Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Bali - (15/03/2016) Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dewasa ini, diiringi dengan peningkatan kebutuhan manusia dalam mengakses pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Perkembangan ini juga turut dirasakan oleh pelaku usaha di dunia kelautan dan perikanan. Maka dari itu, perlu adanya penyampaian informasi teknologi serta materi penyuluhan terkait dunia kalautan dan perikanan terbaru dengan cepat kepada setiap bagian penggerak dunia kelautan dan perikanan.

Salah satu badan KKP, dalam hal ini Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMPKP) membentuk suatu tim penyuluh bagi masyarakat pesisir. Dr.-Ing. Widodo S. Pranowo (Kepala Laboratorium Data Laut dan Pesisir, P3SDLP) ikut berkontribusi sebagai narasumber dalam menyampaikan materi penyuluhan di Bali dengan tema besar cyber extention tersebut. Materi yang disampaikan antara lain adalah prediksi pasang surut di berbagai perairan Indonesia dan Peta Perkiraan Daerah Penangkapan Ikan.

Penyampaian materi pasang surut disajikan cukup detail dengan harapan para penyuluh mengerti dan paham benar tentang materi ini. Diawali oleh pengertian, komponen pembangkit, tipe pasang surut hingga yang sangat aplikatif adalah fungsi pasang surut dalam kehidupan nyata. Beberapa fungsi yang terkait dengan masyarakat pesisir Indonesia adalah Inlet-Outlet air bagi tambak, baik budidaya ikan ataupun garam; jadual memancing dan juga desain pembangunan pelabuhan. Data yang sangat penting ini telah dibukukan (berbayar) oleh beberapa Instansi. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi, data penting ini disajikan secara gratis di dalam website P3SDLP (http://p3sdlp.litbang.kkp.go.id/index.php/en/data/prediksi-pasang-surut). Dengan bantuan teknologi pun, data ini bisa diakses langsung dari ponsel pintar berkat kerja keras tim Lab. Data Laut dan Pesisir, P3SDLP. Aplikasinya bisa langsung di unduh di Google Playstore dengan keyword antara lain "P3SDLP; Prakiraan Pasut; Pasang Surut, Pranowo". Disampaikan pula adanya software gratis "WXTide32" dengan basis data lokasi pasang surutnya adalah Pelabuhan Transportasi Umum sebagai alternatif aplikasi yang dapat digunakan oleh penyuluh. Dimana, aplikasi ini dapat memprediksi pasang surut hingga tahun 2037 mendatang.

Materi selanjutnya tentang Peta Perkiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), diharapkan mampu memaksimalkan kerja nelayan, sehingga tidak terjadi kebingungan ketika nelayan ingin pergi mencari ikan. Peta ini biasanya memuat lokasi daerah penangkapan ikan selama 2 hari kedepan. Dengan adanya peta ini, diharapkan penyuluh mampu menginformasikan dengan baik kepada masyarakat pesisir sehingga terjadi peningkatan kualitas karena terjadi efisiensi baik waktu maupun bahan bakar. Peneliti Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL), Adi Wijaya, ST, memberikan paparan dan demo terkait PPDPI tersebut. BPOL sejak Maret 2016, kembali ke pangkuan P3SDLP, setelah beberapa saat berada dibawah koordinasi Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP).


Berita Terkait :