Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 09 Agustus 2016. Pagi ini Pukul 09.00 Bapak Ferdi Tanoni dari Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), yang baru saja tiba dari Australia Barat dalam rangka “Class action” klaim ganti rugi kasus Montara berkunjung ke Kantor Pusat Litbang Sumberdaya Laut dan Pesisir bermaksud melakukan koordinasi terkait  kegiatan Pra Survei sekaligus pengambilan sampel air tercemar, akibat ledakan sumur bor minyak Montara  tahun 2009, di sekitar Pulau Rote pada tanggal 7-13 Agustus 2016 oleh tim P3SDLP. Hingga saat ini penyelesaian sengketa tumpahan minyak mentah ke Laut Timor akibat meledak dan terbakarnya unit pengeboran Kilang Minyak Montara milik PTTEP Australasia masih belum tuntas. Tumpahan minyak ini terjadi pada tanggal 29 Agustus 2009 dan terus berlangsung selama 74 hari, hingga akhirnya pada 3 November 2009 kebocoran berhasil diatasi. Kebocoran pada “well head” (sumur bor minyak) mengakibatkan kebocoran gas hidrokarbon dan minyak, yang sudah mencapai sekitar 51 mill laut dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 7 Oktober 2009 lalu. Berdasarkan hasil analisa Timnas Penanganan Kasus Montara yang dikoordinatori oleh Menteri Perhubungan “finger prints” terhadap sampel minyak Montara terdapat kesesuaian karakteristik minyak yang ditemukan di Perairan Laut Timor dengan minyak yang berasal dari platform Montara di Australia. Analisa citra satelit optis yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN)  dan Badan Litbang KKP, citra satelit radar memverifikasi adanya sebaran minyak di Perairan Laut Timor berasal dari tumpahan minyak Montara.

Menurut Ferdi Tanoni Kerusakan lingkungan yang diakibatkan sangat luar biasa, baik dilihat dari sisi biofisik, dampak psikologis dan sosial ekonomi. Tidak hanya banyak biota laut terancam, ribuan warga, terutama nelayan yang tinggal di sekitar pesisir Pulau Timor dan Pulau Rote pun terpukul, demikian tambahnya. Ferdi juga menekankan bahwa hasil tangkapan ikan mereka turun drastis dan banyak diantara mereka tidak bisa lagi melaut karena lahan garapan di laut mereka tercemar berat. Yang paling berbahaya dan sangat dikhawatirkan adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat yang mendiami Timor Barat dan kepulauan sekitarnya bila mengkonsumsi ikan yang tercemar, demikian ditekankan oleh Ferdi

Dalam kunjungannya Ferdi Tanoni sebagai berharap untuk memperoleh dukungan berupa analisa data hasil penelitian yang bisa digunakan untuk membantu penyelesaian sengketa Montara yang  sudah berlangsung selama 7 tahun. Beliau diterima oleh Dr.-Ing Widodo S. Pranowo Kepala Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Rainer Arief Troa, M.Si. Ketua peneliti Geodinamika dan Sumber Daya Laut Dalam, Hari Prihatno, M.Sc. peneliti Geodinamika dan Sumber Daya Laut Dalam, serta Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S.Kel. staf Laboratorium Data Laut dan Pesisir.


Link terkait :