Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Pangandaran, 01 Februari 2017 – Berangkat lewat jalur darat, tim pangandaran memulai perjalananya menuju lokasi survei menggunakan kereta api sampai di Cilacap. Setelah sampai di cilacap berkoordinasi dengan PPS Cilacap pada tanggal 31 Januari 2017, untuk melaksakan koordinasi dan perijinan kapal meminggalkan pelabuhan, tim tidak buang waktu dan langsung menuju Pangandaran dengan kembali menempuh perjalanan darat walaupun dihadang dengan hujan yang sangat lebat, pada malam hari tiba di Pangandaran tim beristirahat dan memepersiapkan kegiatan esok hari yang merupakan pengukuran pertama untuk kegiatan KJA Offshore di Pangandaran. Demi efisiensi waktu dan kelancaran pelaksanaan tim dibagi menjadi dua tim, yaitu tim darat yang melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan kedinasan terkait, sedangkan tim laut yang beranggotakan 6 orang antara lain, Dr. Tarunamulia, S.T., M.Sc., Ariani Andayani, S.Si., M.Sc., M. Natsir, M.Sc., Tedy Priyadi, S.Si., Rizal Fadlan Abida, S.T., dan Nico Wantona, S.IK. Tim laut bertugas untuk melakukan pengambilan sampel dan data yang sudah disepakati terkait dengan KJA Offshore ini. Tim laut mengunakan wahana laut dengan bobot mati 30 GT dengan menggunakan wahana dari PPS Cilacap. Pada awal pelaksaaan survei, tim disambut dengan alun gelombang sebagai perkenalan dengan keadaan laut Selatan Jawa, hingga pukul 14.45 tim Laut telah berhasil melaksankan sapu bersih 23 titik pengukuran. Pelaksanaan pengukuran di barengi dengan gelombang yang turut memberikan warna dalam proses pengumpulan data secara in-situ. Di kejauhan terlihat awan gelap namun tim tetap melaksankan pengukuran hingga habis.

Sedangkan pada hari ini, tim darat bertugas untuk berkoordinasi dengan DKP Kabupaten Pangandaran yang diterima oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya. Tim darat ini terdiri dari Nurfitri Syadiayah, S.Pi., M.Si., M.Sc. dan Kresna Yusuf, S.Pi. Pada keesokan hari tim akan melaksanakan pengukuran kualitas air dengan melaut lagi pada pagi hari, hal ini diperlukan untuk pengambilan data dengan keadaan dari surut menuju pasang, sehingga data keadaan laut in-situ diperoleh secara lengkap hal ini dapat menunjang data awal untuk pembangunan Keramba Jaring Apung di perairan Pangandaran.

Berita Terkait: