Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Pada 13 Januari 2021 mealui media daring Zoom Koordinator Kegiatan PUMMA/IDSL Dian Novianto, M.Si bersama dengan Dr Semeidi Husrin Mengadakan Pertemuan dengan Universitas Bengkulu, Ikatan Ahli Tsunami Indonesia (Dr. Gegar Prasetya) dan Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi  yang diwakili oleh Dr. Rahman Hidayat Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan SDA, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Bersama Indra Hermawan M.Si selaku Kabid Infrastruktur Perkotaan  dalam rangka Rencana pemasangan alat hasil penelitian PUSRISKEL yaitu PUMMA untuk penguatan sistem deteksi dini tsunami. Kemenkomarvers melalui perwakilannya mendukung penuh kegiatan Penelitian PUMMA/IDSL dari Pusat Riset Kelautan BRSDM KKP untuk Pemasangan Alat Peringatan Dini Kebencanaan Laut (PUMMA/IDSL) hasil riset PUSAT Riset Kelautan BRSDM KP tahun 2020 di Bengkulu dan pulau Enggano dengan bekerjasama transfer knowledge dengan Universitas Bengkulu (www.unib.ac.id) , perlu diketahui kegiatan ini mendukung bagian dari Program Prioritas Nasional (PSN) Nomer 6.4 Ketahanan infrastruktur Mitigasi Bencana.

Rencana aksi pemasangan PUMMA direncanakan pada akhir bulan Januari tahun 2021 dengan melibatkan Universitas Bengkulu yang akan bersama-sama mengembangkan, menjaga serta merawat PUMMA. Pada pertemuan ini juga dibahas terkait rencana perjanjian Kerjasama Riset antara Prodi Ilmu Kelautan, Universitas Bengkulu dan Pusriskel dalam rangka pengembangan alat PUMMA, Program dosen tamu untuk meberikan materi terkait mitigasi bencana (Tsunami) di Universitas Bengkulu, dan Pengembangan Pusat Studi Kelautan di Pulau Enggano sebagai Laboratorium Alam. Dr. Gegar Prasetya dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pulau Enggano mirip seperti Bouy Raksasa di barat sumatera yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring dan deteksi awal tsunami bagi daerah lainnya di Sumatera Bagian Barat.