Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Surabaya --- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melakukan  penandatanganan perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya, (21/3)

Perjanjian kerjasama ini terkait dengan di bidang pengembangan Iptek KP serta pengabdian kepada masyarakat kelautan dan perikanan. PKS ditandatangani Kepala Pusriskel Riyanto Basuki dan Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan kLaut Laksamana Pertama TNI Avando Bastari.

Menurut Riyanto Basuki, hubungan antara STTAL dengan KKP telah berlangsung lama sejak 2002/2003.  Secara rutin, sejumlah peneliti Pusriskel aktif mengajar di STTAL, para perwira siswa juga rajin mengikuti seminar learning session serta penelitian tugas akhir di Pusat Riset Kelautan. "Sejumlah publikasi Pusriskel pun banyak dirujuk oleh para Pasis (Perwira Siswa) dan sejumlah publikasi karya tulis bersama ditulis oleh Pasis, dosen STTAL, bersama peneliti Pusriskel. Melalui PKS ini, diharapkan menjadi tonggak baru kolaborasi bersama dalam kapasitas riset, kapasitas institusi dan kapasitas sumber daya manusia Pusriskel dan STTAL,” kata Riyanto, di Surabaya (21/3). Menurut Riyanto, PKS ini sebagai pedoman dalam rangka memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara maksimal guna mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan.

Adapun  ruang lingkup kerjasama meliputi : a. riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan; b. pertukaran tenaga ahli. c. pemanfaatan dan pemasyarakatan hasil riset dan pengembangan. d. pertukaran data dan informasi ilmiah.

Penandatanganan kerjasama tersebut  merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tentara Nasional Indonesia Nomor 01/MEN-KP/KB/11/2019 dan NK/1/11/2019 TNI tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengamanan Sektor Kelautan dan Perikanan, yang ditandatangani pada tanggal 11 Februari 2019.

Sumber Berita : Tabloid Sinar Tani