Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;


Jakarta 31 Oktober 2016. Jurnal merupakan media bagi para peneliti, perekayasa, dan para fungsional lainnya untuk menuangkan hasil kerjanya. Selain merupakan sebuah dokumentasi ilmiah, artikel karya tulis ilmiah (KTI) sangat diperlukan bagi dokumen bukti pengajuan paten. Bahkan kinerja para fungsinoal tersebut sangatlah tergantung dari intensitas kuantitatif dan kualitatif dari artikel (KTI) tersebut. P3SDLP sangat beruntung mendapatkan tambahan pengelolaan 1 (satu) lagi Jurnal nasional, yakni Jurnal Kelautan Nasional. Adapun Jurnal Segara yang sudah establish sejak 2005, saat ini telah one step ahead statusnya dengan menggunakan Online Journal System (OJS). OJS Segara telah terdaftar pada Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), sejak 2016 memiliki Digital Object Identifier (DOI), bahkan telah ter-indek-sitasi di Google Scholar, Crossref, dan Indonesian Publication Index (IPI). Mulai tahun 2016, OJS Segara terbit 3 (tiga) kali dalam setahun, dimana salah satu nomor terbitannya (Agustus) adalah dikhususkan untuk artikel berbahasa inggris. Wacana untuk 3 (tiga) kedepan, direncanakan OJS Segara akan dirubah menjadi full terbitan dalam bahasa inggris dan diakreditasi sebagai jurnal internasional.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) juga mengelola jurnal nasional dan internasional, bahkan jauh lebih lama ketimbang OJS Segara P3SDLP. Salah satu jurnal internasional yang telah terindeksitasi oleh Scopus adalah International Journal of Remote Sensing and Earth Science (IJRESES). Kelahiran IJRESES ini tidak lepas dari peran perkembangan ilmu dan teknologi kelautan terutama yang banyak memuat dari hasil-hasil Pacific-Asian (Pan) Ocean remote Sensing (PORSEC) yang rutin digelar sejak 1990. PORSEC telah digelar di Indonesia 2 (dua) kali, yakni pada tahun 2002 dan 2014. Dari event tersebut kemudian munculah banyak artikel ilmiah terkait remote sensing kelautan dari para peserta PORSEC yang kemudian banyak mengisi IJRESES.

Pada 26 - 30 Oktober 2016, IJRESES melakukan kegiatan pendampingan (Couching class) penulisan KTI pemanfaatan penginderaan jauh tuk publikasi jurnal nasional maupun internasional. Peneliti P3SDLP, Dr. Widodo Pranowo, mendapatkan kesempatan sebagai salah satu pembimbing dalam penulisan artikel KTI untuk disubmisi ke IJRESES. Adapun beberapa artikel yang mendapatkan pendampingan oleh Widodo umunya terkait dengan pembangunan algoritma penginderaan jauh (remote sensing) untuk diaplikasikan kepada variabilitas suhu permukaan laut, khlorofil di laut, maupun perubahan tata guna lahan di kawsan pesisir. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN, Dr.rer.nat. Rokhis Khomarudin, yang juga aktif sebagai mitra bestari di OJS Segara sejak 2011. Pusfatja LAPAN, bahkan adalah lembaga yang pertama kali menerbitkan peta  Zona Potensi  Penangkapan Ikan (ZPPI), sebelum kemudian Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) menerbitkan Peta Prediksi Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI).