Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Peneliti Pusriskel Sosialisasikan Aplikasi SI Kenelayanan

E-mail Print PDF


Jakarta, 02 Desember 2019. Pada hari Rabu - Kamis tanggal 27 - 28 November 2019  Peneliti Pusriskel yakni Penny Diah K., M.Si. didampingi oleh Pranata Komputer Adi Darmawan dan staf Tata Usaha  Hilman Ramadahan melaksanakan kegiatan implementasi sosialisasi Sistem Informasi Kenelayanan (SI Kenelayanan) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang dan Kabupaten Jepara. Hari pertama, Rabu 27 November 2019, sosialisasi dilaksanakan terlebih dahulu di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang.  Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Bapak Tri Haryadi Sudaryanto dan dihadiri oleh perwakilan kelompok nelayan Kabupaten Batang serta penyuluh perikanan.


Pada hari kedua, Kamis 28 November 2019 sosialisasi dilanjutkan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, acara  dibuka oleh Kabid Perikanan Tangkap, Ibu Yenny Diah Sulistiyani dan dihadiri oleh perwakilan KUB Kabupaten Jepara,  penyuluh perikanan dan pegawai di jajaran bidang perikanan tangkap


Last Updated on Monday, 02 December 2019 14:27
 

Peneliti Pusriskel Berjanji Turut Aktif Fight Against X-Crime Di Laut dan Pesisir

E-mail Print PDF

Jakarta, 29 November 2019. Dr. Budhi Gunadharma Peneliti Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) bidang oseanografi terapan yang berkecimpung sebagai ahli pemodelan sebaran tumpahan minyak, pada hari Selasa-Jumat tanggal 26-29 November 2019 ikut aktif dalam acara Forum Ahli Penanganan Sengketa Lingkungan Hidup di Batam yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Acara tersebut menghasilkan Deklarasi Forum Komunikasi Ahli Dalam Rangka Penegakkan Hukum Lingkungan dan Sumber Daya Alam NKRI, yang  berkomitmen untuk memperkuat kerjasama antar bidang studi dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu terkait lingkungan hidup dan sumberdaya alam, memberikan dukungan terkait keahlian masing-masing dalam upaya penegakan hukum lingkungan dan sumberdaya alam untuk kepentingan perlindungan lingkungan hidup dan sumberdayaaAlam yang berkelanjutan.  Komitmen tersebut diperlukan  berdasarkan pertimbangan bahwa kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alam saat ini yang  memprihatinkan dan banyaknya  pelanggaran dan kejahatan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang menimbulkan berbagai dampak bagi generasi saat ini dan mengancam kehidupan generasi yang akan datang.


Last Updated on Friday, 29 November 2019 09:48
 

Hikmah Tragedi Baruna Jaya I Saatnya WakatobiAis Selamatkan Nelayan!

E-mail Print PDF

Belum hilang ingatan kita pada kasus yang menimpa Aldi, seorang nelayan Minahasa Utara yang 1,5 bulan hanyut terombang-ambing hingga di Perairan Laut Jepang tahun 2018 lalu, di awal November 2019 ini kembali terjadi peristiwa kecelakaan laut yang menimpa tiga nelayan Banten, dan seorang dinyatakan hilang. Kasus ini merupakan satu dari 841 kasus nelayan hilang yang terhitung sejak 2010 hingga 2019.

Peristiwa naas tersebut terjadi setelah perahu congkreng yang ditumpangi tiga nelayan terlibat kecelakaan dengan Kapal Baruna Jaya 1 milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sedang melakukan survey, pada Sabtu lalu (2/11/2019).

“Kita tidak ingin kasus yang sama berulang-ulang terjadi, padahal kita punya teknologinya,” ujar Akhmatul Ferlin, Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan menanggapi kecelakaan yang menimpa tiga nelayan Banten tersebut.

Meski berbeda modus dengan kasus yang menimpa Aldi, kecelakaan yang menimpa tiga nelayan tersebut seyogyanya bisa dihindari jika nelayan di tanah air dapat memanfaatkan teknologi Wahana Keselamatan dan Pemantauan Obyek Berbasis Automatic Identification System (WakatobiAIS) yang saat ini dikembangkan oleh LPTK BRSDM KP – Solusi 247.

Terkait pemanfaatan peralatan navigasi Automatic Identification System (AIS), Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 7 Tahun 2019 Tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal Yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia.

