Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Wakatobi 23 April 2019, Kepala LPTK Wakatobi menerima kunjungan 2 (dua) pakar maritim dalam dan luar negeri, yakni Ivonne M. Radjawane, Ph.D dari ITB dan Park Hyung Joo, Ph.D, Chief Director Korea Maritime National Museum pada kesempatan berbeda. Dalam kunjungan pertama, Ivonne menyempatkan melihat sejumlah riset  yang dihasilkan oleh LPTK. Pada sesi diskusi, ahli bidang oseanografi ITB itu bertukar pikiran dengan pimpinan dan peneliti/perekayasa LPTK terkait isu terkini mengenai pemodelan laut, instrumentasi oseanografi, serta peluang kerjasama antara dua institusi khususnya mengenai mitigasi bencana maritim.
Dengan kelengkapan infrastruktur khususnya bidang pemantauan laut dan tren keluaran riset tiga tahun terakhir, kerjasama yang diharapkan berupa dukungan ITB dalam mewujudkan teknologi pelacakan orang/objek hanyut. Teknologi ini akan melengkapi proses mitigasi nelayan hanyut yang telah dimulai oleh LPTK melalui perekayasaan transmitter khusus untuk keselamatan dan pemantauan nelayan (WakatobiAIS).
LPTK diharapkan juga dapat menjadi partner dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen ITB melalui riset bersama serta dukungan sarana dan prasarana dalam kegiatan penelitian mahasiswa. 
Inisiasi kerjasama ini akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama untuk mengawali kemitraan saling menguntungkan antara LPTK dan ITB. 
Sore hari LPTK kembali mendapatkan kunjungan Direktur Utama Museum Maritim Nasional Korea (KNMM) Mr. Park Hyung Joo Ph.D. Kunjungan ini terkait dengan riset yang tengah dilakukan institusi ini bersama LIPI mengenai tradisi maritim komunitas Bajo di Wakatobi. 
Sebelum kunjungan ke berbagai sentra komunitas suku laut ini, Mr. Joo memperoleh data dan informasi lebih lengkap dari LPTK Wakatobi. Pada sisi sains, peneliti LPTK memaparkan tinjauan kawasan Wakatobi dan Laut Banda berdasarkan batimetri dan potensi hayatinya. Selain itu, sejumlah dokumentasi yang dimiliki LPTK menjadi titik penting dalam awal riset lembaga maritim Korea ini di Wakatobi. 
Mr. Joo juga mengapresiasi sejumlah capaian LPTK dalam upaya perlindungan keselamatan nelayan kecil dan tradisional. Kehadiran WakatobiAIS bersama dukungan sarana radar pantai terintegrasi dikatakannya sebuah pilihan riset yang tepat mengingat banyaknya insiden nelayan hilang dan hanyut di seluruh dunia. 
Menurut ia, tradisi maritim khususnya di asia sejak lama dikenal responsif terhadap perkembangan teknologi. Melalui riset AIS ini diharapkannya dapat meningkatkan standar keselamatan nelayan dunia.