Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Wakatobi, 23 Desember 2019.  Setelah melalui proses pengujian yang sudah mencapai tahap final pihak LPTK akan melanjutkan pada proses sertifikasi dibeberapa kementerian dan lembaga sehingga nanti dibuatkan regulasi terkait produksi massal dan penggunaannya oleh masyarakat . Beberapa kementerian dan lembaga itu antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Kominfo, Badan SAR Nasional dan Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengakuan hak atas kekayaan intelektual, sementara itu pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi juga sangat mendukung adanya Teknologi AIS, terbukti dengan adanya anggaran riset  terhadap Wakatobi AIS tersebut. Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan regulasi yakni Peraturan Menteri Perhubungan nomor 7 tahun 2018 dimana aturan tersebut mengharuskan semua kapal yang berlayar di seluruh perairan Indonesia wajib menggunakan teknologi AIS. Kepala LPTK Wakatobi Akhmatul Ferlin mengatakan “Tentunya ini merupakan angin segar bagi Wakatobi AIS sehingga penggunaan dan pemakaian teknologi ini sudah didukung oleh regulasi yang ada, kemudian di tingkat Pemerintahan Daerah juga mendukung berkaitan dengan teknologi ini dan pada tahun anggaran 2019 Pemda Wakatobi mendukung pelaksanaan riset teknologi Wakatobi AIS”.

Sumber : Youtube Wakatobi TV