Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta, 04 Mei 2018. Kerusakan lingkungan hidup akibat pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam ternyata tidak bisa dihindarkan. Namun pengendalian melalui regulasi dan pemantauan secara berkala dan menerus oleh instansi yang berwenang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Demikian juga halnya yang terjadi pada lingkungan pesisir berikut perairannya yang umumnya didominasi oleh bakau (mangrove) dan lamun (seagrass).
Pada 02 Mei 2018, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengundang para ahli dengan berbagai kepakaran dalam rangka diskusi terkait indikasi-indikasi untuk investigasi kerusakan Mangrove dan Lamun.
Dr. Novi Susetyo Adi dan Dr. Agustin Rustam, memberikan beberapa masukan terkait dengan aspek mangrove dan lamun.
Diharapkan oleh Direktur pada Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Bapak Ragil, keterlibatan secara aktif dari para peneliti dengan berbagai kepakaran di Pusat Riset Kelautan KKP pada berbagai penanganan kasus-kasus sengketa lingkungan hidup di laut dan pesisir yang diprediksi kian meningkat pada masa yang akan datang.