Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 24 April 2018. Pada hari ini, Selasa, 24 April 2018, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore di perairan Pangandaran. Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pemrakarsa bekerja sama dengan Pemda Provinsi Jawa Barat menggelar perhelatan besar ini.
Peresmian akan ditandai dengan penaburan benih ikan, oleh Bapak Presiden Jokowi didampingi Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, kedalam KJA Offshore. KJA Offshore merupakan program unggulan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya, yang dalam kajian dan pengerjaannya melibatkan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut dan Badan Riset dan SDM KKP.
im kajian KJA Offshore dipimpin oleh Prof. Dr. Ketut Sugama dari Pusat Riset Perikanan dengan menggandeng para peneliti dari Pusat Riset Kelautan. Tim tersebut melakukan kajian sejak awal tahun 2017 terhadap 3 (tiga) lokasi rencana KJA Offshore meliputi perairan laut Pangandaran, Karimunjawa, dan Sabang.
Kontribusi peneliti Pusat Riset Kelautan adalah menyajikan data dan informasi terkait kondisi arus, gelombang, pasang surut dan kualitas air yang kemudian dijadikan rujukan bagi Ditjen Perikanan Budidaya untuk menyusun spesifikasi teknis KJA Offshore yang dibangun.
Diharapkan KJA Offshore ini dapat tahan terhadap dinamika laut yang ada, dan dapat mencapai Break Event Point sesuai analisis ekonomi yang telah dikembangkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya.

Berita Terkait :