Kajian Pengolahan Limbah Garam (Bittern) untuk Senyawa Magnesium

Kegiatan pengolahan bittern untuk mendapatkan Senyawa Mg

Bittern yang direbus dengan wajan alumuniu dan tanah liat

Endapan garam sisa perebusan bittern yang mengandung Mg


Diagram alir pemurnian bittern

Latar Belakang :

Sebagian besar wilayah Indonesia memproduksi garam dengan menggunakan media matahari untuk menguapkan kandungan air pada air laut.  Pada proses  pembuatan garam  dihasilkan pula larutan sisa yang memiliki konsentrasi yang cukup tinggi, dalam larutan ini terdapat banyak unsur-unsur yang berguna bagi kehidupan manusia, larutan tersebut sering disebut sebagai air tua atau bittern. Salah satu unsur yang terkandung dalam larutan bittern adalah Magnesium. Kegiatan tahun 2011 ini difokuskan pada metode pengolahan bittern . Pengolahan bittern ini dapat dilakukan dengan melakukan kajian menggenai kondisi larutan yang mengandung unsur-unsur tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dan merupakan suatu produk yang bernialai ekonomis.

Tujuan :

  1. Mengidentifkasi zat pengotor yang ada pada limbah garam (bittern)
  2. Mengidentifikasi dan membandingkan proses-proses/tahapan untuk memurnikan bittern

Metode :

  1. Penentuan stasiun dilakukan dengan cara purposive sampling
  2. Sampel air laut, air tambak dan garam diuji di laboratorium dengan parameter logam, anorganik non metalik, organik dan biologi, sementara analisa garam dilakukan pengujian dengan 8 parameter bau, rasa, warna, kadar air, Kadar NaCl, Kandungan Fe2O3, Kandungan Sulfat, persentase bagian tidak larut dalam air, kandungan cemaran logam dan cemaran Arsen.
  3. Sampel bittern diukur derajat Baume-nya kemudian diolah dengan cara dimasak.

Hasil :

  1. Analisa terhadap parameter logam, anorganik nonmetalik, organik dan biologi pada air laut, dan  garam menjelaskan kandungan unsur  yang terdapat dalam limbah garam (bittern) teridentifikasi beberapa zat pengotor ion unsur dan senyawa utama (>100 mg/l) yaitu rerata Klorida (Cl) 267.255,30, rerata Sulfat (SO4)) 108.205,25, rerata Natrium (Na) 18.529,45, rerata Kalium (K) 10.648,77 rerata  Magnesium (Mg) 460,66 rerata Kalsium (Ca) 314,59 dan sejumlah unsur minor lainnya (dibawah 100 mg/l)
  2. Untuk mendapatkan senyawa magnesium pada bittern dapart dilakukan dengan proses sederhana yaitu dengan melakukan perebusan terhadap bitter dengan kadar >29 Be Diagram selama kira-kira 45 menit, endapan setelah dilakukan pendinginan menghasilkan senyawa magnesium. Diagram  alir proses pemurnian bittern sederhana dapat dilihat pada gambar

Lokasi Kegiatan

:

Bandung, Lamongan, Surabaya

Peneliti Utama Keg

 

:

 

Utami R. Kadarwati,