Pasal 5 ayat (1) PM 7 Tahun 2019 tersebut, menyebutkan bahwa AIS Klas A wajib dipasang dan diaktifkan pada Kapal Berbendera Indonesia yang memenuhi persyaratan Konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia.

Sedangkan pada ayat (2) menyatakan bahwa AIS Klas B wajib dipasang dan diaktifkan pada Kapal Berbendera Indonesia, yakni pada Kapal penumpang dan Kapal barang Non Konvensi dengan ukuran paling rendah GT 35 (tiga puluh lima Gross Tonnage) yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia, serta pada Kapal yang berlayar antar lintas negara atau yang melakukan barter-trade atau kegiatan lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan, serta (3) pada Kapal penangkap ikan berukuran dengan ukuran paling rendah GT 60 (enam puluh Gross Tonnage).

“Dengan demikian, belum ada keberpihakan teknologi dan kebijakan untuk keselamatan dan keamanan pelayaran untuk kapal dengan dimensi < 35 GT maupun kapal penangkap ikan < 60 GT (unregulated fishing and shipping), bahkan kebijakan ini terancam mengalami moratorium,” beber Ferlin menambahkan.

Untuk menjembatani itu, LPTK BRSDM KP – Solusi 247 menghadirkan teknologi WakatobiAIS. WakatobiAIS memang didesain untuk memberikan dukungan operasional bagi keselamatan dan keamanan pada kapal-kapal yang berukuran kecil, misalnya pada kapal yang dioperasikan oleh nelayan kecil (<10 GT), sehingga mereka memiliki kemudahan dalam menavigasi kapal serta memberikan sinyal mara bahaya ke stasiun-stasiun sarana bantu navigasi-pelayaran, jika sewaktu-waktu mengalami resiko pada saat melakukan pelayaran atau penangkapan ikan.

Last Updated on Tuesday, 05 November 2019 12:37 Read more...
 

Peranan Fungsional Perencana pada Asesor Kompetensi Profesi Perencana Pembangunan

E-mail Print PDF


Ahli Perencana Muda Pusat Riset Kelautan Indra Hermawan, S.Pi., M.Si. bersama 14 orang lintas Kementerian dan Pemerintah Pusat/Daerah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi Profesi Perencana Pembangunan yang berlokasi di Hotel Rivoli, Jakarta Pusat pada tanggal 25 s.d. 28 Oktober 2019. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (LSP PEP), Pusbindiklatren Bappenas dan Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia (AP2I) dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan Asesor Kompetensi ini bertujuan untuk menghasilkan seorang asesor kompetensi yang berhak melakukan asesmen/pengujian terhadap kompetensi seseorang sesuai dengan ruang lingkup asesmennya. Seorang asesor kompetensi memiliki kewenangan untuk merekomendasikan seseorang kompeten atau belum kompeten pada pada unit-unit kompetensi yang dinilai sesuai dengan bukti yang dipersyaratkan. Tugas inilah yang akan diemban oleh Sdr. Indra Hermawan, S.Pi., M.Si. beserta keempatbelas peserta lainnya dengan harapan dapat menjaring para perencana yang berkualitas di bidangnya.


Berlakunya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 semakin mengukuhkan peran Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam perencanaan pembangunan. Tidak dapat dipungkiri Jabatan Fungsional Perencana (JFP) di lembaga-lembaga pemerintah memiliki peran yang vital terutama untuk menghasilkan produk dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas. Di era Revolusi 4.0 ini seorang perencana menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu peningkatan kompetensi baik dari sisi sumber daya perencana maupun organisasi.

Salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi perencana adalah dengan disusunnya SKKNI Perencana Pembangunan. SKKNI Perencana Pembanguan menjadi salah satu aspek yang sangat penting dan strategis dalam menyiapkan standar kompetensi kerja yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembinaan dan penyiapan sumber daya perencana yang berkualitas, kompeten, dan diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) serta berlaku secara nasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan dan/atau keahlian (skills) serta sikap kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terbitnya Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Golongan Pokok Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Bidang Perencanaan Pembangunan atau disebut sebagai SKKNI Perencanaan Pembangunan menjadi ujung tombak untuk mencapai tujuan diperolehnya seorang perencana yang profesional, berkualitas, dan kompeten di bidangnya.

