Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Senin, 22 Februari 2021.- Bertempat di Auditorium BRSDM Ancol Gd.1 lt.4 telah berlangsung pertemuan inisiasi kerjasama antara Pusat Riset kelautan BRSDMKP dan mitra pengguna (Pemerintah Kabupten Jepara, Jawa tengah) terkait pengembangan teknologi Kapal Insinerator Sampah (KIS)beserta konsep tata kelolanya hasil karya para peneliti Pusat Riset Kelautan (Pusriskel).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BRSDMKP Prof. Ir. Sjarief Widjaja,  sekaligus memimpin jalannya  pertemuan yang didampingi oleh kepala Pusat Riset Kelautan Dr. I Nyoman Radiarta, Kepala Pusat Riset Perikanan Yayan Hikmayani, Kepala Pusat Pendidikan KP Dr. Bambang S. dan Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP Dr. Lily Aprilya. Turut hadir dari jajaran pimpinan DPRD Kab. Jepara; Ketua Komisi D  Sutrisno, wakil ketua Fauzi , 1 orang anggota dewan komisi D Sunarto beserta satu orang staf pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama pemerintah kabupaten Jepara, para pimpinan komisi D DPRD Kab.Jepara sangat mengapresiasi adanya inisiasi kerjasama ini. Terlebih lagi pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Jepara beserta jajaran sebagai mitra pengguna. Para anggota komisi D sangat tertarik dengan teknologi kapal pengangkut sampah yang dikembangkan oleh Pusriskel  BRSDM KP yang diyakini mampu membantu mengatasi persoalan sampah laut di wilayahnya. Sebagai komisi yang diberi mandat menangani permasalahan lingkungan hidup, para pimpinan Komisi D sangat prihatin dengan permasalahan sampah laut di wilayahnya  terutama di pulau Karimun Jawa yang menjadi salah satu destinasi wisata nusantara dan memiliki ekosistem mangrove yang masih terjaga kelestariannya.


Kedua belah pihak berharap penjajakan kerjasama pembuatan kapal insineretaor sampah (KIS) ini dapat terwujud dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pulau Karimun Jawa. “Jika tidak ada refocusing anggaran untuk Covid, pasti Jepara sudah memiliki Kapal insinerator buatan Pusriskel ini”, terang Sutrisno. Lebih lanjut Kepala BRSDM Sjarief Wijaya menyarankan hendaknya jika tidak dapat terimplementasi untuk kapal insineratror dengan kapasitas angkut yang besar , kita dapat memulainya dari kapal pengangkut sampah dengan kapasitas lebih kecil yang nilainya lebih terjangkau, misal 300-400 Juta. “lebih baik kecil-kecil tapi jumlahnya banyak dan lebih efektif menjangkau beberapa titik pulau daripada besar tapi tidak dapat terimplementasi karena refocusing budget.” Terang Sjarief.

untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini, Kepala BRSDM meminta Dr. Nyoman Radiarta selaku Kepala Pusat Riset Kelautan dan ketua tim Teknologi Kelautan Dr. Handy Chandra untuk dapat menyempurnakan konsep desain kapal dengan kapasitas yang lebih kecil dan merumuskan rencana aksi berikutnya  agar kerjasama ini tetap  dapat terimplementasi dan menyesuaikan kemampuan anggaran Pemkab Jepara.

Pertemuan diakhiri dengan pemberian buku ilmiah hasil riset terkait pengelolaan sampah di kepulauan buah karya para peneliti pusriskel yang baru saja terbit di awal tahun 2021.Hk.Red.