Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Reoptimalisasi Judul Riset Sumber Daya Laut dan Kewilayahan

E-mail Print PDF


Jakarta, 23 Januari 2018. Sebagai tindak lanjut dari Rakor perdana riset 2018 untuk Pusat Riset Kelautan, Bidang Riset Sumber Daya Laut dan Kewilayahan mengadakan rakor dalam rangka optimalisasi judul riset agar lebih fokus. Rakor dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Riset Sumber Daya Laut dan Kewilayahan, Erish Widjanarko, ST. Terdapat satu judul riset di Sub Bidang Kewilayahan, yakni "Analisis Kebijakan Penentuan Kawasan Konservasi Laut dan Pesisir" yang akan direvisi untuk dianulir kata "Konservasinya" agar tidak tumpang tindih dengan Bidang Riset Mitigasi, Adaptasi dan Konservasi. Kajian karakteristik sumber daya dasar laut dan dinamika perairan di WPPNRI 711 Laut Natuna, akan menjadi pilot project kerjasama sinergisitas riset dengan pemangku kebijakan (Ditjen Pengelolaan Ruang Laut) dan juga sinergisitas dengan kebudayaan maritim (Dewan Arkeologi Nasional).

Demikian pula dengan kegiatan analisis nilai penting situs kapal karam bersejarah untuk pengelolaan sumber daya arkeologi maritim berkelanjutan, adalah bentuk komitmen Pusat Riset Kelautan kepada salah satu unggulan poros maritim bidang wisata bahari. Dimana untuk dukungan kepada KKP Direktorat Jasa Kelautan, maka telah disiapkan kegiatan analisis kebijakan daya dukung wisata bahari di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Pada tahun 2016, Kementerian Koordinator Bidang Maritim bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah meresmikan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah (Plastik). Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh KKP yang dimotori oleh Biro Perencanaan Setjen KKP dengan melakukan beberapa kegiatan kampanye dan penyiapan road map penanganan sampah (plastik) di laut. Pusat Riset Kelautan pada tahun 2018 ini meresponnya dengan menyiapkan judul riset tentang pola sebaran dan estimasi pemcemaran sampah di Teluk Banten.

Komitmen Pusat Riset Kelautan kepada Tim Nasional Penanganan Pencemaran Tumpahan Minyak yang dikoordinatori oleh Kemenko Maritim, pada 2018 adalah menyiapkan judul kajian kepekaan wilayah perairan Bintan-Batam terhadap sebaran tumpahan minyak. Dukungan penyediaan data dan informasi terkait kebijakan penanganan reklamasi yang dilakukan oleh Direktorat Perencanaan Ruang Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, telah juga disiapkan pada tahun 2018 ini oleh Pusat Riset Kelautan.

 Berita Terkait :


Last Updated on Tuesday, 23 January 2018 10:52
 

Rakor Perdana Pusat Riset Kelautan 2018

E-mail Print PDF

Jakarta, 23 Januari 2018. Rapat koordinasi (rakor) perdana di tahun 2018, Pusat Riset Kelautan dilaksanakan pada Senin 22 Januari 2018. Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Riset Kelautan, Ir. Riyanto Basuki, M.Si tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan riset di tahun anggaran 2018. Diskusi hangat terjadi ketika membahas apakah masih diperlukannya Kelompok Penelitian (Keltian) dan Kelompok Peneliti (Kelti) sebagai tindak lanjut dari Retreat Pusris Kelautan pada tahun 2017 lalu.

Hadir mendampingi Kepala Pusris Kelautan, Kepala Bagian Tata Usaha, Theresia Lolita, M.Si, dan para Kepala Bidang: Erish Widjanarko, S.T. (Sumberdaya Laut dan Kewilayahan), Triyono, M.Sc (Mitigasi, Adaptasi, dan Konservasi), dan Dr. Ifan Suhelmi (Teknologi Kelautan).

Rakor yang dihadiri pula oleh beberapa eselon 4, peneliti, perekayasa dan staf tersebut menyepakati beberapa hal penting mendasar.

Disepakati Keltian direduksi yang semula ada 6 (enam) pada tahun 2017, menjadi 3 (tiga) pada tahun 2018 dengan nama nantinya mengadopsi nama Bidang Struktural yang ada pada saat ini. Sedangkan Kelti nantinya akan dibentuk berdasarkan Rumpun Kepakaran Peneliti sesuai Perka LIPI 1/2016.

