Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta, 03 Mei 2018. Delegasi KKP, Kepala Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (Pusris Kelautan BRSDMKP) Riyanto Basuki, M.Si didamping oleh Kasubid Riset Sumber Daya Laut Yenung Secasari, M.Sc dan Peneliti  Pusriskel  R. Bambang A. Nugraha, M.AppSc pada tanggal 24 April 2018 menghadiri pertemuan the 2nd Bilateral Maritime Dialogue between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Korea, yang dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan. Pada pertemuan tersebut perwakilan kedua negara sepakat untuk  melaksanakan penguatan kerja sama bidang kemaritiman, di bidang riset kelautan dan perikanan, pengembangan pelabuhan, pariwisata, energi terbarukan, dan kerja sama lain yang terkait. Terkait kesepakatan ini, Menteri Samudera dan Perikanan Korea merencanakan akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada tanggal 9-11 Mei 2018 mendatang.

Selain itu, delegasi KKP juga menghadiri agenda pertemuan dengan pejabat Kementerian dan Lembaga Pemerintah Korea pada tanggal 25 April 2018, yakni pertemuan dengan Wakil Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea, Mr. Kang Joon-Suk guna membahas tindak lanjut detail kerja sama pengembangan kapasitas di bidang perikanan. Dan juga pertemuan dengan Mr. Kim Sun-Ha, Deputy Director for Marine Policy Division and Mr. Cho Il-Hyung dari Korea Maritime and Ocean University Consortium (KMOUC) yang membahas hasil kajian dan tindak lanjut kerja sama pemanfaatan bekas platform offshore eksplorasi migas sebagai media pengembangan terumbu karang (Rig to Reef Program). Pada kesempatan tersebut perwakilan Korea mengusulkan pembentukan Indonesia-Korea Center for Offshore and Marine Resources, dan  pihak Indonesia menyampaikan akan melakukan diskusi internal dan menggandeng institusi terkait lainnya di Indonesia.