Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Para peneliti dan Perekayasa yang tergabung di dalam Tim Kerekayasaan Pembuatan Model Alat Pemantauan Cuaca-Iklim untuk Prediksi Produksi Garam telah berhasil mendirikan prototipe alat pemantau cuaca yang dikerjakan seluruhnya di kantor Unit Rintisan Riset Teknologi Kelautan (PIAMARI) Pangandaran. Setelah tahap pertama dan kedua dilalui dan berhasil diujicobakan di laboratorium perekayasaan Piamari, tahap ketiga ini memasuki penyempurnaan sistem dimana sesuai fungsi alat sebagai pengukur perubahan cuaca-iklim di sekitar tambak garam yang dipantau, maka alat harus diujicobakan di lingkungan sebenarnya untuk menguji pengiriman data-data pengukuran secara realtime dan cepat serta mengamati kehandalan alat-alat ukur yang terpasang. Data-data primer tersebut kemudian tersimpan di dalam bank penyimpanan data untuk kemudian diolah dan dianalisis. Secara keseluruhan sistem terlihat pada gambar 1. Lokasi yang dipilih untuk ujicoba lapangan adalah di Indramayu, Cirebon, Rembang, Pati dan Yogyakarta. Lokasi ini adalah tahap 1 wilayah yang dipilih untuk identifikasi lokasi yang benar-benar sesuai dengan kriteria lokasi yang diharapkan.

Kriteria calon lokasi pemasangan alat pemantau cuaca-iklim untuk lingkungan tambak garam:

Kriteria umum

  1. Berada pada hamparan yang luas.
  2. Lebih baik bila berada di tengah hamparan agar coverage areanya mewakili sekitarnya.
  3. Lebih baik lokasi yang tidak terlalu di sisi pantai, untuk mengurangi kecepatan potensi korosif terhadap alat.
  4. Tambak yang dikelola lebih dari 5 ha jika ada.
  5. Tambak disekitar gudang garam nasional bisa jadi salah satu calon.

Kriteria  khusus

  1. Tempat terbuka, tidak tehalang pohon atau bangunan.
  2. Masih mandapatkan sinyal telpon selular
  3. Terjaga keamanannya

Mengingat bahwa wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh musim penghujan dan musim kemarau dimana akhir-akhir ini perubahan cuaca di seluruh Indonesia mengalami fenomena yang unik yang menyebabkan musim-musim tersebut tidak dapat diprediksi atau bergeser dari waktu yang biasanya, maka Pusat Riset Kelautan menganggap pembuatan prototipe alat ini menjadi sesuatu  yang urgen terutama karena perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi ini sangat mempengaruhi produksi garam nasional sehingga dengan adanya alat ini perubahan cuaca harian di suatu tempat dapat diprediksi kaitannya dengan prediksi produksi garam, dari data-data yang terkirim secara daring.