Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Tegal (24/08/19) - Pada 23 - 24 Juli 2019 di Aula BPP Tegal diselenggarakan Kegiatan Capacity Building untuk Negara-negara Sahabat di kawawan Afrika dan Asia Pasifik. Dalam acara ini yang prakarsai oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri memberikan materi tentang Sistem Informasi Kenelayanan (Nelpin) dengan narasumber Dr. Sri Suryo Sukoraharjo dan Peny Dyah Kusumaningrum, M.Si (Pusat Riset Kelautan). Pelatihan dihadiri oleh beberapa peserta untuk materi kelautan dari Negara Papua Nugini, Timor Leste, Kepulauan Solomon, Fiji dan beberapa peserta pendamping dari Satker KKP di Ambo,  Medan dan Tegal.

Diterangkan materi mengenai Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan. Mulai bagaimana data diperoleh hingga dianalisa dan dibuat menjadi sebuah peta yang mudah dibaca oleh para pengguna (nelayan). Paparan tentang latar belakang pembangunan aplikasi nelayan pintar (Sistem Informasi Kenelayanan), pencapian kegiatan yang telah dilakukan selama 2015-2018 hiingga rencana pengembengan ke depannya.

Praktek penggunaan aplikasi di smartphone masng-masing peserta, yang dimulai dengan mendownload aplikasi di Play Store, menginstalnya dan melakukan pendaftar. Masing-masing peserta dipandu untuk mencoba berbagai macam fitur di dalamnya termasuk bagaimana cara membaca PPDPI (meski dalam Bahasa Indonesia) namun mereka tetap antusias untuk mencoba.

Berdasarkan hasil pelatihan ini, mereka berharap dapat membangun aplikasi serupa di Negara masing-masing. Hal ini karena para nelayan bisa melakukan kegiatan penangkapan ikan secera lebih efektif dan efisien. Di kesempatan mendatang, para peserta dari Negara sahabat mengharapkan bantuan dari peneliti dari Indonesia untuk membantu pembangunan aplikasi serpa di Negara peserta.