Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

KUPANG, suaramerdeka.com - Balai Riset dan Observasi Kelautan serta Balai Riset Kelautan dan Perikanan dalam rapat di Departemen Luar Negeri memberikan rekomendasi teknis bahwa untuk pembuktian pencemaran laut yang lebih detail dengan melakukan survei laut, pengambilan citra satelit resolusi sangat tinggi dan radar aktif (time-series).

“Selain itu, pengambilan sample air laut dan biota di berbagai lokasi dan kedalaman, pengukuran arus,  survei nelayan penangkap ikan, survei dampak lingkungan. Hal ini dikarenakan ekosistem laut dan pesisir, berikut masyarakat nelayan/pembudidaya sebagai korban pencemaran adalah sebagai tanggungjawab KKP,” kata Kepala Pusat Data Laboratorium Kelautan dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Widodo Pranowo.

Pada tanggal 18-23 Agustus 2010, KKP menggelar “Timor Sea Rapid Assessment Operation” dalam rangka  verifikasi tumpahan minyak Montara di perairan Timor dengan melakukan survei mengelilingi perairan pesisir Pulau Rote.

Pelaksanaan survei tersebut adalah bersamaan waktunya dengan perjuangan Tim Advokasi Nasional dalam  penuntutan ganti rugi, pertemuan kedua di Australia. Pada saat itu, Balai Riset dan Observasi Kelautan mengirim beberapa penelitinya untuk melakukan sampling air dan biota di daerah perairan Laut Timor, Pulau Rote dan Pulau Sabu.

“Tim survei dibagi menjadi dua, yakni tim pesisir dan tim laut. TISRA Operation dilakukan dengan menggunakan Kapal Patroli Perikanan milik KKP Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP),” kata dia.

Direktur pada Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Dr. Hartanta Tarigan, pada saat itu mengijinkan perjalanan dimulai untuk sampling dimulai hari Jumat tanggal 20 Agustus 2010 dengan menumpang KM Hiu Macan Tutul.

Pada akhir tahun 2014, melalui program “Infrastruktur Development for Space Oceanography”, dilakukanlah analisis ulang terhadap arsip citra satelit radar oleh Dr Widodo Pranowo bersama Beatrice Nhun Fat dari CLS, memverifikasi kejadian tumpahan minyak Montara.

Hasilnya telah dipresentasikan pada acara APEC PRAOS di Korea pada 2014. Pada Oktober 2016, melalui survei laut untuk penyusunan basis data pulau terdepan Pulau Rote, disempatkan pula untuk melakukan  pencarian sisa jejak tumpahan minyak Montara tahun 2009.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network) sumber berita : suaramerdeka.com


Berita terkait :