Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta (18/01/2019) – Bertempat di Ruang Rapat Yellow Fin, Gd. BRSDM-KP II, Jl. Pasir Putih I Lt. 6, Ancol Timur, Jakarta Utara pada 18 Januari 2019 dilakukan pertemuan koordinasi Pasca Survei Batimetri Teluk Palu setelah terjadi Tsunami. Pertemuan ini dilakukan sehubungan dengan telah selesainya survei batimetri Teluk Palu pasca terjadi Tsunami September 2018,dengan tujuan untuk mengetahui kualitas data, dan dugaan sumber penyebab tsunami di Teluk Palu tersebut.Rapat ini dibuka oleh Dr. Rahman Hidayat dari Kemenko Maritim yang juga mewakili organisasi IATSI (Ikatan Ahli Tsunami Indonesia). Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan perkenalan oleh Prof. Philipe F. Liu dari NUS Singapura, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan sambutan oleh Letkol Dikdik S. Mulyadi dari Pushidrosal.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil analisis perubahan batimetri Teluk Palu pasca Tsunami dan sebelum tsunami untuk mengetahui sumber tsunami di Teluk Palu pada September 2018. Data batimetri pasca tsunami diperoleh dari hasil survei KRI Spica milik Pushidros TNI AL dan hasil survei oleh PT Geotindo yang digabungkan. Sedangkan data batimetri sebelum tsunami diperoleh dari data batimetri BIG. Paparan ini disampaikan oleh Hanif Diastomo, M.Sc dan Pablo H. Caubilla.

Dari hasil diskusi didapat beberapa poin diantaranya : Berdasarkan analisis tersebut perlu dilakukan cek kembali data batimetri dari BIG tahun 2014, 2015, dan 2017. Longsoran bawah laut di dekat Pantoloan perlu dicek kembali dengan data batimetri Hidros sebelum terjadi tsunami. Diperlukan surat resmi untuk mendapatkan akses data LIDAR. Selain adanya longsoran bawah laut, diduga juga terjadi subsidence di tengah teluk Palu. Diperlukan surat resmi kepada kepala Pushidros TNI AL untuk meminta izin penggunaan data batimetri pasca tsunami Teluk Palu 2018 dalam rangka publikasi ilmiah. Data survei sub bottom profile (SBP) tidak dapat menjangkau bagian tengah teluk karena terlalu dalam. Namun demikian data SBP berhasil mengidentifikasi dan memperkuat dugaan adanya longsoran bawah laut di tiga titik pada kedalaman kurang dari 300 meter dari muka air laut di bagian timur Teluk Palu. Pusris Kelautan akan segera menyelesaikan analisis vidio tsunami Teluk Palu yang diperoleh dari Youtube. Hasil rapat ini akan dikirim kepada Ikatan Ahli Tsunami Indonesia (IATSI) sebagai laporan.Perizinan wartawan asing yang akan meliput mengenai Tsunami Palu ini akan dibantu oleh KKP. Artikel pendek akan dibuat dan dipublikasikan ke Jurnal Science. Artikel akan dibuat oleh Prof. Philipe F. Liu dibantu dengan kontribusi tim mengenai wahana survei instrumen yang digunakan. Perlu dibuat platform untuk berbagi data yang terkait dengan penelitian ini misalnya dapat dibuat di Dropbox yang dapat diakses oleh anggota tim.

Hadir dalam rapat Dr. Rahman Hidayat – Kemenko Maritim dan IATSI, Prof. Phlilipe F. Liu – Wakil Presiden NUS, Singapura, Letnan Kolonel Dikdik S. Mulyadi – Pusat Hidro Oseanografi TNI AL, Dr. Semeidi Husrin – Pusris Kelautan KKP, Don Nadeak – Direktur PT.Geotindo Survey Services, Joko Prihantono, M.Si – Pusris Kelautan KKP, Dino Gunawan, MT – Pusris Kelautan KKP, Pablo H. Caubilla, M.Sc – NUS Singapura, Hanif Diastomo, M.Sc – PT.ASR, Yudha – Surveyor PT. Geotindo Survey Services.