Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 23 April 2018. Setelah melakukan persiapan survei selama sepekan yakni 16-20 April 2018, akhirnya  peneliti Pusat Riset Kelautan pada hari ini Senin, 23 April 2018 hingga Jumat, 27 April 2018 mendatang melaksanakan kegiatan Survei Arkeologi Maritim di Perairan Belitung Timur. Perairan Belitung timur dahulu merupakan jalur perdagangan yang dikenal dengan nama Jalur Rempah-Rempah (Spice Route) yang membawa muatan rempah-rempah dan juga beberapa keramik kuno, mata uang kuno, emas , perhiasan,dan  botol minuman antik. Saat ini kawasan perairan tersebut dinilai memilik potensi sebagai situs arkeologi maritime atau situs kapal karam bersejarah.

Tim survei dikomandoi oleh Rainer Arief Troa, M.Si. sebagai Tim Leader, dengan anggota survei yakni Eko Triarso, M.Si., Ira Dillenia, M.Hum., Joko Subandriyo, ST., Tonny Adam Theoyana, S.Kel. dan Wahyu Hidayat. Tim membawa serta beberapa peralatan yang dibutuhkan pada saat survei, diantaranya peralatan selam, peralatan Transek, Water Quality Cheker (WQC),ADCP dan GPS.