Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Pusris Kelautan Dan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN Resmi Jalin Kerjasama Riset

E-mail Print PDF


Jakarta, 20 Agustus 2018. Pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 bertempat di Ruang Madya Gedung BATAN berlangsung acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pusat Riset Kelautan (Pusris Kelautan), BRSDMKP  dan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN tentang “Aplikasi Teknik Nuklir  Dalam Penelitian Di Bidang Kelautan”. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si. dan Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Drs. Totti Tjiptosumirat, M.Rur.Sci.

Acara penandantanganan dibuka dengan sambutan oleh Kepala PAIR dan Kepala Pusris Kelautan, dilanjutkan dengan pemaparan oleh peneliti PAIR Dr. Ali Arman Lubis dan Peneliti Pusris Kelautan Dr. Tubagus Solihuddin. Secara umum ruang lingkup kerjasama ini meliputi pemanfaatan teknologi radioisotop yang mencakup pengasaman air laut (ocean acidification), perubahan iklim (Climate change), pencemaran daerah pesisir dan laut, karbon biru (blue  carbon), sedimentasi dan umur (dating), paleoklimatologi, dan dinamika pesisir dan laut. Tampak hadir pada acara tersebut beberapa peneliti dari BATAN, diantaranya Peneliti Bidang Industri dan Lingkungan, Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan, Bidang Pertanian, Bidang Prosis Radiasi, serta Balai Iradiasi, Elektromekanik dan Instrumentasi. Turut hadir mendampingi Kepala Pusris Kelautan, yakni Kepala Bidang Riset Mitigasi, Adaptasi dan Konservasi Triyono, M.T., Kepala Subbidang Konservasi Joko Hardono, M.E. Dan beberapa peneliti Blue Carbon diantaranya Dr. Novi Susetyo Adi, Dr. Agustin Rustam, Dr. Devi Dwiyanti, Agus Daulat, M.Sc. serta staf Bagian Kerjasama Pusris Kelautan Rochma Widya, M,Si., dan Sari Novita, S.T. Hadir pula perwakilan dari Biro Perencanaan Setjen KKP, Sekretariat BRSDMKP, dan Humas BRSDMKP.


Last Updated on Monday, 20 August 2018 13:13
 

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73

E-mail Print PDF

Jakarta, 17 Agustus 2018. Pagi tadi seluruh Pejabat, Peneliti dan Staf lingkup Pusat Riset Kelautan menghadiri Upacara  Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di lapangan Sekolah Tinggi Perikanan Pasar Minggu. Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Kerja Kita Prestasi Bangsa.  

Last Updated on Friday, 17 August 2018 19:17
 

Tak Menjaga Laut, Manusia Akhirnya Memakan Plastik

E-mail Print PDF


Kita memakan plastik. Itu kesimpulan dari Christina Thiele dan Malcolm David Hudson, peneliti dari University of Southampton, yang mereka tulis dalam “Anda Memakan Plastik Mikro dalam Cara yang Tak Tarbayangkan”. Umat manusia tak hanya memakan plastik lewat ikan dan kerang, tapi banyak makanan lainnya.

Sebelumnya, pada Maret 2018 lalu, beberapa media internasional seperti BBC (pdf)menyiarkan penelitian yang dilakukan oleh State University of New York bersama Orb Media. Para peneliti menguji 259 botol air minum dari 11 merek di 8 negara, termasuk Indonesia. Ternyata, 93 persen air mineral botol yang menjadi sampel, terpapar mikroplastik.

Memang, belum ada kajian tentang bahaya mikroplastik ketika ia dikonsumsi manusia. Namun, Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York menyampaikan bahwa mikroplastik dapat berimbas pada kehidupan ekosistem daerah tersebut.

"Penelitian ini bukan hendak menuding merek tertentu, tapi menunjukkan bahwa [plastik] ini ada di mana-mana, menjadi bahan yang merangsek ke dalam masyarakat kita, dan meliputi air—semua produk yang kita konsumsi sehari-hari,” ungkap Mason seperti dikutip BBC.

Tak hanya itu, seorang ahli zoologi bernama Lucy Quinn, seperti ditulis BBC, menunjukkan ihwal bahwa studinya terhadap burung fulmar yang mati di pantai. Quinn menemukan bahwa burung fulmar yang mereka temukan mengandung 39 partikel plastik, dengan berat 0,32 gram.

“Saya tercengang ketika saya melihat balon di kerongkongannya, yang mungkin telah menyebabkan kematiannya, bersama bungkus plastik, sikat gigi dan bungkusnya. Saya merasa sangat prihatin dan harus melakukan sesuatu,” kata Quinn. Plastik-plastik itu sangat mungkin merusak kesehatan burung tersebut, dan memengaruhi kemampuan untuk berkembang biak, bahkan membunuhnya.

Last Updated on Wednesday, 15 August 2018 08:48 Read more...
 

Partisipasi Pusris Kelautan Dalam Persiapan Peluncuran Portal Kebijakan Satu Peta

E-mail Print PDF


Jakarta, 14 Agustus 2018.  Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta pada hari Senin, 13 Agustus 2018, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional Infrastruktur Informasi Geospasial  untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan tema “Indonesia Connected, Satu Peta Prestasi Bangsa”. Kegiatan ini merupakan persiapan untuk berbagi pakai data melalui jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) untuk mengakomodir data-data yang dihasilkan sesuai target Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta. Seluruh data kebijakan satu peta akan dibagi pakaikan sesuai dengan ketentuan klasifikasi akses berbagi data melalui Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).  Acara dibuka oleh Menteri Kemenko Perekonomian Darmin Nasution  dan   dihadiri oleh kurang lebih 140 undangan yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Universitas, Dewan Juri Bhumandala Award 2018 dan Mitra Pemerintah.  Turut hadir mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan yakni  Kepala Sub bidang Riset MItigasi, Adaptasi dan Konservasi Triyono, MT dan Peneliti Senior Dr. Anastasia R. Tisiana.


Last Updated on Wednesday, 15 August 2018 13:13
 

Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan : Isu dan Tantangan Perikanan dan Kelautan Saat Ini"

E-mail Print PDF



Last Updated on Wednesday, 15 August 2018 10:00
 

Tim Kajian Kepekaan Lingkungan Pusat Riset Kelautan Lakukan Pantauan Kualitas Perairan Batam

E-mail Print PDF


Batam, 10 Agustus 2018. Kegiatan survei kajian kepekaan tumpahan minyak di perairan Bintan Batam yang dilakukan oleh tim pusat riset kelautan dibawah koordinator Dr. Widodo Pranowo pada hari ketiga, Kamis 09 Agustus 2018, melanjutkan survei  yang berlokasi di perairan Nongsa hingga Batu Merah. Tim melakukan pengambilan sampel kualitas air laut  menggunakan alat Water Quality  Checker (WQC) di 25 titik yang telah di plot sebelumnya  sepanjang 20 Km sesuai desain survei. Beberapa parameter kualitas air yang diambil diantaranya Suhu, Salinitas, Dissolved Oksigen (DO), pH, Nitrat, Fosfat, dan Silikat. Tim survei  terdiri dari Dr. Budhi Gunadharma (tim Leader), August Daulat, M.Sc., Joko Subandriyo, S.T, Rizal Fadlan Abida, S.T, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S. Kel. dan didampingi oleh Kepala Subbidang Sumber Daya Laut Yenung Secasari, M.Sc. Survei di pulau Batam ini merupakan rangkaian survei yang telah dilakukan sebelumnya di Pulau Bintan pada bulan Mei  2018 lalu.


Last Updated on Monday, 13 August 2018 12:02