Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 12 Januari 2017. Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) Indonesia telah diresmikan presiden pada 2015 yang lalu. Sekretariat Komnas dan Pokja pun telah diresmikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim pada tahun 2016. Rencana Aksi Nasional (National Action Plan - NPOA) sepanjang 2017 dibahas secara marathon. Pada 11 Januari 2018, dilakukanlah rapat koordinasi (rakor) untuk menindaklanjuti Rancangan NPOA 2017-2020 yang ditargetkan pada awal tahun 2018 dapat segera disahkan. Hadir Dr. Novi Susetyo Adi, Ketua Kelompok Penelitian Karbon Biru, yang mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan pada rakor tersebut. Dr. Novi Susetyo Adi selama ini sangat aktif pada berbagai rakor Komnas CTI-CFF, dan bahkan telah menginisiasi kerjasama riset regional CTI-CFF.
Pada rakor tersebut, peserta menyepakati substansi Rancangan NPOA CTI-CFF Indonesia 2017-2020 untuk dapat diproses lebih lanjut. Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa tidak diperlukan tandatangan dari masing-masing instansi pada lampiran rencana aksi. Jika memang diperlukan cukup melalui Berita Acara Kesepakatan dari peserta pertemuan sebagai perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait.
Rakor juga membahas revisi keanggotaan Pokja harus mengacu pada Perpres 85/2015 tentang Komnas CTI-CFF Indonesia, terutama pada pasal 6 dan pasal 7 sehingga Pokja tetap berjumlah 8 (delapan) sesuai perpres. Manakala ada usulan tambahan maka dimungkinkan untuk dimasukkan kedalam Sekretariat atau dimasukkan ke Pokja yang sudah ada. Hal ini karena kewenangan Menko tidak boleh melebihi kewenangan yang sudah diatur di perpres.
Pada rakor tersebut, dibahas pula rancangan Laporan tahunan pelaksanaan kegiatan CTI-CFF yang akan disampaikan oleh Menko Maritim selaku Ketua Komnas CTI-CFF Indonesia. Laporan tersebut akan diserahkan kepada Presiden harus bisa diolah secara lebih mendalam dan prioritas kegiatan yang harus dilaporkan.
Direncanakan akan dilakukan Rapat tingkat tinggi menteri, dengan dipimpin Menko Maritim, untuk membahas tindak lanjut Komnas CTI-CFF Indonesia dan kontribusinya kepada CTI-CFF regional.

Berita terkait :