Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta,  02 November 2017. Bertempat di Aula Kabupaten Pangandaran pada hari Selasa 31 Oktober 2017 dilakukan Kick Off Pelaksanaan Pembangunan Kelembagaan Riset Kelautan PIAMARI. Diawali dengan laporan penyelenggara kegiatan Dr. Ifan Ridlo Suhelmi yang melaporkan bahwa acara kick off ini merupakan awal dari dimulainya pambangunan fasilitas riset kelautan PIAMARI yang berlokasi di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Dalam laporannya Dr. Ifan mengatakan bahwa pembangunan ini akan berjalan dalam waktu 2 tahun atau yang sering disebut dengan tahun jamak. Setelah laporan dari peyelenggara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Pusat Riset Kelautan, Drs. Riyanto Basuki,M.Si. Dalam sambutannya Bapak Drs. Riyanto Basuki,M.Si menyampaikan bahwa kelembagaan yang akan dibangun nantinya merupakan Sarana Riset Kelautan yang dilengkapi dengan Akuarium dengan kapasitas yang cukup besar sehingga dibutuhkan sumberdaya manusia yang dapat mengisinya. Sambutan selanjutnya dari Bapak H. Jeje  Wiradinata selaku Bupati Pangandaran yang menyatakan sangat mendukung pembangunan PIAMARI karena terkait riset yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan maysarakat melalui hasil-hasil penelitian yang dihasilkan, serta PIAMARI akan menjadi tujuan wisata baru karena dilengkapi dengan fasilitas Akuarium. Bupati berpesan agar dalam pembangunannya dapat memanfaatkan bahan material dan tenaga yang berasal dari Pangandaran sendiri. Kontraktor konstruksi PT Amarta Karya (Persero) Bapak Hugeng juga memaparkan rencana kegiatan dan tahapan yang akan dilakukan selama pembangunan. Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya (Persero) Bapak Qudzi Jaya menyampaikan bahwa tugas MK melebihi tugas Konsultan Pengawas, karena selain mengawasi juga melakukan review hasil perencanaan dan menyetujui atas perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Setelah Paparan dari PT. Amarta Karya dan PT. Virama Karya, Wakil Bupati Bapak H. Adang Hadari menanggapi terkait dengan ketinggian air saat pasang dan titik nol dari rencana dasar bangunan. Bapak H. Adang juga menanggapi hasil sounder yang telah dilakukan di lokasi karena hal ini berkaitan dengan jembatan sementara dan pelaksanaan konstruksi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bapak Surya Dharma yang menyampaikan agar penggunaan material urugan cablok dari lokasi budidaya yang memiliki perijinan. Masukan juga diberikan oleh Kepala Desa Babakan yang menginginkan koordinasi yag terus dilakukan oleh kontraktor dengan pihaknya karena apabila terjadi permasalahan pada saat pembangunan akan bisa dan cepat dicarikan solusi.

Berita terkait :