Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 18 September 2017. Selama 4 (empat) hari pada tanggal 28 – 31 Agustus 2017 di Kota Tagatay dan Kota Batangas, Philipina Peneliti Pusat Riset Kelautan Dr. Novi Susetyo Adi, S.T, M.Si dan Peneliti Badan Riset dan Observasi Laut Dr. Frida Sidik, M.Sc (BRSDMKP) menjadi salah satu Delegasi Indonesia pada Workshop CTI Karbon Biru (CTI Blue Carbon Workshop). National Coordinating Commitee (NCC) CTI – CFF  Indonesia menunjuk Dr. Novi Susetyo Adi menjadi ketua delegasi dan spokesperson untuk Indonesia. Workshop yang diselenggarakan oleh pemerintah Filipina, melalui komite koordinasi nasional CTI Philippines dengan dukungan dari pemerintah Australia dan sekretariat regional CTI ini bertujuan untuk mengumpulkan para ahli karbon biru dan juga pembuat kebijakan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang ekosistem karbon biru (mangrove, rawa pasang surut dan padang lamun) serta isu terkait di negara-negara CTI.

Workshop dihadiri oleh delegasi negara-negara anggota CTI-CFF, yaitu Indonesia, Philipina, Malaysia, Solomon Islands dan Papua New Guinea, serta para mitra kerja sama (Australian Government, CI, PEMSEA, BIOFIN, World Bank, WWF). Beberapa Delegasi Indonesia yang hadir bersama Dr. Novi yakni Dr. A’an Johan Wahyudi dari Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, Dr. Frida Sidik dari Balai Riset dan Observasi Laut, BRSDM, KKP, Bali serta Fegi Nurhabni,S.T, M.T, M.Sc dan Dini Wulansari dari Ditjen PRL-KKP. Peserta workshop berkesempatan mengikuti Kegiatan field trip dengan mengunjungi Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Calatagan di Ang Pulo, Batangas City, Philippines yang dikelola oleh masyarakat local. Dari hasil diskusi pada hari terakhir workshop dapat dirumuskan bahwa dalam menentukan kebijakan terkait inisiatif karbon biru perlu pertimbangan tersedianya informasi yang relevan tentang ekosistem karbon biru, baik secara ekologi maupun ekonomi, serta mensinergikan kerangka kerja yang ada, baik di level pusat maupun daerah. Serta Rencana aksi yang dapat dilakukan dalam pengembangan inisiatif karbon biru di antaranya penyediaan data dan informasi, penyusunan kebijakan nasional, peningkatan kapasitas dan kesadaran, keberlanjutan dukungan anggaran.