Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta, 22 Juli 2016 – Bertempat diruang rapat lantai V, Gedung II Badan Litbang KP, 4 (empat) orang mahasiswa Universitas Diponegoro dari jurusan Ilmu Kelautan telah menyelesaikan pekerjaannya dalam pengolahan data beberapa parameter laut di Pulau Biak. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyusunan basis data laut pulau-pulau terluar, salah satunya Pulau Biak. Hari Jumat itu merupakan hari terakhir selama masa tugas mereka mengolah data dan diakhiri dengan presentasi hasil akhir kepada penanggungjawab kegiatan, Dr. –Ing. Widodo S. Pranowo yang juga merupakan pembimbing keempat mahasiswa selama melakukan proses olah dan analisis data di kantor P3SDLP. Keempat mahasiswa tersebut adalah Askiya Intan Suryani yang mengolah data arus laut, Jakfar Shodiq Panatar dengan data suhu permukaan laut, Lukman El Fikrian tentang salinitas dan Parama Danviarta dengan fokus data kadar oksigen terlarut. Menurut hasil diskusi, arah arus rerata dalam Tahun 2015 cenderung besar dari arah timur laut menuju barat daya yaitu cenderung dari arah Samudera Pasifik menuju ke perairan Indonesia. Secara umum, suhu permukaan perairan cenderung mendingin hingga 29ᵒ Celcius pada Bulan Juli 2015, sedangkan dibulan-bulan lainnya cenderung sama. Diperoleh juga, keadaan salinitas di Pulau Biak meninggi di Bulan Oktober khususnya di wilayah timur yaitu Perairan Samudera Pasifik. Untuk kondisi oksigen terlarut, di Pulau Biak mencapai kondisi tertingginya di Bulan Juli. Acara diskusi ini dihadiri juga oleh mahasiswa dari Universitas Padjajaran, Institute Teknologi Bandung dan Universitas Brawijaya. Hadir pula dalam acara ini, para peneliti dan oara staf Laboratorium Data Laut dan Pesisir antara lain Tonny Adam Theoyana, S.Kel, Rizal Fadlan Abida, S.T., Armyanda Tussadiah, S.Kel, Wida Hanayasashi, S.Kel dan Muallimah Annisaa, S.Kel yang selama ini mendampingi para mahasiswa dalam proses pengolahan data.