Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 07 Februari 2020. Akhir bulan pertama Tahun Tikus 2020 ini, Pusat Riset Kelautan menggelar Ekspose eksperimental riset bidang osenografi terapan pada 31 Januari 2020 dan 7 Februari 2020. Para mahasiswa dari Universitaa Udayana dan Universitas Dipoengoro yang melaksanakan praktek kerja lab dan/atau magang di Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan, memaparkan hasil riset eksperimentalnya.Riset eksperimental oseanografi terapan dilakukan oleh Laboratorium Data Laut dan Pesisir, dalam rangka eksplorasi metodologi yang tepat, efektif dan efisien sebelum dipergunakan untuk riset "official". Sehingga ketika riset resmi menggunakan dana APBN diharapkan bakal memiliki tingkat kegagalan yang rendah. Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan melakukan eksperimen algoritma variabel oseanografi untuk mengidentifikasi waktu yang tepat untuk wisata "Lumba-Lumba Watching", yang dipresentasikan oleh Ghulam Husein mahasiswa Universitas Udayana.Mahasiswa Universitas Udayana yang lain, Putu Kumara Yasa dan Angela Yustina Ari, keduanya berkolaborasi mengembangkan algoritma untuk mencari konektivitas kesuburan perairan antara Selat Lombok, Selat Badung dan Selat Makassar.Tiga (3) mahasiswa Universitas Diponegoro, Muhamad Akbar Hanavi, Afif Arwin Egaputra dan Shastya Addienda Puspitasari, mempresentasikan keterlibatannya di Laboratorium Data Laut dan Pesisir dalam eksplorasi lebih lanjut algoritma dari Fast Fourier Transform dan Gaussian Least Square untuk mengidentifikasi rob, tsunami, dan pengaruh dari gerhana matahari terhadap kondisi laut. Ada 1 (satu) mahasiswa Universitas Diponegoro, Helwis Liufandy, yang mendapatkan tugas dari Laboratorium Data Laut dan Pesisir melakukan pemodelan tsunami yang dikopling dengan angin dengan mengambil obyek lokasi adalah Teluk Pangandaran.Pada acara ekspos tersebut, dihadiri oleh beberapa staf dan peneliti di Pusat Riset Kelautan, Dosen dan beberapa mahasiswa pasca sarjana Universitas Udayana,  para mahasiswa Prodi Hidrografi dan Prodi Hidro-oseanografi Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, dan para mahasiswa yang sedang melaksanakan magang di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Presentasi berlangsung dengan interaktif dan diskusi berlangsung dinamis.