Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta, 14 Mei 2018. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 21 Maret 2018 menetapkan Permen Ristekdikti No. 09/2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Jurnal ilmiah adalah suatu media untuk meregistrasikan kegiatan kecendekiaan, mengarsipkan temuan hasil keilmuan, melindungi hasil karya ilmiah ilmuwan, dan mendiseminasikannya kepada publik. Sebelum Permen Ristekdikti tersebut terbit, Jurnal Ilmiah di lembaga riset kementerian umumnya diakreditasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sedangkan jurnal ilmiah yang dikelola oleh perguruan tinggi diakreditasi oleh Ditjen Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Hal yang menarik adalah terkait dengan implementasi di hilir. Dimana untuk jabatan fungsional dosen, hanya mengakui karya tulis ilmiah (KTI) yang diterbitkan di jurnal yang terakreditasi oleh Dikti. Sedangkan penilaian angka kredit peneliti adalah lebih moderat, dimana KTI yang diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi Dikti ataupun LIPI semuanya dapat dinilaikan. Pusat Riset Kelautan hingga saat ini mengelola Jurnal Segara dan Jurnal Kelautan Nasional yang selama ini keduanya terakreditasi oleh LIPI. Pada 3 Mei 2018, pada rapat redaksi Jurnal Kelautan Nasional, dilaporkan oleh Tim Pemberkasan Akreditasi (Dani Saepuloh, S.Kom), bahwa Jurnal Kelautan Nasional sudah melakukan submisi berkas perpanjangan akreditasi jurnal ke LIPI per Maret 2018. Namun, paralel dengan proses tersebut, dilakukan juga submisi pemberkasan awal akreditasi jurnal ke Sistem Online "Arjuna" yang dikelola oleh Dikti. Diharapkan nantinya, Jurnal Kelautan Nasional masih tetap akan mendapatkan akreditasinya sebagai jurnal ilmiah pada terbitan Agustus 2018 nanti. Pada 11 Mei 2018, Editor in Chief Jurnal Kelautan Nasional, diundang untuk menghadiri rapat dewan editor dan redaksi International Journal of Remote Sensing & Earth Science (IJReSES) yang dikelola oleh Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Terjadi pergantian Editor in Chief IJReSES, yang semula Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih menjadi Dr.rer.nat. Rokhis Khomarudin. Prof. Dr. Erna mendapatkan amanah baru menjadi Sekretaris Utama LAPAN. Dr. Rokhis saat ini masih aktif sebagai kepala Pusfatja LAPAN. Dr. Widodo Pranowo, sejak 2014 hingga saat ini masih aktif sebagai reviewer di IJReSES. Saat ini IJReSES sedang dalam proses menunggu kepastian penetapan akreditasi jurnal ilmiah berdasarkan Permen Ristekdikti yang baru tersebut diatas.

Berita terkait :