Peran antara JFP dan perencana profesional di sektor swasta tidak terlepas dari dorongan pemerintah Indonesia dalam memasuki era collaborative governance demi memperluas peluang partisipasi berbagai elemen pemangku kepentingan dalam seluruh proses perencanaan pembangunan, sehingga menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang dapat dilaksanakan melalui program dan proyek serta dapat dipantau dan dievaluasi pelaksanaannya.

Kemajuan yang pesat di bidang teknologi informasi, isu-isu lingkungan hidup, serta perubahan-perubahan akibat situasi dan kondisi sosial, politik, ekonomi yang memicu disrupsi di berbagai bidang, sehingga memengaruhi proses perencanaan pembangunan saat ini. Hal ini tentu memengaruhi Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan kekuatan ekonomi dan sumber dayanya di tingkat global.

Untuk itu menyiapkan perencana pembanguan yang berkompeten dan memiliki daya saing secara global sudah tidak dapat ditawar lagi. Melakukan standarisasi dan sertifikasi di bidang perencana penbanguan merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan tenaga perencana yang berkualitas dan kompeten. Di sinilah peran asesor kompetensi bidang perencana pembangunan menjadi sangat penting untuk memberikan pengakuan pada setiap tenaga perencana pembangunan sesuai dengan SKKNI Bidang Perencana Pembangunan. Semakin banyak tenaga perencana yang kompeten, tentu semakin meningkat daya saingnya secara global.


Last Updated on Sunday, 03 November 2019 06:43
 

Peneliti Pusriskel Presentasikan Penelitian Tsunami di Jerman

E-mail Print PDF

Peneliti Pusat Riset Kelautan Dr. -Ing Semeidi Husrin, ST. M.Sc. berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian di Palu dan Selat Sunda terkait dengan kejadian terkini tsunami di dua lokasi tersebut pada tahun 2018, pada acara DAAD Alumni Seminar 2019 yang berlangsung di Jerman tanggal 14-18 Oktober 2019. DAAD Alumni Seminar 2019 merupakan acara serupa yang ke-3 digelar di Jerman oleh TH Koln setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2013 dan 2015. Pada kesempatan kali ini, TH Koln bekerjasama dengan  TU Kaiserslautern dengan mengambil tema “Resilient Flood Risk Management”. Acara DAAD Alumni Seminar 2019 „Resilient Flood Risk Management“ dihadiri oleh 22 peserta yang berasal dari negara-negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Indonesia diwakili oleh 5 peserta masing - masing dari Universitas Sriwijaya, UGM, ESDM, Unika Soegijapranata Semarang dan Pusat Riset Kelautan – KKP yang diwakili oleh Dr. – Ing. Semeidi Husrin, ST. M.Sc.

Kegiatan DAAD Alumni Seminar 2019 bertujuan untuk saling bertukar informasi terkini tentang pengelolaan resiko ketahanan banjir dari berbagai negara berdasarkan penelitian dan fenomena terkini dari masing-masing peserta dan membuat publikasi ilmiah secara bersama-sama dengan peserta lainnya pada jurnal-jurnal terindeks internasional.

Beberapa kegiatan yang dilakukan pada acara DAAD Alumni Seminar 2019 diantaranya adalah presentasi, seminar, kunjungan lapangan, diskusi kelompok dan sosialisasi. Presentasi dilakukan oleh narasumber, para ahli yang diundang berasal dari kampus – kampus yang bekerjasama (Universitas Wageningan, Cambridge University, TH Koln, dan TU Kaiserslautern).

Kunjungan lapangan dilakukan di hari ke-3 dengan mengunjungi Emscher, salah satu wilayah rentan banjir yang terletak di Kota Essen. Kawasan in merupakan kawasan bekas penambangan di mana masalah keairan menjadi fokus utama karena masalah kualitas air dan penurunan muka tanah sebagai dampak dari aktivitas penambangan batubara di masa lampau. Objek utama yang diperlihatkan pada kunjungan lapangan ini adalah keberadaan tanggul penahan banjir, kawasan pemukiman yang mengalami penurunan muka tanah serta upaya peningkatan kualtias air di daerah tangkapan dengan pembanguan jaringan air kotor yang terpisah dengan anak-anak sungai.


Last Updated on Thursday, 24 October 2019 16:48
 

Indonesia Science Expo 2019

E-mail Print PDF


Last Updated on Thursday, 17 October 2019 09:10