Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 07 November 2017. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) memiliki dua Jurnal ilmiah sebagai wadah karya tulis ilmiah di bidang aplikasi dan pengembangan penginderaan jauh. Kedua jurnal tersebut adalah International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJRESES) dan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital (Jurnal Inderaja). Meneruskan tradisi yang ada di LAPAN, pada 6-7 November 2017 dilaksanakan acara Coaching Clinic Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam rangka mempercepat dan memperlancar proses publikasi pada kedua jurnal tersebut. Sejumlah 19 naskah KTI yang 60% ditulis oleh para peneliti LAPAN, 40% ditulis oleh peneliti diluar LAPAN.

Salah satu calon peneliti dari Balai Riset Observasi Laut (BROL), Sdri. Amandangi Hastuti, M.Si turut hadir sebagai peserta dengan naskah tulisannya yang berjudul "Estimasi Stok Karbon Menggunakan Metode Penginderaan jauh di Kawasan Estuari Perancak, Ka. Jembrana, Bali". Sedangkan salah satu Tutor (coach) pada penulisan ilmiah tersebut adalah Peneliti Pusat Riset Kelautan Dr. Widodo Pranowo. Widodo tercatat sejak tahun 2014 aktif hingga sekarang menjadi mitra bestari (reviewer) pada IJRESES, dan secara frekuentif diundang oleh LAPAN untuk memberikan tutorial penulisan ilmiah sejak 2015. Adapun pada acara Coaching Clinic yang diselenggarakan di Hotel Lorin Sentul ini, Widodo secara intensif mengoreksi dan memandu bagaimana meningkatkan kualitas 3 (tiga) KTI dengan topik utama pengukuran batimetri dan optimalisasi zona potensi penangkapan ikan menggunakan citra satelit. Dari 2 (dua) KTI tersebut ada penulis (Masita Manessa dkk) yang menggunakan citra SPOT-6 dengan melakukan eksperimen menggunakan 12 Algoritma; sedangkan Nana suwargana dkk menggunakan citra Landsat-8 dengan 1 Algoritma namun area skytruth-nya lebih luas. Sartono Marpaung dkk melakukan riset optimalisasi zona potensi penangkapan ikan dengan cara membandingkan dua citra dengan resolusi spasial yang berbeda, SNPP VIIRS dan Himawari-8, namun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Coaching clinic tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN Dr. rer. nat. Rokhis Khomarudin. Beliau, disela-sela kesibukannya secara struktural sebagai pejabat tinggi pratama, masih menyempatkan diri untuk kegiatan ilmiah riset, maupun aktif sebagai salah satu mitra bestari (reviewer) di Jurnal Segara milik Pusat Riset Kelautan KKP. Hal ini adalah menunjukkan suatu sinergitas ilmiah antar instansi pemerintahan yang patut dilaksanakan keberlanjutannya.

Baca Berita Terkait: