Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta, 25 April 2018. Tumpahan minyak kolosal di Teluk Balikpapan beberapa waktu yang lalu, cukup menyita perhatian dan energi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat pemerhati lingkungan. Tanpa terkecuali pula Kementerian Kelautan dan Perikanan termasuk Pusat Riset Kelautan. Hingga hari ini, 25 April 2018, Badan Riset dan SDM KKP hanya menurunkan Tim survey dari Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dan juga dari Pusat Riset Perikanan.
Instruksi Kepala Pusat Riset Kelautan, Drs. Riyanto Basuki, M.Sc, agar Dr. Aulia Riza Farhan, M.Sc mengamati tumpahan minyak melalui satelit, dan Dr. Budhi Gunadharma melakukan pemodelan tumpahan minyak. Adapun Laboratorium Data Laut dan Pesisir, mengkaji data historis tumpahan minyak yang pernah terjadi di Teluk Balikpapan dan Selat Makassar sepanjang tahun 2014 - 2017. Selain itu Laboratorium Data Laut dan Pesisir juga melakukan koordinasi pertukaran data dengan Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN.
Pada 17 April 2018, Dr. Budhi Gunadharma memaparkan hasil kompilasi riset dari Pusat Riset Kelautan pada rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Bapak Bramantya Setyamurti, M.Sc. Rapat lanjutan diselenggarakan di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman, pada 23 April 2018. Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka percepatan ranperda RZWP3K Provinsi Kalimantan Timur, yang dipicu oleh asumsi adanya tumpang tindih pengelolaan ruang laut dan pesisir, sehingga menyebabkan terjadinya ledakan tumpahan minyak Teluk Balikpapan. Rapat dihadiri oleh Pemprov Kaltim, Pemkot Balikpapan, dan Pemkab Penajam Paser Utara. Dari lingkungan pusat, hadir perwakilan dari Kemenhub,Ppertamina, KKP, KPK, Kementerian ESDM, dan lain sebagainya.
Dr. Budhi Gunadharma, menampilkan seri deteksi satelit yang dilakukan oleh Dr. Aulia Riza Farhan, dan analisis spasial tumpahan minyak terhadap data-data spasial RZWP3K yang disusun oleh Labaoratorium Data Laut dan Pesisir, dan analisis oil spill per WPP hasil deteksi 2014-2017 oleh satelit radarsat INDESO.
Dicatat pula arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bagian Pencegahan, dan juga arahan dari Direktorat Perencanaan Ruang Laut Dr. Krishna Samudera, agar pemerintah daerah supaya cepat menyelesaikan RZWP3K lengkap baik dokumen final maupun perdanya. KKP akan memfasilitasi, data dan informasi terkait kondisi eksisting. Segala informasi terkait rencana dari setiap kementerian / lembaga (K/L) untuk pengelolaan ruang laut dan pesisir juga harus diserahkan ke KKP. Selanjutnya KPK akan memantau K/L manakah yang tidak pernah hadir dalam pembahasan RZ, dan/atau kurang serius dalam mendukung penyusunan RZ. Bapak Dian Patria, dari KPK sangat mendukung untuk segera dilakukannya FGD khusus untuk percepatan RZWP3K Provinsi Kalimantan Timur.