Disepakati pula, akan dilaksanakan rakor lanjutan, pada Rabu 24 Januari 2018, untuk finalisasi konsep tersebut berikut rencana nama-nama koordinator riset untuk setiap bidang.

Berita terkait :


Last Updated on Tuesday, 23 January 2018 08:20
 

Mahasiswa STTAL Lakukan Riset Produk Unggulan di Lab Data Pusat Riset Kelautan

E-mail Print PDF


Jakarta, 22 Januari 2018. Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) pada 15 Januari 2018 menerbitkan sebuah Catalog Research & Development 2017. Katalog tersebut berisi 22 (dua puluh dua) produk unggulan mahasiswa STTAL yang dihasilkan melalui riset tugas akhir dalam meraih gelar Sarjana Teknik.
Terdapat 2 (dua) produk unggulan mahasiswa pada katalog tersebut, yang pada proses pelaksanaan risetnya, adalah dilakukan di Laboratorium Data Laut dan Pesisir. Kedua produk unggulan tersebut adalah "Sistem Informasi Pasang Surut Berbasis Android di Wiayah Kerja Pangkalan TNI-AL" yang dibangun oleh Kapten Laut Feri Gultom, S.T., dan "Karakteristik Termoklin dan Kecepatan Suara di Sekat Lombok Berdasarkan Filtering Data CTD Menggunakan Analysis Toolpak" yang dilakukan oleh Kapten Laut Iskandar, S.T. Adapun mahasiswa STTAL wisudawan tahun 2017 yang meraih peringkat pertama dari Prodi Teknik Hidrografi, Kapten Laut Yohanes Indra Kusuma Adi Saputro, S.T., pun melaksanakan analisis riset tugas akhirnya di Lab Data Pusat Riset Kelautan dengan judul "Pemodelan Hidrodinamika Barrier Wall dan Sedimen di Perairan Dermaga Kolam Koarmatim Surabaya".
Hal ini menjadikan bukti bahwa pembangunan poros maritim juga telah diejawantahkan oleh KKP bersama TNI-AL melalui pembangunan sumber daya manusia para pengawal bumi samudera nusantara.

Berita terkait:




Last Updated on Monday, 22 January 2018 13:09
 

Kontribusi KKP Riset Perubahan Iklim-Laut Diakui oleh KLHK

E-mail Print PDF

Jakarta, 22 Januari 2018. Sejak 2009, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, aktif dalam penyiapan bahan-bahan negosiasi pertemuan tingkat tinggi antar negara untuk perubahan iklim. Berbagai hasil riset perubahan iklim laut Badan Riset dan SDM KKP hingga 2017 pun  telah dilaporkan kepada national focal point perubahan iklim yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pada tahun 2017/2018 KLHK menyusun Buku Seri Studi Perubahan Iklim dengan judul "Perkembangan Studi Kerentanan, Risiko, Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim: Tantangan dan Peluang". Buku yang diterbitkan oleh Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, KLHK ini dipimpin penulisannya (prymary authors) oleh Perdinan, Ph.D, Tri Atmaja, S.Si, dan Ryco F. Adi, S.Si. Adapun peneliti Pusat Riset Kelautan yang dilibatkan sebagai penulis kontributor (secondary author) adalah Dr. Widodo Pranowo.

Berita Terkait :


Last Updated on Monday, 22 January 2018 09:22
 

Pusriskel dan ITB dalam kegiatan Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sampah Laut Terpadu di Wilayah Teluk Jakarta

E-mail Print PDF


Jakarta (22/01/18) - KKP, BNI dan BPPT sejak desember 2017 bekerjasama dalam kegiatan Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sampah Laut Terpadu di Wilayah Teluk Jakarta” sebagai wujud dukungan program pemerintah pusat dalam kerangka rencana aksi nasional (RAN) pengurangan sampah laut 2025. Kampung nelayan muara angke Jakarta utara telah ditetapkan sebagai area projek kegiatan tersebut yang meliputi kegiatan pemetaan social ekonomi masyarakat, identifikasi kebuuhan teknologi dan penerapan tekbologi pengolah sampah. Salahsatu inisiasi kegiatan pemetaan social ekonomi, mahasiswa Teknik Kelautan ITB yang diwakili oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB (KMKL-ITB) turut berkontribusi dengan melaksanakan kegiatan “Community Development” pada sabtu-minggu 20-21 Januari 2018 di kampung nelayan muara angke dibawah arahan Peneliti Pusriskel Dr.-Ing. Semeidi Husrin dan Dr. Devi Dwiyanti S dan beberapa staf UPPP (UP3) Muara Angke.

Pengabdian masyarakat merupakan suatu gerakan proses pemberdayan diri untuk kepentingan masyarakat, yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan juga pihak yang menyelenggarakan. Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB (KMKL-ITB) bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Bank Negara Indonesia (BNI) melakukan kegiatan pengabdian bergerak turun langsung ke masyarakat dan berusaha membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat desa pesisir yang kurang mengenal pentingnya menciptakan lingkungan bersih dalam kehidupan di tempat tinggal mereka.

Kegiatan pengabdian masyarakat berbentuk “Community Development” dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 20 – 21 Januari 2018 bertempat di Kampoeng BNI Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke, DKI Jakarta, yang kemudian bernama “KMKL BISA” merupakan singkatan dari KMKL-ITB Bina Desa. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga acara utama yakni: edukasi ke anak-anak di kampung ini dan social mapping pada hari pertama, serta kegiatan bersih-bersih desa pada hari kedua.


Rombongan tiba di kantor Unit Pengelolaan Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke, Pengprov DKI Jakarta pada pukul 02.15 WIB dan diterima langsung oleh Bapak Awi selaku staff UP3 yang sedang melakukan piket pada pagi itu. Pada hari pertama kegiatan ini dipantau langsung oleh Ibu Mutia dari UP3 Pengprov DKI Jakarta, Pak Khairil dari KKP Serta Mahasiswa magang dari Universitas Udayana Indra Pratama. Kegiatan edukasi dan sosial mapping dilakukan secara serentak, yang dimulai dari keberangkatan dari kantor UP3 pukul 08.30 WIB hingga kembali lagi pukul 15.00 WIB.

Kegiatan edukasi bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak-anak yang dilaksanakan di sekolah Yayasan Nurul Bahri Kampoeng BNI PHPT Muara Angke. Kegiatan edukasi dirancang sedemikian rupa sehingga tercipta edukasi yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga diharapkan akan mampu meanamkan sejak dini kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan tempat tinggal sekitar.

Kegiatan sosial mapping bertujuan memetakan kondisi suatu lokasi, baik potensi maupun permasalahan yang dialami lokasi target dengan metode kualitatif yaitu wawancara, dalam hal ini Kampoeng BNI PHPT Muara Angke. Kegiatan sosial mapping dilakukan dengan dibagi menjadi 3 sesi observasi dengan target 3 narasumber pada tiap blok. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00 – 10.15 WIB dengan target blok G, H, I, J. Kemudian sesi kedua dilaksanakan pukul 10.45 – 12.00 WIB dengan targer blok B, C, D, E, F. Pukul 12.00 – 13.00 WIB dilakukan kegiatan isoma, dan dilanjukan kembali sesi ketiga pukul 13.00 – 15.00 WIB dengan target blok A dan K.

Hasil dari sosial mapping akan dirumuskan permasalahan dan solusi yang dapat diberikan mahasiswa dalam upaya pemecahan permasalahan yang dialami masyarakat Kampoeng BNI PHPT Muara Angke dalam forum diskusi. Forum diskusi pertama dilakukan pada pukul 17.30 WIB dengan agenda menyamakan persepsi pada tiap kelompok yang akan dibawa pada saat diskusi secara umum. Forum diskusi kedua (diskusi umum) dilaksanakan pada pukul 20.00 – 22.00 WIB. Dimana isi dari forum diskusi umum ini adalah untuk merumuskan potensi, permasalahan, dan solusi yang dapat diberikan selaku “agent of change” untuk perubahan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Secara umum hasil diskusi yang telah dilakukan yaitu masyarakat Kampoeng BNI PHPT Muara Angke mengeluhkan minimnya pasokan air bersih yang berdampak pada usaha pengasinan ikan masyarakat, banyaknya sampah yang menyumbat sistem drainase sehingga kampung mereka rawan banjir, kurangnya sosialisasi dan inovasi terkait dengan pemilahan dan pengolahan sampah, dan hal-hal lain yang lebih rinci akan dijelaskan oleh Daoni Gabrielle selaku ketua pelaksana di kantor Pusat Riset Kelautan Kementrian Kelautan dan Perikanan pada waktu mendatang.












Sebagai upaya pengimplementasikan kegiatan community development yang telah dilakukan, pada hari kedua mahasiswa KMKL-ITB melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Kampoeng BNI PHPT Muara Angke yang dilaksanakan pada pukul 08.00 – 09.30 WIB. Warga masyarakat dan anak-anak kampung sangat antusias dengan kegiatan ini dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.(Kontributor : Indra Pratama (Unud))


Last Updated on Monday, 22 January 2018 11:37
 

Pusris Kelautan Sebagai Marine Science & Technology Center of Excellence

E-mail Print PDF

Jakarta, 18 Januari 2018. Sebagai Center of Excellence, Pusat Riset Kelautan  (Pusriskel) kedatangan utusan dari berbagai jurusan dan universitas dalam rangka menempa diri, menimba ilmu, dan praktek kerja atau magang terkait riset kelautan. Tidak tertutup kepada mahasiswa jurusan oseanografi atau ilmu kelautan saja, namun juga dari perikanan. Pada awal tahun 2018 terdapat  3 (tiga) Mahasiswa  dari  Universitas Udayana dan  6 (enam) mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan yang akan melaksanakan PKL, serta 1 (satu) mahasiswa  pra skripsi dari Universitas Diponegoro Program Studi. Dan minggu depan akan ada 2 (dua) mahasiswa PKL  dari Universitas Diponegoro Program Studi Oseanografi.

Pada hari Senin, 15 Januari 2018,  keenam mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang  akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) datang dan  diterima  oleh Kasubag Umum Dra. Yayah Shobariyah. Selanjutnya mereka diserahkan kepada pembimbing PKL untuk diskusi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan. Tiga mahasiswa bernama Rifky Pramadya, Zahrotul Umma, dan Michelia Fitrianing akan dibimbing oleh Dr. Marza Hasan Marzuki,M.T., mereka akan melakukan kegiatan pengolahan dan analisis terkait Data Citra Satelit Aqua MODIS dengan parameter suhu dan klorofil untuk penentuan Daerah Potensi Perikanan.

Dan tiga mahasiswa lainnya yakni Aufa Linda, Akes Damianto, dan  Rio Restu Firman akan dibimbing oleh Dr.- Ing Widodo S. Pranowo, melaksanakan pengolahan dan analisis data terkait hubungan antara Suhu Permukaan Laut dan Klorofil di tiga Perairan Pulau-pulau terluar (Biak, Tanimbar, dan Rote) yang selanjutnya akan dihubungkan dengan Daerah Potensi Perikanan. Pada hari Rabu, 19 Januari 2018 tiga mahasiswa bimbingan Dr. Widodo telah diberikan pengarahan mengenai dasar-dasar pengolahan data menggunakan software Ocean Data View (ODV) oleh staf Laboratorium  Data Laut dan Pesisir Armyanda Tussadiah, S.T dan Joko Subandriyo, S.T.

Sementara mahasiswa Universitas Udayana yakni  Gede Indra Putra Pratama dibimbing oleh Dr.-Ing Semedi Husrin dengan topik  pemodelan sampah, yang telah melakukan running model menggunakan komputer di Ruang Lab Data untuk analisis pencemaran sampah di Selat Bali pada Musim Timur . Dan I Putu Gede Bayu Ade Wianta dibimbing oleh Dr. Devi Dwiyanti dengan topik pencemaran perairan. Serta I Made Abdi Jana Guna dibimbing oleh Reiner Arief Troa, M.Si dengan topik geomorfologi dasar laut.

Kegiatan PKL ini akan berlangsung hingga  15 Februari 2018, dan pada minggu terakhir mereka akan menyampaikan presentasi mengenai hasil pengolahan dan analisa dari kegiatan PKL selama 1 (satu) bulan di Pusat Riset Kelautan.

Berita Terkait :


Last Updated on Friday, 19 January 2018 10:07