Kajian Morfostruktur dan Aktivitas Hidrotermal Bawah Laut Kawasan Perairan Sangihe-Talaud Sulawesi Utara

 

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang :

Sesuai dengan buku kebijakan kelautan yang dibuat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa pengelolaan industri dan jasa kelautan, eksplorasi endapan mineral hidrotermal merupakan salah satu dari sepuluh bidang yang diharapkan dapat mendukung pembangunan perekonomian nasional. Dalam melaksanakan kegiatannya, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) menjadikan kebijakan kelautan tersebut menjadi acuan dalam pembuatan kegiatan ini. Berdasarkan hasil kesepakatan antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP/Badan Riset Kelautan dan Perikanan/BRKP)-Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan United States of America- National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA-Amerika) dalam program yang dinamakan Indonesia-US Expedition Sangihe-Talaud (INDEX  SATAL)  telah  menghasilkan  persetujuan  untuk  mengembangkan  kerjasama  penelitian  kelautan  di wilayah perairan Indonesia. Topik penelitian yang diangkat adalah hydrothermal vents, volcanology, habitat characterization, deep sea flora and fauna, physical and chemical oceanography, seafloor mapping. Area penelitian merupakan wilayah yang sangat aktif ditinjau dari kondisi tektonik dan struktur geologi. Aktivitas hidrotermal bawah laut juga sangat aktif terjadi di sepanjang jalur struktur geologi pada lengan utara pulau Sulawesi.

Tujuan :

Identifikasi morfostruktur dan aktivitas hidrotermal bawah laut kawasan perairan Sangihe – Talaud, Sulawesi Utara.

Metode :

1.  Pemetaan batimetri (resolusi tinggi) menggunakan Seabeam 1050D dengankemampuan di bawah 2.500 m.

2.  Penggunaan single beam dan multi beam sonar untuk mengetahui kedalaman titik lokasi yang hendak dilakukan pengukuran Conductivity, Temperature, and Depth (CTD).

3.  Pengamatan langsung dasar air menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dilengkapi under water camera.

4.  Pengolahan, interpretasi, dan analisis data hasil cruise, batimetri, CTD, ROV, sampel batuan.

Hasil :

1.  Terdapat pola kelurusan utama (berarah utara-selatan) struktur geologi yang ada di kawasan Sangihe Talaud.

2.  Keaktifan Gunung Kawio Barat teridentifikasi dengan terlihatnya aktifitas hidrotermal bawah laut ditandai dengan adanya kepulan asap dan gelembung cairan panas (bubles) dari lereng bagian bawah.

3.  Terdapat indikasi perbedaan komposisi dan temperatur dari larutan hidrotermal ditandai dengan variasi warna asap yang tampak (putih, kuning, abu-abu cerah).

4.  Larutan hidrotermal muncul ke permukaan dan membentuk suatu cerobong atau chimney hidrotermal di daerah yang secara tektonik dikontrol oleh konvergensi lempeng.

5.  Penipisan kerak dapat diikuti oleh munculnya kegiatan kegunungapian seperti yang dijumpai di Kawio Barat.

Lokasi Kegiatan            :   Perairan Sangihe-Talaud (Provinsi Sulawesi Utara)

Penanggungjawab         :   Eko Triarso, ST., M.Si.

Peneliti Utama Keg.      :   Eko Triarso, ST., M.Si.