Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Kementerian kelautan dan perikanan melalui pusat riset kelautan telah ikut berperan aktif dalam program nelayan go online dari kementerian komunikasi dan informatika. program ini bertujuan untuk memberikan salah satu solusi permasalahan perikanan yakni pemanfaatan aplikasi digital berupa aplikasi dasar untuk nelayan yaitu aplikasi sistem informasi kenelayanan 'NELPIN' .

NELPIN merupakan aplikasi berbasis android yang dibuat dan dikembangkan sejak 2015 dan dapat diperoleh secara gratis melalui Playstore. Aplikasi ini memiliki fitur -fitur andalan antara lain Peta prakiraan daerah  penangkapan ikan (PPDPI), informasi cuaca gelombang dan arah angin, informasi perkiraan BBM, harga ikan dan pelabuhan serta informasi lainnya.

Sumber informasi data dari aplikasi ini adalah hasil produk dari Balai Riset Observasi Laut dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP serta juga hasil kerjasama dengan instansi lain yaitu Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika.


Sejak bulan januari 2019 sampai sekarang ,program ini sudah berjalan lebih dari 5 lokasi di indonesia dari kabupaten pasaman barat, kabupaten kupang, kab nunukan, kab selayar, kab Parigi Moutong, Kab Biak Numfor, Kab Rote Ndao dan terakhir di Kab Jayapura.

Dalam kegiatan ini dilakukan ujicoba penggunaan aplikasi  nelpin dari awal yaitu proses unduh dari playstore  hingga akhir dalam menggunakan aplikasinya. Diharapkan di akhir program ini, nelayan Indonesia lebih memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu dalam kegiatannya menangkap ikan di laut.