LS sampai 03o15’ LS dengan luas daratan mencapai 250.691 Ha. Wilayahnya dikelilingi zona pesisir, ditambah jejaring sungai memenuhi sebagian wilayah daratnya dengan akses akhir beberapa muara sungai besar di pesisir. Ada (empat) sistem jejaring sungai utama dengan muara utamanya: zona Sungai Buding di utara, zona sungai Manggar di timur laut, zona Gantung di timur dan zona sungai di kecamatan Dendang bagian selatan kabupaten(Tim Survey SDLP 2013). Sebagian besar wilayah pesisirnya bervegetasi mangrove.

Kabupaten bermaksud menata ruang pesisirnya khususnya kawasan mangrove kota Manggar untuk mengisi detil tata ruang RTRW di Bappeda Beltim, dan mengisi tata ruang tersebut dengan kegiatan untuk meningkatkan PAD melalui sektor Kelautan Perikanan berupa alokasi KJA(Keramba Jaring Apung) di muara Sungai Manggar dengan mengundang investasi asing dari Korea. Dari pertemuan teknis di Manggar dengan seluruh stakeholder kabupaten Belitung Timur, Tim SDLP dimintai bantuan untuk studi kelayakan muara Sungai Manggar untuk KJA. Hal ini sejalan dengan visi misi KKP, Balitbang KP dan Puslitbang SDLP, khususnya kegiatan survey riset ini, maka Tim survey SDLP menyelaraskan kebutuhan User ini dengan kegiatan survey.

Permasalahan eksisting di lokasi telitian:

1.  Degradasi kualitas dan kuantitas air sungai dan hutan mangrove

2.  Program perencanaan tata ruang wilayah pesisir Kabupaten Beltim membutuhkan data mangrove

3.  Program peningkatan PAD di area mangrove dengan tanpa kalahkan eksistensi mangrove

4.  Kultur masyarakat perlakukan mangrove yang cenderung destruktif= kebutuhan ekonomi

5.  Kondisi wilayah yang sebelumnya telah dikonsesikan untuk kegiatan pertambangan

Tujuan

Mendapatkan identifikasi peran dari unsur-unsur yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam aspek-aspek dasar penataan ruang pesisir

Mengetahui faktor-faktor utama dan penunjang yang mempengaruhi penentuan area dan peruntukannya sebagai acuan untuk merumuskan model penataan ruang pesisir yang sustainabel

Sasaran

Rekomendasi strategis kebijakan penataan ruang kawasan pesisir Manggar yang dapat diakomodir dalam penyusunan tata ruang Kabupaten

Metode :

Metode pengamatan dan pengukuran langsung di lapang dengan menggunakan metode Point Intercept Transect dan metode visual sensus

Metode purposive sampling secara in situ

Metodepengamatan geologi (litologi penyusun), morfologi pantai, dan karakteristik garis pantaiberdasarkan metode Dolan et al (1975)

Pemodelan kawasan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG)

Analisis Ekonomi Wilayah menggunakan Analisis LQ untuk mengetahui kemampuan suatu sub-wilayah dalam sektor/kegiatan tertentu

Analisis Prospektif Partisipatif untuk pengambilan keputusan bagi kelanjutan pembangunan

Hasil :

Hasil riset berupa Peta identifikasi ekologi di area mangrove Manggar, Peta kualitas air sungai dan muara Manggar, Peta lokasi ideal budidaya payau, Peta kelayakan transportasi sungai, Peta pengembangan wilayah pesisir kota Manggar, Peta draft sistem Water Way kota Manggar. Peta ini menunjukkan pengembangan kawasan wisata bahari pesisir di muara sungai bervegetasi mangrove dan wisata susur sungai kota Manggar. Hal ini adalah hasil dari kegiatan Tim SDLP dalam menjawab problem Pemkab Belitung Timur yang sedianya menentukan titik lokasi bakal KJA dengan investor dari Korea bertempat di muara sungai Manggar. Setelah dilakukan survey dan analisa didapati bahwa sebagian besar wilayah Sungai Manggar hingga ke muara tidak layak untuk kegiatan budidaya maupun konsumsi manusia termasuk biota yang hidup didalamnya.

Pemkab Beltim berupaya mengingkatkan PAD dengan menghidupkan sektor kelautan perikanan dalam hal ini bidang hayati. Namun hasil survey Tim SDLP menunjukkan kualitas air sungai Manggar dan geografisnya tidak cukup layak. Tim SDLP kemudian melakukan surevy tambahan dan akhirnya mengusulkan alternatif pemasukan PAD melalui sektor Non Hayati :

Wisata Susur Sungai dan Wisata Mangrove dengan pemberlakukan sistem Water Way. Perlu adanya manajemen yang baik dengan dalam mengelola alam mangrove di lokasi agar tetap lestari, terlindungi dr faktor alam dan manusia serta perlu peningkatan sarana infrastruktur penunjang wisata tersebut. Peta didukung rekomendasi dan semua data riset serta sampling di lokasi insitu beserta perhitungan dan analisanya.


Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Kabupaten Belitung Timur (Pulau Nangka) Prov. Bangka Belitung                   

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Fajar Yudi Prabawa, MT

Dr. Taslim Arifin, M.Si

Muhammad Ramdan, ST, MT

DR.Agustin Rustam

Peter Mangindaan,M.Si