Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Setelah WakatobiAIS sukses terpasang di PPN Karangantu Banten maka pada 7 hingga 8 April 2021 Wakatobi AIS kembali dipasang di 10 kapal di Pelabuhan Perikanan Samudera  (PPS) Cilacap. Ini adalah kali kedua perangkat AIS buatan Loka Perakayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi diimplementasikan di kapal nelayan. Mengingat pentingnya kegunaan perangkat AIS untuk keselamatan nelayan maka kesuksesan di kapal-kapal nelayan Karangantu dibuktikan dengan dipasangkannya kembali 10 unit WakatobiAIS pada kapal nelayan di Cilacap.

WakatobiAIS adalah sebuah perangkat AIS Class B yang dapat mengirim posisi kapal secara simultan sehingga keberadaannya dapat diketahui oleh kapal-kapal lain disekitarnya dan stasiun monitoring di darat. Kegunaannya sebagai alat keselamatan nelayan apabila kapal mengalami bahaya yang mengancam keselamatan nelayan seperti motor kapal mati, kapal hanyut, terbalik, bahaya tabrakan dan terbakar dan menghadapi perompak.

Sebagai salah satu inventor alat, bapak Arif Rahman selalu mengharapkan agar alat dapat diaktifkan/dihidupkan selama nelayan melakukan operasi penangkapan ikan. Selain itu Arif Rahman juga mengingatkan agar alat dapat dipelihara dengan baik oleh nelayan sebagai alat milik sendiri untuk meningkatkan keselamatan mereka dan keluarga.

Alat ini sendiri dirancang sangat kecil dan ringan serta mudah dioperasikan nelayan. 1 unit WakatobiAIS memiliki kode unik yang mengandung informasi tentang kapal dimana AIS terpasang sehingga tidak dapat dipindahkan ke kapal lain.

Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi diantara unit Eselon II KKP yaitu Pusat Riset Kelautan BRSDM KKP dan Pusat Data dan Informasi Sekjen KKP dan Direktorat Kepelabuhanan KKP dan didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap dan PPS Cilacap untuk memanfaatkan hasil inovasi di KKP guna mensukseskan program Pelabuhan Digital.