Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Nelayan sebagai pemeran utama sektor kelautan dan perikanan perlu mendapatkan akses teknologi yang sederhana dan tepat guna. Untuk itu, baru-baru ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat sebuah sistem berbasis aplikasi yang mempermudah nelayan menangkap ikan. Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan KKP Zulficar Mochtar mengungkapkan, hasil inovasi riset kelautan dan perikanan tersebut diberi nama Sistem Informasi Nelayan Pintar (NELPIN). Dengan aplikasi NELPIN, diharapkan nelayan dapat dengan mudah menangkap ikan di laut bukan lagi mencari ikan di laut."Aplikasi NELPIN dalam kegiatan penangkapan ikan, diharapkan bantu nelayan mencari fishing ground sehingga bahan bakar dapat dihemat dan kegiatan penangkapan ikan menjadi lebih ramah lingkungan," kata Zulficar melalui pesan singkatnya kepada kumparan, Sabtu (26/8).

NELPIN merupakan aplikasi berbasis android yang dibangun dan dikembangkan tahun 2015 oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Fungsi aplikasi ini adalah mendukung nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Aplikasi ini menggabungkan berbagai informasi berbasis android, seperti Peta Perkiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), informasi cuaca, kesuburan perairan dan informasi harga ikan.

Pada 2016, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP) telah melakukan pengembangan aplikasi tersebut, dengan ubahan pada beberapa fungsi seperti informasi PPDPI, cuaca, gelombang dan angin, pelabuhan, harga ikan serta menu perkiraan BBM dan bantuan. Ubahan ini mengacu pada kebutuhan nelayan. Sumber informasi data yang terdapat pada aplikasi NELPIN adalah hasil kerja sama antara Balai Riset Observasi Laut (BROL) di Perancak, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT). "NELPIN ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk tingkatkan produksi dan menghemat biaya sehingga nelayan bisa lebih sejahtera," sebutnya.

Sumber Berita : Kumparan.com