Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 24 April 2018. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar acara Sosialisasi Peraturan Menteri  Lingkungan Hidup  No. P.7/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 tentang Pedoman Kajian Kerentanan, Risiko, dan Dampak Perubahan Iklim.  Acara dilaksanakan di Hotel Menara Peninsula Jakarta dan dihadiri oleh sebanyak kurang lebih  70 peserta yang terdiri dari Kementerian/Lembaga pemerintah diantaranya KKP, LIPI, BMKG, BAPPENAS, BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan,LAPAN, serta Perguruan Tinggi, Asosiasi /Lembaga Swadaya Masyarakat dan para pakar dibidang perubahan Iklim. Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Direktur Lingkungan Hidup USAID Bapak Agus dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Dra.Sri  Tantri Arundhati, M.Sc. Acara berikutnya,  yakni pengantar Peraturan Menteri LHK No. P.7/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 tentang Pedoman Kajian Kerentanan, Resiko, dan Dampak Perubahan Iklim yang dibawakan oleh  Kasubdit Adaptasi Perubahan Iklim Dr. Arif Wibowo, M.Sc. dengan moderator Dr. Ari Mochamad dari Tim APIK USAID. Kemudian penyampaian pengalaman dalam pelaksanaan kajian kerentanan, risiko dan dampak perubahan  iklim oleh  Mirwansyah  Prawiranegara, S.T, M.Sc. (Kementerian ATR/BPN) dan Asfirmanto W. Adi (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Hadir mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan pada acara sosialisasi Permen LHK ini yaitu Kepala Subbidang Riset Mitigasi dan Adaptasi  Hikmat Jayawiguna, M.Si dan Peneliti bidang perubahan Iklim Dr. Marza Ihsan Marzuki serta Sari Novita, ST yang mewakili Dr. Widodo Pranowo. Pada tahun 2017 Dr. Widodo Pranowo aktif diundang oleh KLHK dan Tim APIK USAID berikan masukan tentang Rapermen Lingkungan Hidup tentang pedoman kajian kerentanan, resiko dan dampak perubahan iklim. Salah satu yang diusulkan oleh Widodo adalah agar kerentanan terumbu karang dapat dijadikan sebagai variabel perubahan iklim. 

Berita terkait : 

  • Pedoman Terkait Kajian Kerentanan, Risiko Dan Dampak Perubahan Iklim Akan Segera Terbit
  • Pusris Kelautan Usulkan Kerentanan Terumbu Karang Jadi Variabel Adaptasi Perubahan Iklim