Riset Wisata Bahari
Up

Tanjung Kelayang - Bangka Belitung

  • LATAR BELAKANG

Pembangunan (portal) Pusat Data Kelautan atau National Ocean Data Center (NODC) merupakan mandat UU 32, UCLOS 1982 dan Perpres 16/2017 saat ini diselaraskan dengan era industri 4.0 (kemenkomar sebagai koordinator pelaksana). NODC ini juga merupakan komitmen Indonesia dalam sidang umum IOC ke 29 (September 2016 di Paris). Peta jalan NODC ditargetkan untuk melengkapi 5 dari 10 destinasi prioritas Kawasan Wisata Nasional, yaitu: Tanjung Kelayang-Bangka Belitung, Tanjung Lesung-Banten, Mandalika-Nusa Tenggara Barat, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, dan Pulau Morotai-Maluku Utara.

Pariwisata bahari diprioritaskan sebagai satu dari 10 parameter sasaran indeks kesehatan laut atau Ocean Health Index (OHI). Dalam hal ini data dan survey kelautan diarahkan untuk mengetahui tidak hanya pada data potensi namun juga kerusakan laut  melalui indeks kesehatan laut atau Ocean Health Index (OHI). Saat ini Indonesia rangking ke 145 dari 221 ZEE, dengan nilai 65 (indeks global diangka 71). Pusat Riset Kelautan dalam tupoksinya berperan penting memberikan kontribusi terkait dengan data dan survei yang selama ini dilakukan.

Beberapa dukungan yang dapat diberikan Pusat Riset Kelautan diantaranya adalah penentuan 10 Titik Lokasi Wisata Arkeologi Bahari yang dimandatkan kepada Kepala Pusat Riset Kelautan sesuai dengan Surat Tugas No. 817 tanggal 25 Mei 2018 oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.


  • OBJEK WISATA BAHARI EKSISTING
a. Keindahan pantai berpasir putih dengan panorama eksotik berhias batuan granit raksasa.
b. Lokasi Sail Indonesia  (berlabuhnya kapal-kapal yacht) yang diadakan setiap bulan Oktober

  • KARAKTERISTIK OSEANOGRAFI UMUM

Suhu permukaan laut pada bulan Januari dominan berada pada kisaran 29°C, dengan adanya kenaikan suhu di sebelah timur dari selat Bangka dan Barat Laut dari Perairan Belitung. Adapun suhu minimum sebesar 28.92°C, maksimum sebesar 29.15°C, dengan rata-rata suhu sebesar 29.01°C. Suhu permukaan laut pada bulan April lebih hangat jika dibandingkan dengan bulan Januari. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu pada perairan Belitung, dengan peningkatan suhu di sekitar Pulau Belitung yang mencapai diatas 29.5°C. Suhu minimum sebesar 29.12°C, maksimum 29.6°C, dan rata-rata sebesar 29.37°C. Suhu permukaan laut pada bulan Juli cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan Musim Peralihan. Hal ini ditandai dengan rata-rata suhu sebesar 29.21°C, dengan nilai minimum sebesar 28.89°C, dan maksimum 29.36°C. Suhu permukaan laut pada bulan Oktober lebih tinggi dibandingkan bulan Juli. Dimana pada bulan Oktober terjadi kenaikan suhu berkisar 29.7°C. Nilai minimum pada bulan ini sebesar 29.49°C, maksimum sebesar 29.75°C, dan suhu rata-rata sebesar 29.61°C.

Tanjung Kelayang berada di bagian Barat Laut Pulau Belitung, memiliki karakteristik arus yang dipengaruhi oleh pola musiman. Pada Musim Barat (Desember - Februari) hingga Peralihan I (Maret - Mei) arus dominan menuju ke arah Timur hingga Selatan, dengan kecepatan yang bervariasi. Namun terjadi pelemahan kecepatan arus pada bulan April jika dibandingkan dengan kecepatan arus bulan Januari. Kecepatan arus antara Januari hingga April sangat sesuai untuk ekowisata bahari. Variabilitas kecepatan arus harian berkisar 0.00269 - 0.974 m/s, dengan kisaran rata-rata bulanan adalah 0.039 – 0.25 m/s. Arus permukaan laut pada Musim Timur (Juni - Agustus) pergerakannya dominan dari arah Tenggara menuju kearah Barat Laut. Namun mulai berbalik arah pada Musim Peralihan (September - November), arah arus lebih dominan kearah Selatan terbelokkan kearah Tenggara dari Utara. Kecepatan arus antara Juli hingga Oktober sangat sesuai untuk ekowisata bahari. Variabilitas kecepatan arus harian berkisar 0.00827 - 0.51 m/s, dengan kisaran rata-rata bulanan adalah 0.0765 – 0.213 m/s.

Pasang surut Tanjung Kelayang berjenis Harian Tunggal dengan karakteristik satu kali pasang dan satu kali surut dalam satu siklus pasang surut (24 jam 50 menit). Ketinggian air pada bulan Januari, surut terendah (Low Water Level/LWL -0.97 m, pasang tertinggi (High Water Level/HWL) 0.92 m, tunggang pasut 1.89 m. Pasang surut merupakan siklus harmonik dari suatu perairan yang dipengaruhi oleh keadaan astronomis, letak geografis, jenis dasar laut dan gesekan pada dasar laut (bottom friction). Ketinggian air pada bulan April, surut terrendah (LWL) -0.93 m, pasang tertinggi (HWL) 0.89 m, dan tunggang pasut 1.83 m. Pasang surut turut pada bulan Juli memiliki ketinggian surut terendah (LWL) -0.99 m, pasang tertinggi (HWL) 0.92 m, dan tunggang pasut 1.92 m. Pasang surut pada bulan Oktober memiliki ketinggian surut terendah (LWL) setinggi -0.96 m, pasang tertinggi (HWL) 0.93 m, dan tunggang pasut 1.90 m. Dalam siklus pasang surut terjadi selama 29 hari, dengan 2 kali keadaan pasang tinggi dan surut rendah (spring tide) yang terjadi pada kondisi bulan baru/purnama, dan terjadi 2 kali keadaan pasang tidak terlalu tinggi dan surut tidak terlalu rendah (neap tide) yang terjadi pada kondisi bulan seperempat (tanggal 7 dan 21 penanggalan bulan).


  • HASIL RISET YANG DAPAT DIUNDUH
a. Kualitas Perairan Di Pantai Punai dan Pantai  Tambak Kabupaten Belitung.
b. Belitung ShipWreck.

c. Oseanografi Tanjung Kelayang


 

Powered by Phoca Download